Ball valve banyak macamnya tergantung material dan type seat nya.
Ball valve pada tekanan rendah yang menekan seat ke bola nya hanya spring, jadi kalau springnya jelek akan bocor, tapi kalau pressure-nya naik tekanan ini dipakai juga untuk menekan seat ke bola nya.
seat nya ada type DPE (double piston effect) dan self relieving.

Tanya – dhani amannatur

Dear Miliser,

Apa benar, Ball Valve pada posisi tertutup dengan tekanan > 2 bar setelah 2 jam akan bocor??

Thanks,

Tanggapan 1 – Viddy Adrian Waluyadi

Wah infonya kiurang nih kayaknya.. kalo itu tergantung maximal pressure dari valvenya.

Tanggapan 2 – Amal Ashardian

Ball valve banyak macem macemnya pak, tergantung material dan type seat nya

Ball valve pada tekanan rendah yang menekan seat ke bola nya Cuma spring, jadi kalau springnya jelek yaa bocor. tapi kalau pressure-nya naik tekanan ini dipakai juga untuk menekan seat ke bola nya.
seat nya ada type DPE (double piston effect) dan self relieving.

Yang bapak maksud type yang mana?

Tanggapan 3 – dhani amannatur

type Ball Valve Trunnion #300

Tanggapan 4 – dhani amannatur

maaf Pak,
type Ball Valve Trunnion Class 300

Tanggapan 5 – Amal Ashardian

Tekanan 2 bar itu kira kira sama dengan menahan column air setinggi 20 meter, mestinya masuk low pressure pak ngga perlu rating 300 (keculai harus menahan external force/ moment). Rating dari valve, nggak ada hubungannya dengan external force atau moment, semuanya tergantung dari internal pressure. Kalo moment atau force bisa diakali dengan penambahan support atau lay out).

Bapak Bisa memakai self relieving ball valve (Single piston effect), soft seated. Performance tergantung dari spring yang menekan seat ke ball nya. dengan soft seated tentunya sentuhan seat ke ballnya lebih mantap.

Dengan semakin tinggi pressure, pressure dari upstream akan membantu mendorong SEAT menekan ball, jadi isolasi nya lebih mantab dengan bertambahnya pressure. Kalau mau membuka dalam tekanan tinggi ini perlu equalizer untuk menyamakan pressure di upstream dengan di cavity, supaya ball nya bisa diputar (ngga kejepit).(Ball valve dilengkapi denga apa yang disebut blowout stem, sehingga waktu buka baik itu hight pressure maupun low pressure, nggak ada pengaruhnya. Kalo over pressure di cavity, kalo self release design itu nggak perlu lagi equalizer, karena dengan sendiri over pressure direlease lewat seat. Kalo double piston affect, biasanya valve sudah diattached dengan PSV kecil, sehingga kalo ada over pressure di cavity direlease dari PSV)

Kalau mau yang mantab untuk low pressure ya pakai globe valve saja pak kalau ngga ada urusan dengan pigging. (Globe valve bisa juga dipake buat throttling line for high pressure juga, tergantung ratingnya berapa).

Tanggapan selengkapnya dari Diskusi Mailing List Migas Indonesia yang berlangsung pada bulan Mei 2007 ini dapat dilihat pada file berikut: