Select Page

Apa saja yg dibutuhkan untuk membuka pelatihan/ kursus mengenai welding underwater, baik dari segi pengurusan surat ijin, alat-alat , dan dimana bisa mendapatkan para pengajar2nya serta estimasi biaya yg dibutuhkan. Rencana tempat pelatihan ini akan di buka di batam. Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia pembahasan bulan Mei 2007 dapat dilihat selengkapnya dihalaman berikut.

Tanya – andes sande

Dear All,

Saya punya saudara ingin membuka tempat pelatihan / kursus mengenai welding underwater.
kira2 dari bpk/ibu semua bisa membantu memberikan pencerahaan apa2 saja yg dibutuhkan untuk membuka pelatihan semacam itu baik dari segi pengurusan surat ijin, alat2 apa saja yg dibutuhkan, dimana bisa mendapatkan para pengajar2nya, estimasi biaya yg dibutuhkan. rencana tempat pelatihan ini akan di buka di batam.

Tanggapan 1 – supriyatno_gatot

Pak Andes,

Niat saudara bapak untuk membuka pelatihan underwater welding sangat bagus. Saat ini pelatihan tersebut baru ada di Thailand Pelatihan ini sangat specific, yang tentunya juga diperlukan peralatan dan pengajar yg specific juga dan mahal Masukan dari saya, langkah yang paling efektif adalah kerja sama dengan lembaga pelatihan yang sudah punya nama dan diakui secara international, sehingga kebutuhan modal dan kembali modalnya jelas.

Coba bapak kunjungi www.twisea.com dan bisa konsultasi dengan pak Darus di darus@twisea.com
Saya kira TWI perlu partner di Indonesia untuk underwater welding training.

Tanggapan 2 – asuyant

Pak Andes,

Saya menambahkan sedikit comment-nya Pak Gatot.

Welding underwater-nya yang mana : wet atau dalam habitat, karena ini membutuhkan fasilitas dan teknik yang berbeda.

Kalau saya asumsikan wet welding, yand dibutuhkan:

1. Fasilitas : kolam atau tank dengan kedalaman 5-10 meter. TWI di Cambridge, UK contohnya cuma punya tank 5 meter.

2. Kerjasama dengan institusi yang memberikan certification : TWI (seperti yang disarankan Pak Gatot), Hydroweld atau Speciality Weld Ltd.

3. Trainer yang bersertifikat.

4. Kualitas wet welding juga sangat dipengaruhi oleh rode-nya. Jadi ada juga kemungkinan untuk bekerjasama dengan produsen rode tertentu. Mengenai perizinan dan biaya saya kurang tahu.

Kalau welding di habitat akan butuh ruangan bertekanan dan dekompresi. Kerjasamanya saya kira dengan NHC di UK yang saat ini juga sedang punya aktivitas serupa.

Tanggapan 3 – Bobby Weliyanto

Pak, mungkin buka professional (commercial) diving training course dulu baru welding nya.

Tp spt emailnya pak Ato, tergantung apakah yg dimaksud ini wet welding ato hyperbaric welding (welding dlm habitat).

Kalo wet welding, memang lbh seperti ‘ngajarin diver menjadi welder’.

Untuk aplikasinya, walaupun wet welding jauh lbh murah dibanding hyperbaric welding, tp saya kira (CMIIW) penggunaannya masih sangat terbatas di oil & gas. Hal ini dikarenakan kualitas welding yg msh rendah/not reliable (porositas las tinggi dan kualitas sukar dikontrol) dan kurangnya guideline, recommended procedure dan specification utk kualifikasi underwater wet welds ini.

Training di wet welding mungkin sebaiknya menggaet class atau welding institution.

Sebaliknya, hyperbaric welding sudah umum digunakan di oil&gas industry, tp sayangnya karena biaya yg sangat tinggi, teknologi ini hanya banyak digunakan di laut utara. Statoil, perusahaan minyak nasional norway, sangat gethol dengan hyperbaric welding tie-in.
Kelebihannya jelas dibanding flange connection, mengurangi titik bocor, terutama utk field yg umurnya cukup panjang. Pipeline terpanjang di dunia, langeled pipeline, tie-in dengan hyperbaric welding. Beberapa subsea hot tap di laut utara jg menggunakan hyperbaric welding utk branch nipple nya karena kualitas las yg dicapai sebaik welding di darat.

Training hyperbaric welding, utk weldingnya sendiri spt welding training biasa krn toh weldingnya nanti dilakukan di dry habitat. Tp biasanya ada semacam welding qualification and welding trial yg dilakukan di dlm chamber bertekanan spt di site. Ini biasanya diprovide oleh professional diving academy/hyperbaric centre, karena memerlukan fasilitas diving yg cukup intensive.

Share This