Select Page

Larutan Sulfinol sebenarnya merupakan larutan penyerap hibrida. Disebut hibrida karena didalamnya Merupakan campuran penyerapan secara fisik (physical absorption) dan larutan kimiawi ( chemical absorption). Sulfolane memiliki sifat penyerapan fisik karena proses yang terjadi adalah pelarutan gas seperti H2S dan CO2 didalam solvent sulfolane.
Penyerapan kimiawi terdiri dari MDEA atau DIPA. Bila MDEA yang digunakan sebagai canpurannya ( plus air tentunya), prosesnya dinamakan M-Sulfinol. Bila DIPA yang digunakan maka prosesnya disebut D-Sulfinol. D-Sulfinol digunakan untuk proses Penyerapan yang membutuhkan spesifikasi CO2 dan H2S cukup rendah seperti di proses pembuatan LNG. M-Sulfinol digunakan untuk spesifikasi pipeline gas atau proses yang membutuhkan selektifitas tertentu terhadap H2S.

Tanya – Mico Siahaan

Dear all,

Saya sedang market riset mengenai sulfolane. Yang saya baca dari internet:

Sulfolane (tetra-hydrothiophene dioxide) digunakan untuk:

1. pelarut

2. pemisahan hidrokarbon aromatil

3. pemisahan n-propyl alcohol dengan sec-butyl alcohol

4. pemurnian gas alam, misalnya dalam proses sulfinol

5. plasticizer

Apakah ada kegunaan lainnya?

Kemudian, di Indonesia plant mana saja yang menggunakan sulfolane ini?
Jika ada yang pabrik/plant nya menggunakan sulfolane, tolong hubungi saya ya, japri saja. Saya perlu menanyakan beberapa pertanyaan.
Terima kasih

Wah, kelihatannya tidak ada yang bersedia membantu saya ya 🙂

Anyway, saya ingat mengena1 proses Benfield dan sulfinol pernah dibahas di milis ini. Apakah ada yang menggunakan proses sulfinol untuk memisahkan sulfur dari gas?

Tanggapan 1 – Mahmud Razali

dear pak Siahaan,

Ditempat kami, absorber untuk feed gas sebelum dibuat LNG memakai campuran larutan 43% Sulfinol+ 39% Sulfolene + dan digenapi dengan Air.

Kandungan sulfur dari feed sekitar 0.45% cukup untuk menghasilkan sekitar
450 Ton granular sulfur perhari (setelah proses enrichment).

Saat enrichment, sulfur digaet lebih dulu sama Lean Flexorbs (43%).

Tanggapan 2 – Mico Siahaan

Pak Mahmud,

Sulfinol ini apakah termasuk kategori alkanolamine? (berdasarkan diagram proses Sulfinol yang saya dapat dari milis ini). Apakah Bapak tahu kelebihan maupun kekurangan proses Sulfinol ini dibandingkan Benfield?

Saat ini, untuk menghilangkan sulfur dari natural gas, di Indonesia kebanyakan menggunakan proses apa ya?

Btw, jika flexorb dapat menggaet sulfur, mengapa tidak digunakan sedari awal (tidak perlu menggunakan Sulfinol)?

Tanggapan 3 – Ardiwan Zubir

Pak Mico,tambahan sedikit

Di perusahaan tempat saya bekerja menggunakan Sulfinol sebagai absorber ( H2S dan CO2 removal )karena feed gasnya mempunyai kandungan H2S yang cukup tinggi ,sekitar 0.4 % mole dan kandungan CO2 nya sekitar 2.5 % mole.
Sedangkan Benfield ( Larutan Pottasium-Carbonat )berkecenderungan lebih untuk menyerap kadar CO2 yang tinggi dalam feed gas ,contohnya PT.Arun menggunakan Benfield solution,karena kadar di CO2 di feedgas nya ada sekitar 17% mole dan trace H2S ( feed dari Lhok Sukon ).
Menurut literatur,Flexsorb pada AcidGas enrichment adalah : Specifically designed for selective removal of H2S from gas stream containing significant amount of CO2.
Jadi flexsorb ini lebih reactive terhadap H2S ketimbang CO2. Unit ini di -tempat kami mempunya feed komposisi : 73 % CO2 dan 20 % H2S,setelah di enrich dengan flexsorb komposisinya berubah jadi : 50 % CO2 dan 48 % H2S ==> sebagai gas umpan untuk Sulphur Recovery Unit, yang menghasilkan sulphur yang lebih bagus kwalitasnya ( bright yellow ).
Environmental issue lebih untuk SRU ini ketimbang financial aspek.

Tanggapan 4 – Mahmud Razali

Dear pak Mico,

Penjelasan pak Ardiwan dibawah rasanya sudah jelas. Alkanolamine yang bapak maksudkan tepatnya Di-Iso Propanol-Amine dalam sulfinol (dari UOP).

Kalau larutan benfield terdiri atas K2CO3 dan KHCO3 (dari Union Carbide).

Dan lean flexorb adalah berupa hindered sterikal Amine (dari Exxon Research & Engg Co.).

Tanggapan 5 – Wijaya, Agus

Larutan Sulfinol sebenarnya merupakan larutan penyerap hibrida. Disebut hibrida karena didalamnya Merupakan campuran penyerapan secara fisik (physical absorption) dan larutan kimiawi ( chemical absorption).
Sulfolane memiliki sifat penyerapan fisik karena proses yang terjadi adalah pelarutan gas seperti H2S dan CO2 didalam solvent sulfolane.
Penyerapan kimiawi terdiri dari MDEA atau DIPA. Bila MDEA yang digunakan sebagai canpurannya ( plus air tentunya), prosesnya dinamakan M-Sulfinol. Bila DIPA yang digunakan maka prosesnya disebut D-Sulfinol. D-Sulfinol digunakan untuk proses Penyerapan yang membutuhkan spesifikasi CO2 dan H2S cukup rendah seperti di proses pembuatan LNG. M-Sulfinol digunakan untuk spesifikasi pipeline gas atau proses yang membutuhkan selektifitas tertentu terhadap H2S.
Karena Sulfolane memiliki sifat pelarut yang baik untuk hidrokarbon, maka diperlukan telaah yang lebih rinci tentang komposisi gas umpan. Gas alam yang mengandung banyak LPG atau kadar BTX sebaiknya tidak menggunakan Sulfinol untuk penyerapan karena akan terjadi hydrocarbon coabsorption yang akan cenderung menciptakan kondisi foaming dan hidrokarbon loss di acid gas stream. Bila gas tersebut mengandung H2S, dan gas buangnya yang berupa acid gasnya dilewatkan ke Sulfur recovery Unit maka Sulfur yang dihasilkan akan berwarna kecoklatan atau kuning pucat karena terkontiminasi soot dari proses pembakaran BTX yang tidsk sempurna .

Tanggapan 6 – Mico Siahaan

Wah, terima kasih atas infonya.

Boleh saya lanjutkan diskusinya ya?

Karena Sulfolane memiliki sifat pelarut yang baik untuk hidrokarbon, maka diperlukan telaah yang lebih rinci tentang komposisi gas umpan.

Saya tidak mengerti kalimat ini. Bisa dijelaskan lebih lanjut, Pak Agus?

Mengapa diperlukan telaah yang lebih rinci justru karena sifat pelaturan yang baik?

Gas alam yang mengandung banyak LPG atau kadar BTX sebaiknya tidak menggunakan Sulfinol untuk penyerapan karena akan terjadi hydrocarbon coabsorption yang akan cenderung menciptakan kondisi foaming dan hidrokarbon loss di acid gas stream. Bila gas tersebut mengandung H2S, dan gas buangnya yang berupa acid gasnya dilewatkan ke Sulfur recovery Unit maka Sulfur yang dihasilkan akan berwarna kecoklatan atau kuning pucat karena terkontiminasi soot dari proses pembakaran BTX yang tidsk sempurna .

Apa yang dimaksud dengan hydrocarbon coabsorption? Mengapa kondisi foaming dapat terbentuk oleh hydrocarbon coabsorption?

Apa komposisi dari acid gas? Hidrokarbon loss DI acid gas atau KE acid gas (hidrokarbon terbawa oleh acid gas)?

Share This