Saya sedang mencari workshop yang bisa melakukan rekondisi terhadap shaft ukuran diameter 400-500 mm, yaitu pada posisi kiri-kanan pada posisi dudukan bearing. Shaft tersebut adalah untuk roll mill. Ada 2 shaft yang harus diperbaiki, sehingga total 4 posisi yang perlu diperbaiki. Workshop tersebut harus berada di pulau Jawa. Pembahasan selengkapnya dari Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia bulan Mei 2007 mengenai Workshop rekondisi shaft diameter 400-500 mm dapat dilihat selengkapnya pada halaman berikut.

Tanya – sh giant

Milister,

Saya sedang mencari workshop yang bisa melakukan rekondisi terhadap shaft ukuran diameter 400-500 mm, yaitu pada posisi kiri-kanan pada posisi dudukan bearing. Shaft tersebut adalah untuk roll mill. Ada 2 shaft yang harus diperbaiki, sehingga total 4 posisi yang perlu diperbaiki.
Bila ada yang bisa bantu saya, please japri. Ditunggu.
Note: Workshop tersebut harus berada di pulau Jawa.
Terima kasih dan salam.

Tanggapan 1 – Andhika, Ibnu

Pak SH,

Kenapa gak in-situ work aja?
Kalo grinding, polishing aja perkara umum.

Tanggapan 2 – sh giant

Tidak perlu in-situ karena ada spare.

Mungkin bagi Bapak umum, tapi kenyataannya tidak karena sudah beberapa kali kami perbaiki tetap saja rusak.
Bisa bantu?
Bila Bapak tertarik, akan saya forward data teknis shaft tersebut termasuk kondisi operasionalnya dan perbaikan seperti apa yang pernah dilakukan.

Tanggapan 3 – Irdianto, Fahrisa

Pak Sh,

Apakah roll bapak rusak dibagian jurnalnya? kalo bole tahu & mungkin bisa membantu roll tersebut pada mesin apa?

Terimakasih,

Tanggapan 4 – titus

Salam kenal Pak SH,

Saya membaca dari milis yang Bpk tuliskan, sepertinya saya tertarik dengan problem yang ada, bisa tolong forwardkan ke saya, data/spesifikasi teknis dari shaft tersebut dan operasionalnya, mungkin saya bisa membantu.

Tanggapan 5 – Erni Arifin

Bapak SH Giant,

Mungkin Bapak bisa hubungi

PT. Matco Prima
Telephone: +62(21)47881376
Contact Person: Bapak Budiono

Tanggapan 6 – Indera Sadikin

Menurut saya grinding dan polish shaft itu ilegal Pak Ibnu. Memang umum tapi hanya untuk aplikasi ecek2 seperti pin atau beban statik karena shaft pasti sudah oval. Mungkin ada rekan lain yang punya pengalaman grinding dan polishing shaft? Thanks.

Tanggapan 7 – Andhika, Ibnu

Pak Indera – salam kenal,

Sedikit share pengalaman,

Shaft poda mesin diesel diperbolehkan di kurangi diameter-nya untuk menghilangkan hot spot sebagai potential crack. Tentu saja perlu bearing yang under-size.
Polishing untuk finishing surface guna mencapai roughness sesuai design peralatan/mesin atau lubrication-nya. Mesin diesel disini – dari yang small (high speed) sampai yang low speed (crosshead 2 stroke) Yang sering dilupakan adalah test kerataan permukaan journal pada tiap R, untuk mengetahui apakan journal tirus bahkan bergelombang.

Untuk case pak SH, saya penasaran soal kenapa bisa rusak? Apakah ini vertical mill, ball mill, kiln, dsb? pls advise

Mohon sharing & koreksi rekan2 lainnya.

Tanggapan 8 – Indera Sadikin

Salam kenal Pak Ibnu,

Mungkin yang Bapak maksud adalah machining untuk mengurangi diameter. Tentu saja ini boleh dengan catatan bore diameter bearing kita undersize dan perlebar tapaknya untuk kompensasi contact surface yang berkurang. Jadi perlu dilakukan analisis kekuatan kembali dan pemilihan bearing ulang.

Polishing juga pernah saya lakukan untuk shaft tapi hanya untuk mengurangi diameter dalam ukuran sangat kecil dan shaft tetap harus kita naikkan ke mesin bubut, setting dan re-dial. Artinya tetap harus dikerjakan di workshop. Yang saya tangkap maksudnya dari grinding dan polishing in-situ adalah shaft dikurangi diameter tanpa dinaikkan ke mesin bubut. Yang nekat begini kalau ketahuan langsung saya reject shaftnya hehehe.

Tanggapan 9 – UBS 5

Salam kenal dan izin gabung,

Saya pernah kerja lama di recondition work shop PT.SSE VDHI Singapore. Betul yang dikatakan oleh pak Indera, Hal tersebut sering kita sebut dengan line grinding (naik di mesin grinding) jika memenang shaftnya yang harus under size dengan catatan bahwa shaft tersebut masih dalam batas under size maximum. Yang juga penting diperhatikan selain R pada journal kita harus memastikan dengan teknik NDE ( MPI : Magnetic Particle Examination dengan wet method) untuk mendeteksi adanya CRACK ke setiap journalnya dalam proses under size tersebut
Atau cara lain yang cukup bagus adalah tidak di under size tapi kita bikin shaft tersebut ke ukuran semula atau standard yaitu dengan teknik chrome plating.