Select Page

Untuk pengelasan stainless steel, harus control heat inputnya, kalau terlalu tinggi akan terjadi retak lambat (delayed crack).

Tanya – Saputra, Iwan

Dear all,

Mohon info tentang parameter SAW untuk pengelasan pada mat’l plat SS316L/304 t6~t12mm dengan preparation ‘square butt joint’ ( II ). Karena sampai saat ini kami belum menemukan setting yang tepat untuk joint design tsb.
Dan mengenai flux, berapa lama boleh dipakai setelah keluar dari oven bila hooper di mesin tidak ada heater-nya. Terima kasih.

Tanggapan 1 – supriyatno_gatot

Pak Saputra,

Setahu saya untuk pengelasan stainless steel, kita harus control heat inputnya, kalau terlalu tinggi akan terjadi retak lambat (delayed crack).
Saya belum pernah melihat untuk material S/S dilas dengan SAW, mungkin karena SAW deposit dan heat input nya tinggi, kemungkinan ada efek setelah pengelasan (delayed crack) Square butt joint, umumnya dipakai untuk ketebalan material s/d 6mm. Untuk 12mm sebaiknya menggunakan groove (V groove), kecuali lack of penetration pada 12mm diabaikan Untuk flux, begitu dibuka dari packing (asal packing bagus) bisa langsung digunakan (masukkan ke hooper). Sisa pemakaian yang ada di hooper disimpan di oven Biasanya pihak pabrik flux mengeluarkan buku tatacara pemakaian / penyimpanan flux.

Tanggapan 2 – DARMAYADI

Pak Iwan…

Mohon info yang lebih detail dari problem yand anda hadapi seperti :

– Mesin Las yang anda gunakan merk dan type apa?

– Volt dan Amphere yang anda gunakan berapa ?

– Flux yang anda gunakan type apa?

– Setting yang dimakasud anda belum tepat itu seperti apa?

Tanggapan 3 – Saputra, Iwan

P’Darmayadi,

Kami menggunakan mesin las ESAB LFA 1000 (0~1000A) dan Flux ESAB OK 10.92 (type Neutral).

– Kami sudah mencoba trial beberapa setting, Ampere 300~400 A ; Volt 30~40 V, tetapi masih belum dapat hasil yang memuaskan (IP,IF, reinforcement over height).

Mungkin ada saran atau pengalaman dengan joint preparation tersebut.
Terima kasih.

Tanggapan 4 – DARMAYADI

Pak Iwan,

Mesin las yang anda gunakan termasuk salah satu mesin las yang baik, jadi saya rasa problemnya diproses…
Kalau anda tidak keberatan, bolehkah saya meminta foto dari spesimen yang anda katakan belum memuaskan itu? Pakai japri juga boleh….atau minta tolong pada moderator untuk menyebarkannya ke milis?
Oh ya.. Diameter kawat yang anda gunakan berdiameter berapa???

Tanggapan 5 – supriyatno_gatot

Pak Saputra,

Kalau dari hasil pengelasan SAW bapak terdapat IP=Incomplete Penetration dan IF=Incomplete Fusion, jelas penetrasinya kurang dalam, coba bapak tambah ampere nya atau dibuat kampuh (groove weld) dgn multipass, jika heat input jadi pertimbangan.

Sedang untuk reinforcement yang ketinggian, coba travel speed nya ditambah.

Memang untuk proses SAW harus sering uji coba pada parameter ampere dan travel speed, untuk menghasilkan lasan yang baik.

Share This