Select Page

Gas corrosion inhibitor bekerja dengan cara membentuk lapisan pelindung (thin layer) yang akan melapisi permukaan metal (internal pipa). Corrosion inhibitor memiliki sifat seperti surfactant, karena ada bagian yang hidrofilik (menarik air) dan hidrofobic (menolak air). Oleh sebab itu kalau pemakaiannya berlebihan dapat mengcreate emulsi di sistem. Lapisan pelindung yang dibentuk tadi akan mencegah terjadinya kontak langsung antara air dan metal, sehingga reaksi korosi tidak terjadi.

Tanya – febi_nugraha

<Rekan-rekan migas

Saya mau tanya prinsip kerja beberapa chemical injection. kebetulan yang digunakan di tempat kerja saya adalah:

– gas corrosion inhibitor

– water corossion inhibitor

– biocide

– demulsifier

jika rekan-rekan ada yang tahu, mohon mau berbagi ilmu nya, terima kasih.

Tanggapan 1 – Riky Bernardo

Pak Febi,

Ini ada beberapa informasi dari saya, semoga membantu:

1. Gas corrosion inhibitor bekerja dengan cara membentuk lapisan pelindung (thin layer) yang akan melapisi permukaan metal (internal pipa). Corrosion inhibitor memiliki sifat seperti surfactant, karena ada bagian yang hidrofilik (menarik air) dan hidrofobic (menolak air). Oleh sebab itu kalau pemakaiannya berlebihan dapat mengcreate emulsi di sistem. Lapisan pelindung yang dibentuk tadi akan mencegah terjadinya kontak langsung antara air dan metal, sehingga reaksi korosi tidak terjadi.

2. Water corrosion inhibitor cara kerjanya persis sama dengan gas corrosion inhibitor, yang membedakan adalah sifat utamanya, dimana gas corrosion inhibitor biasanya membutuhkan sifat film-persistant yang lebih dibandingkan water corrosion inhibitor. Selain itu juga fasa pelarut dari water corr. inh. umumnya adalah air, fasa pelarut gas corr. inh. umumnya non polar base, meskipun ada juga kasus tertentu dimana gas corr. inh. menggunakan pelarut polar.

3. Cara kerja Biocide adalah dengan meracuni bakteri yang ada (biasanya sulphate reducing bacteria), sehingga pertumbuhan bakteri penghasil H2S ini akan terbatasi. Dalam aplikasinya ada 2 jenis, yaitu batch dan continuous. Sistem batch lebih banyak diaplikasikan karena lebih ekonomis dan ampuh. Biasanya sistem ini menggunakan pompa berukuran besar yang mampu memompakan hingga 300-500 ppm chemical relative terhadap jumlah produksi air. Perioda batching akan berbeda untuk setiap tempat, dan dapat ditentukan dengan memonitor konsentrasi H2S dalam air setiap hari dan memplotnya sebagai breakthrough curve. Setelah batching diaplikasikan, pada satu hari sebelum H2S content kembali naik secara drastis, batching harus kembali diaplikasikan. Inilah yang dinamakan batching period.
Biocide yang digunakan minimal harus terdiri dari 2 jenis. Ini untuk mencegah terjadinya imun pada bakteri terhadap jenis biocide tertentu. Penggunaan satu jenis biocide maksimal 1 tahun dan harus diselingi dengan biocide jenis lain, setelah tahun berikutnya baru dapat dipakai lagi.

4. Demulsifier digunakan untuk membantu proses pemecahan emulsi minyak-air. Ini adalah chemical yang sangat bersifat specialty, artinya bekerja secara specific terhadap jenis fluid tertentu. Proses penyeleksiannya juga cukup rumit dan panjang, karena harus mengkawin-silangkan beberapa jenis ‘bahan’ dengan komposisi yang juga beragam.

Penjelasan diatas adalah penjelasan yang sangat singkat. Apabila ingin detail bisa sangat panjang dan mendalam.

Share This