Pemimpin yang kita impikan adalah pemimpin yang memiliki kemampuan sebagai Leader yang dapat menunjukkan arah dan sebagai Manager yang dapat melakukan koordinas walaupun sebenarnya yang utama adalah yang memiliki Tatanilai yang sangat kuat. Pada kenyataannya tanpa memandang sisi Ahklak nya, manusia ada yang memiliki kemampuan Managemen tanpa memiliki kemampuan Leadership, ada yang memiliki kemampuan Leadership tanpa memiliki kemampuan Management ada juga yang memiliki Kedua duanya.

Pembahasan – rama

Dengan hormat,

Pada pancingan pertama minggu yang lalu ada lebih dari 30 rekan yang menjawab sambil sharing jawabannya dengan tambahan beberapa pertanyaan dan tanggapan soal Leadership dari pak Elwin dan pak Tri maupun tanggapan bandingan dengan beberapa teori baik itu SR theory dan classical conditioning yang di lemparkan oleh pak Ary yang jawaban dan tanggapan dari saya akan saya sampaikan pada tulisan berikut. Hari ini sesuai dengan janji saya, berhubungan dengan pancingan minggu yang lalu sebagai berikut:

Dari jawaban atas pertanyaan pancingan 01, dapat kita membaginya kedalam kelompok yaitu

1) Kelompok yang langsung menentukan tujuan tanpa alasan sama sekali walaupun sebenarnya bukan tanpa alasan melainkan didasari oleh:

a. Alasan keinginan pribadinya

b. Asumsi keinginan kelompok yang harus dibawanya

c. Asumsi spesikasi yang diberikan

2) Kelompok yang langsung menentukan tujuan bersamaan dengan alasan yang disampaikan

a. Alasan kondisi setempat ( dingin, hijau,fresh,susu murni)

b. Alasan jalan menuju tujuan ( dekat,tidak macet)

c. Alasan asumsi keinginan peserta rombongan

3) Kelompok yang masih memerlukan informasi lanjutan mengenai apa dan siapa rombongan yang akan dibawanya untuk bisa menentukan tujuan

Untuk bisa menentukan tujuan, maka syarat yang paling utama adalah dengan menggali terlebih dahulu informasi tentang kelompok yang akan dibawa ini Informasi yang harus digali adalah meliputi Misi (maksud, amanah, tugas) , Tatanilai yang dijadikan pegangan oleh kelompok , Strengths maupun Limitations nya Dinamakan Menggali karena semua informasi tersebut sebenarnya sudah ada dalam diri kelompok tersebut.

Kalau dengan penggalian informasi tersebut ternyata rombongan ini terdiri dari ibu ibu muda yang niatnya berbelanja, maka tujuannya pasti akan berbeda dengan kalau rombongan ini terdiri dari para Insinyur Panas Bumi. Kalaupun pesertanya ibu ibu muda , maka tujuannya menjadi lebih jelas yaitu Bandung, akan tetapi kita masih harus menggali informasi lebih dalam lagi karena untuk menuju Bandung ada lebih dari 8 pilihan jalan yang harus anda tentukan agar misi anda dapt dilakukan dengan baik, karena kalau ternyata jalan yang harus ditempuh oleh rombongan yang uangnya sedang waktunya banyak akan berbeda dengan rombongan yang uangnya berlimpah dan waktunya sedikit, yang satu mungkin dengan bus yang lainnya bisa dengan kapal terbang.

Dari cerita ini,jelas bahwa untuk menentukan Tujuan maupun Memilih jalan yang tepat, memerlukan penggalian informasi selengkap lengkap nya. Menentukan tujuan artinyanya menentukan Visi Memilih jalan yang tepat berarti Strategi Menggali informasi dinamakan Discovering Process ( Misi, Values,Strengths,Limitations).

Pada kenyataannya didunia bisnis banyak orang yang menentukan Visi tanpa melalui Discovering Process Ada juga perusahaan yang menentukan Visi atas dasar meniru orang lain yang sukses dibidang tersebut.
Yang terbaik adalah apabila kita dapat melakukan Discovering Process terus menerus sehingga kita dapat menentukan Visi yang tepat dan Strategi yang benar, sesuai dengan Misi, Values dan Strengths kita.

Tanggapan 1 – rama

Menjawab pertanyaan pak Elwin dan mendukung tanggapan pak Tri dengan yang mengutip falsafaf Ki Hajar Dewantoro , menurut hemat saya pertanyaan ini timbul dari kebutuhan kita yang sedemikian besar akan perlunya sosok seorang ‘ pemimpin ‘ di negeri kita yang tercinta ini. Sekarang ada pendapat bahwa presiden seharusnya seorang Manajer (walaupun Gus Dur bilang bukan hanya itu karena juga harus Leader) Ada juga yang berpendapat Menteri seharusnya seorang manager ( walaupun ada bilang itu urusan Dirjen). Ada juga pendapat yang bilang ‘Pejabat’ adalah seorang manager, sehingga konotasi Manager adalah orang yang ‘menggunakan’ kekuasaannya untuk memerintah orang lain. Jadi mana yang Leader mana yang Manager mana yang Pemimpin?

Marilah kita kembali melihat definisi yang dibuat oleh beberapa teori tentang ini.

* Leader secara umum tugasnya adalah

* menentukan Visi dan memilih Strategi

* dibutuhkan bakat Futuristic dan Strategic

* Manager secara umum tugasnya adalah

* Mengkoordinir orang menuju sasaran yang sama

* Dibutuhkan bakat Arranger dan Discipline

Pemimpin yang kita impikan adalah pemimpin yang memiliki kemampuan sebagai Leader yang dapat menunjukkan arah dan sebagai Manager yang dapat melakukan koordinas walaupun sebenarnya yang utama adalah yang memiliki Tatanilai yang sangat kuat.

Pada kenyataannya tanpa memandang sisi Ahklak nya, manusia ada yang memiliki kemampuan Managemen tanpa memiliki kemampuan Leadership, ada yang memiliki kemampuan Leadership tanpa memiliki kemampuan Management ada juga yang memiliki Kedua duanya.

* Baik Leader maupun Manager, seharusnya tidak ‘menggunakan ‘ kekuasaan untuk tujuan mengontrol karena manusia pada dasarnya tidak mau dikontrol, jadi untuk membuat manusia melakukan apa yang dia inginkan dilakukan dengan cara ‘mempengaruhi’ mereka untuk mengikutinya dan ini dapat dilakukan hanya dengan menjadi Panutan

* Baik Leader maupun Manager bekerja berdasarnya amanah (mission) yang diberikan oleh para Stake Holder (termasuk bawahannya)

* Baik Leader maupun Manager adalah pemimpin dengan lingkup peran yang berbeda, yang satu lebih global yang lainnya lebih rinci

* Baik Leader maupun Manager dibutuhkan dinegeri ini untuk bekerja sama membangun negeri

-Kalau kita punya pemimpin yang kemampuannya hanya sebagai Manager, bagus !! karena kita punya lembaga yang menentukan Arah dan Strategi bangsa yaitu MPR dengan GBHN nya, jadi pelajari dulu GBHN , yakini bahwa itu adalah yang terbaik ,lalu jalankan dengan sebaik baik nya.

-Kalau kita punya pemimpin yang kemampuannya hanya sebagai Leader, bagus !!! carilah menteri menteri yang memiliki kemampuan Manager

-Kalau kita punya pemimpin yang memiliki kemampuan Leader dan Manager, alhamdullilah !!!

Pemimpin yang kita perlukan perlukan adalah mereka yang memiliki kemampuan sebagai Manager atau Leader ataupun kedua dua nya dan yang paling penting memiliki Akhlak yang tinggi.

falsafah peninggalan Bapak Pendidikan kita Ki Hajar Dewantoro yang terkenal dengan ‘ Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani’. Dapat menggambarkan contoh dari salah seorang sosok pemimpin yang dimaksud yaitu memiliki Ahklak yang dapat menjadi Suri tauladan, kemampuan Arranger dan bakat Positivity walaupun disini tidak disebutkan adanya kemampuan Visioner
Menjawab pertanyaan pak Elwin dan mendukung tanggapan pak Tri dengan yang mengutip falsafaf Ki Hajar Dewantoro , menurut hemat saya pertanyaan ini timbul dari kebutuhan kita yang sedemikian besar akan perlunya sosok seorang ‘ pemimpin ‘ di negeri kita yang tercinta ini. Sekarang ada pendapat bahwa presiden seharusnya seorang Manajer (walaupun Gus Dur bilang bukan hanya itu karena juga harus Leader)
Ada juga yang berpendapat Menteri seharusnya seorang manager ( walaupun ada bilang itu urusan Dirjen). Ada juga pendapat yang bilang ‘Pejabat’ adalah seorang manager, sehingga konotasi Manager adalah orang yang ‘menggunakan’ kekuasaannya untuk memerintah orang lain. Jadi mana yang Leader mana yang Manager mana yang Pemimpin?

Marilah kita kembali melihat definisi yang dibuat oleh beberapa teori tentang ini.

* Leader secara umum tugasnya adalah

* menentukan Visi dan memilih Strategi

* dibutuhkan bakat Futuristic dan Strategic

* Manager secara umum tugasnya adalah

* Mengkoordinir orang menuju sasaran yang sama

* Dibutuhkan bakat Arranger dan Discipline

Pemimpin yang kita impikan adalah pemimpin yang memiliki kemampuan sebagai Leader yang dapat menunjukkan arah dan sebagai Manager yang dapat melakukan koordinas walaupun sebenarnya yang utama adalah yang memiliki Tatanilai yang sangat kuat.

Pada kenyataannya tanpa memandang sisi Ahklak nya, manusia ada yang memiliki kemampuan Managemen tanpa memiliki kemampuan Leadership, ada yang memiliki kemampuan Leadership tanpa memiliki kemampuan Management ada juga yang memiliki Kedua duanya.

* Baik Leader maupun Manager, seharusnya tidak ‘menggunakan ‘ kekuasaan untuk tujuan mengontrol karena manusia pada dasarnya tidak mau dikontrol, jadi untuk membuat manusia melakukan apa yang dia inginkan dilakukan dengan cara ‘mempengaruhi’ mereka untuk mengikutinya dan ini dapat dilakukan hanya dengan menjadi Panutan

* Baik Leader maupun Manager bekerja berdasarnya amanah (mission) yang diberikan oleh para Stake Holder (termasuk bawahannya)

* Baik Leader maupun Manager adalah pemimpin dengan lingkup peran yang berbeda, yang satu lebih global yang lainnya lebih rinci

* Baik Leader maupun Manager dibutuhkan dinegeri ini untuk bekerja sama membangun negeri

-Kalau kita punya pemimpin yang kemampuannya hanya sebagai Manager, bagus !! karena kita punya lembaga yang menentukan Arah dan Strategi bangsa yaitu MPR dengan GBHN nya, jadi pelajari dulu GBHN , yakini bahwa itu adalah yang terbaik ,lalu jalankan dengan sebaik baik nya.

-Kalau kita punya pemimpin yang kemampuannya hanya sebagai Leader, bagus !!! carilah menteri menteri yang memiliki kemampuan Manager

-Kalau kita punya pemimpin yang memiliki kemampuan Leader dan Manager, alhamdullilah !!!

Pemimpin yang kita perlukan perlukan adalah mereka yang memiliki kemampuan sebagai Manager atau Leader ataupun kedua dua nya dan yang paling penting memiliki Akhlak yang tinggi.

falsafah peninggalan Bapak Pendidikan kita Ki Hajar Dewantoro yang terkenal dengan ‘ Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani’. dapat menggambarkan contoh dari salah seorang sosok pemimpin yang dimaksud yaitu memiliki Ahklak yang dapat menjadi Suri tauladan, kemampuan Arranger dan bakat Positivity walaupun disini tidak disebutkan adanya kemampuan Visioner

Tanggapan 2 – desmawati

Saya setuju sekali dengan yang dikemukakan oleh pak Rama. Seorang pemimpin tanpa kemampuan sebagai manajer, maka barisan yang dipimpinnya kacau balau, takkan bisa mencapai target yang diinginkan sampai akhir masa kepemimpinannya. Tetapi juga bila seorang pemimpin tidak mampu berikan visi dan kemampuan futuristic dan strategic, maka barisannya yang dipimpinnya hanya akan jalan ditempat, bahkan akan selalu kalah dalam lomba apapun, karena sang pemimpin tidak bisa memberikan strategi yang tepat, maupun antisipasi masalah di masa yang akan datang.

Itulah yang mungkin terjadi selama ini pada bangsa kita.