Mayoritas boss di organisasi seluruh dunia sekarang adalah Baby Boomer. Baby Boomer adalah pekerja keras, risk taker, rada “genit”, selalu optimis pada situasi apapun, enjoy life, konsumtif, suka dipuji, dan hungry akan power dan control. Ciri2 natural leader memang banyak melekat di Baby Boomer ini.

Pembahasan – cahyo@migas-indonesia.com

Tulisan di bawah ini disadur dari bukunya Glenn Sheppard, “How to Be the Employee Your Company Can’t Live Without”, John Wiley & Sons, Inc 2006.

Tanpa bermaksud menghakimi, mayoritas dari kita yang muda2 ini pasti punya boss yang masuk kriteria sebagai The Baby Boomer. Mayoritas boss di organisasi seluruh dunia sekarang adalah Baby Boomer.

Baby Boomer adalah pekerja keras, risk taker, rada “genit”, selalu optimis pada situasi apapun, enjoy life, konsumtif, suka dipuji, dan hungry akan power dan control. Ciri2 natural leader memang banyak melekat di Baby Boomer ini. Seperti tertulis di artikel berikut, Baby Boomer suka mantra: out of sight, out of mind, but never out of control!

Sementara yang lahir antara tahun 1965 sampai 1981, mempunyai ciri yang bertolak belakang dengan Baby Boomer. Yang masuk kategori ini, dikenal sebagai Generasi yang hilang, yang suka memberontak dengan musik2 keras seperti Nirvana, pakaian yang redup, serta really risk taker, sampai keruntuhan bisnis dot-com sedikit mengerem sifat risk taker mereka. Meski Baby Boomer masih menghargai nilai2 loyalitas, Generation X atau GenXers, atau generasi yang hilang ini totally disapproved dengan loyalitas. Agak mengherankan memang, sebab orang tua mereka harusnya adalah The Silent Generation, di mana the Greatest Generation ini sangat menghargai apa itu conformity, delay of gratification, discipline, duty, loyalty, dan pengorbanan. Persis Angkatan 45 dan angkatan sebelum kemerdekaan.

Dalam hal standing out the crowd, GenXers mungkin bisa diancungkan jempol, apalagi jika dibandingkan dengan The Next Generation atau Nexters atau dikenal sebagai generasi Y, yang lebih suka bersama-sama dalam hal pengambilan keputusan, lebih play safe dan tidak suka konflik, dan cenderung jadi anak mama, dengan musik2 gembira ala Britney Spears. Gembira? Memang, karena merekalah anak2 boss, anak2 dari the Baby Boomer yang sukses, yang “segalanya” ada. Adakah fenomena serba berlebihan dan cenderung overpotektif ini mempunyai efek samping di masa mendatang?

GenXers lahir dari kondisi serba kekurangan, yang somehow harusnya bisa jadi good driving force for better life.

Generation Y atau Gen Y, mungkin akan kesulitan jika berhadapan dengan GenXer di dunia kerja, karena latar belakang driving force yang berbeda tsb. Ada joke: berbeda dgn generasi2 sebelumnya yang kalau lahir pasti menangis, Gen Y lahir ke dunia dengan tertawa….. (maaf ngelantur neeh…).

Selengkapnya :