Select Page

Dari banyak diskusi process, ada kondisi yang kelihatannya maju kena mundur kena, bagi si tukang process design. Salah satu element yang penting adalah masalah umum dan mendasar yang pasti banyak dibutuhkan, yaitu penentuan control valve and its piping. Dari diskusi yang sudah-sudah, kalau pressure drop di control valve cukup besar maka akan banyak efek negative nya seperti: cavitation, flashing, noise, vibration ( dengan segala akibatnya terhadap instalasi valve dan piping yang ada ), erosion/abration, choking, dll.

Pembahasan – Tahzudin.Noor

Dari banyak diskusi process, ada kondisi yang kelihatannya maju kena mundur kena, bagi si tukang process design. Salah satu element yang penting adalah masalah umum dan mendasar yang pasti banyak dibutuhkan, yaitu penentuan control valve and its piping.

Dari diskusi-diskusi yang sudah, kalau pressure drop di control valve cukup besar maka akan banyak efek negative nya seperti: cavitation, flashing, noise, vibration ( dengan segala akibatnya terhadap instalasi valve dan piping yang ada ), erosion/abration, choking, dll.

Jadi secara common sense kenapa process designer tidak mengusahakan untuk memperkecil pressure drop pada control valve sekecil mungkin dan berusaha untuk membagi/mendistribusikan pressure drop yang lebih besar (sisanya) sedapat mungkin secara merata di piping system dengan segala macam cara sehingga control valve awet dan tak bermasalah ( sisi negative yang disebutkan di atas bisa dihilangkan).

Tanggapan 1 – cahyohardo

Menurut saya, jawabannya ada dua. Pertama adalah si process engineer (PE) ini tahu, tapi tidak mau tahu. Lho? Yap, sebab dia merasa ini adalah bagiannya instrument engineer. Baginya cukup sampai nge-run process flow diagram dan P&ID.

Yang kedua, adalah PE yang tidak tahu (?) Lho..

Umumnya, ketika sedang nge-run PFD untuk mendesain satu kesatuan utuh process plant, orang akan lupa yang kecil2. Maklum, kalau lihat isinya hysys, orang seperti terbuai bahwa dia adalah segalanya sehingga lupa akan prinsip dasar, yang salah satunya adalah kesetimbangan fasa dan perubahan yang terjadi akibat factor luar, seperti penurunan tekanan atau pemanasan, atau pendinginan.

Koq bisa? Sebab, control valve biasanya tidaklah terlirik oleh seorang PE karena tidak ‘mengasyikkan’ ketimbang kolom dehydrator atau sistem refrijerasi .
Sehingga dia lupa melihat angka di hysys yang menunjukkan perubahan fasa setelah lewat control valve, yaitu vapor/phase fraction…

Pembetulannya…

He..he.harusnya sekarang sudah tidak terjadi lagikarena, seperti yang Pak Tahz katakana di e-mail, itu seharusnya meng-ilhami untuk menawar prinsip rule of thumb di control valve design, yang katanya ‘minta jatah’ 30% pressure drop dari keseluruhan sistem agar bagus. Jika tidak, maka controlabilitynya jadi jelek karena hubungan input-outputnya tidaklah linear.

Well, ini bukannya tugas PE tapi si pendesain control valve supaya mendesain control valve yang jika dipasang di perpipaan, maka installed-characteristic-nya jadi linear. Jika engga, maka saya lagi2 pasti akan selalu melihat dua kontrol valve bertipe equal percentage yang dipasang parallel yang dirangkai oleh split control mode. Katanya sih, hanya valve equal percentage yang akan jadi linear jika digabung dengan perpipaan. Dan jika sial, siap2 aja project engineer atau project manager bersungut2 karena harus merogoh kocek lebih banyak.ha..ha.So, buat vendor, eh, manufactur, ini adalah tantangan tersendiri.

Sekarang hysys sudah ada yang model dynamic, jadi bisa dikaitkan dengan waktu. Harusnya, masalah control valve ini juga jadi bagian study yang melekat dalam perancangan sebuah pabrik, dan bukan cuma digunakan untuk merancang blowdown system. Katanya, hysys dynamic bisa menebak fungsi tranfer dari proses, control valve dan perpipaan. Bahkan dia bisa men-tuning. Jika emang bisa, harusnya bisa direka-reka khan, mana yang terbaik meski tetap ada batasannya , yaitu yach control valve characteristik itu sendiri…Masalahnya, apakah emang perlu selalu dilakukan??

Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia selengkapnya dapat dilihat dalam file berikut:

Share This