Dermaga adalah bangunan sebagai bagian dari Pelabuhan yang berfungsi untuk menambatkan/merapatkan kapal. Dermaga sebenarnya ada dua jenis: 1. Type Wharf yaitu dermaga yang berada di garis pantai dan sejajar dengan pantai ; 2. Jetty yaitu dermaga yang menjorok ke laut. Dan biasanya dihubungkan ke daratan dengan jembatan. Jika perairan dangkal atau kedalaman yang cukup agak jauh dari daratan maka secara ekonomis dibuat jenis jetty karena tidak butuh pengerukan. Tapi jika untuk mengembangkan daerah pesisir pantai sebagai gudang, industri, dll maka dibutuhkan wharf dan dipertimbangkan untuk adanya reklamasi pantai.

Tanya – titus

Dear Milister..salam kenal..

Bisa minta tolong untuk info tentang kriteria apa sajakah yang harus diperhatikan dalam membuat suatu dermaga/jetty,
Terima kasih..

Tanggapan 1 – uci sanusi

Bp. Titus,

Saya akan coba menjawab berdasarkan pengalaman.

1. Dermaga (continuous quay) biasanya di pantai. Kalau dari sisi marine biasanya harus dicek apakah ada breakwater, kalau ada breakwater biasanya wave load diabaikan, yang ditinjau hanya beban2 sesuai peraturan PIANC atau BS 6349, misal berthing load, mooring load, hull pressure, crane load, container stacking, port operation dll. Biasanya dipakai untuk container terminal yang aktifitas pelabuhan sangat tinggi dan bebannya berat2.

2. Kalau seperti jetty yang menggunakan dolphin di daerah yang arusnya kuat (tidak ada breakwater), wave load harus ditinjau plus beban2 lain seperti yang di atas minus beban port. Dolphin dapat mengurangi volume beton (murah) karena mungkin yang ke kapal hanya pipa atau conveyor jadi tidak perlu beton banyak2.

3. Faktor korosi tiang pancang kalau menggunakan steel pile dan juga pada sambungan tiang pancang beton (bisa dibalut dengan semacam isolatip).

4. Draft kapal, ini juga penting. Apakah kedalaman seabed cukup untuk kelas kapal yang akan bersandar jangan sampai karam begitu, apakah diperlukan dredging alias peta Bathymetric bisa beli di Dishidros AL.

5. Pemilihan fender, tergantung pada perhitungan energi tumbukan kapal. Biasanya bridgestone memberikan manual dengan cuma2 atau saingannya fentek.

6. Buku yang dijual bebas di Gramedia judulnya Pelabuhan, karangan DR. Bambang Triatmojo dosen UGM, cukup bagus, tp jelas perlu literatur lain seperti BS 6349, Fender brochures.

Thanks

Tanggapan 2 – Nasrul Syahruddin

Saya pengen nambahin yang disampaikan Pak Didi yang sebenarnya sudah cukup untuk preliminary considerations…

1. Perlu di consider mengenai new-code seperti ISPS (International Ship
& Port Facility Security), untuk comply dengan code tsb mungkin perlu tambahan anggaran ?

2. Loading/Unloading facilities

3. Harbour Towage Services (Tug-Boat and Mooring Boats)

Tanggapan 3 – anang hanafi

Perkenankan untuk sekedar menambahkan, Dermaga adalah bangunan sebagai bagian dari Pelabuhan yang berfungsi untuk menambatkan/merapatkan kapal.

Dermaga sebenarnya ada dua jenis:

1. Type Wharf yaitu dermaga yang berada di garis pantai dan sejajar dengan pantai.

2. Jetty yaitu dermaga yang menjorok ke laut. Dan biasanya dihubungkan ke daratan dengan jembatan.

Jika perairan dangkal atau kedalaman yang cukup agak jauh dari daratan maka secara ekonomis dibuat jenis jetty karena tidak butuh pengerukan. Tapi jika untuk mengembangkan daerah pesisir pantai sebagai gudang, industri, dll maka dibutuhkan wharf dan dipertimbangkan untuk adanya reklamasi pantai. Jenis kapal yang akan dilayani juga menentukan klo butuh buat bongkar muat yah lebih cocok wharf, tapi klo kapal Tanker yg butuh kedalaman yang cukup, lebih cocok jetty atau dolphin di laut atau pakai pipa bawah laut saja.

Aspek lain yang harus dipertimbangkan alur pelayaran dengan kedalaman dan lebar yang cukup untuk bisa dilalui kapal. Kolam Pelabuhan untuk bongkar muat dengan kedalaman dan luas yang cukup untuk manuver kapal (untuk wharf). Breakwater untuk melindungi dermaga dan kolam pelabuhan dari hantaman ombak langsung dari laut. Alat2 penambat dolphin plus fender untuk kapal merapat sambil menunggu antrian di dermaga jika lalulintasnya sibuk. Dan juga mungkin perlu dipertimbangkan kondisi tingkat Sedimentasi laut yang ada, karena berpengaruh terhadap maintenance alur dan kolam, sehinga butuh pengerukan yang biayanya juga lumayan.

Mungkin itu dulu, yang terpenting harus ada feasibility studinya dulu Mas sebelum memutuskan untuk buat dermaga.