QC adalah sistem kendali yang terintregrasi didalam proses.
Berfungsi mencegah terjadinya defect/ non corformity output, salah satu cara yang sudah kita kenal antara lain right from begining atau benar sejak awal. metode ini terbukti mampu mengeliminir non corformity (ketidaksesuaian) pada output dengan pencegahan.
Sedangkan QA lebih tinggi letaknya dalam struktur organisasi, dia memberi terhadap direksi/ management. yang final decision nya adalah layak atau tidaknya produk dikeluarkan. yang tentunya melibatkan proses-proses lainnya seperti produksi, inventory, maintenance. QA lebih menjaga corporate image dengan mencegah defect ke consumen. parameternya hanyalah hitam putih dengan nilai yang telah dirumuskan dalam fungsi yang kita sebut kualitas.

Tanya – Yuyus Uskara

Dear milister Migas,

Mohon penjelasan apa beda antara Quality Assurance dan Quality Control, soalnya sering bingung membedakan QA dan QC.

terima kasih sebelumnya,

Tanggapan 1 – Sonny Hadi

Dear Yuyus Uskara,

Semoga hal ini dapat memberi pencerahan :

QA = Quality Assurance , to lead and operated by assure of an organization successfully, it is necessary to direct and control it in a systematic and transparent manner. Maksudnya adalah meyakinkan / menjamin secara kualitas dengan suatu systemtis kerja dan keterbukaan untuk keberhasilan suatu pekerjaan secara keseluruhan organisasi di setiap lini dengan melalui system control.

QC = Quality Control, to take control of quality by procedural and applicable reference that implemented direct to process system in good and full fill of minimum requirement as finally results. Maksudnya adalah pengendalian mutu dengan procedure kerja berdasarkan referensi yang dapat diterapkan dan diimplementasikan langsung di proses pekerjaan tersebut untuk memenuhi persyaratan minimum sebagai hasil akhir pekerjaan.

Hubungan pendeknya adalah bahwa QA yang meyakinkan / menjamin QC.

Tanggapan 2 – nugroho wicaksono

Mudah-mudahan membantu

Petama saya mohon maaf, dan bantuannya. Jika kurang mohon ditambahi dan jika salah mohon diperbaikannya agar saya tahu yang benar.
sebab ini personal opinion.

QC adalah sistem kendali yang terintregrasi didalam proses.
dia berfungsi mencegah terjadinya defect/ non corformity output, salah satu cara yang sudah kita kenal antara lain right from begining atau benar sejak awal. metode ini terbukti mampu mengeliminir non corformity (ketidaksesuaian) pada output dengan pencegahan.

Sedangkan QA lebih tinggi letaknya dalam struktur organisasi, dia memberi terhadap direksi/ management. yang final decision nya adalah layak atau tidaknya produk dikeluarkan. yang tentunya melibatkan proses-proses lainnya seperti produksi, inventory, maintenance. QA lebih menjaga corporate image dengan mencegah defect ke consumen. parameternya hanyalah hitam putih dengan nilai yang telah dirumuskan dalam fungsi yang kita sebut kualitas.

QC sering membuat suatu organisasi menjadi menggelembung dan gemuk, jika kita tidak memahami konsep produktifitas. karena man-power planning nya akan menggelembung atas nama azas independent, sebenarnya orang-orang yang terlibat dalam proses tersebut itulah fungsi QC. orang Jepang sangat paham akan hal ini dan melahirkan suatu model management yang disebut TQC dengan produknya yang kita kenal sebagai GKM (gugus kendali mutu). kesadaran mereka untuk memperbaiki aktifitas yang tidak perlu dan mengefisienkan langkah proses diluar jam dan lokasi kerja (walaupun sambil minum di kedai minuman keras hingga pulang dalam keadaan mabuk). Sesungguhnya proses PDCA sedang berjalan lewat diskusi non formil.
ini bukan hal yang mudah sebab ‘Management is no Sains’

contonya : Total

Quality Management berasal dari Mike Robson, seorang inggris, berdasarkan prinsip bahwa setiap pekerja secara individu mempunyai tanggung jawab terhadap kualitas pekerjaannya dan pemikiran ini dikembangkan juga kepada para pemasok supaya perusahaan dapat memproduksi barang dan atau jasa yang berkualitas.

Prinsip

ini dikembangkan dari Total Quality Circle yang berasal dari Jepang, dimana para pekerja berkumpul dalam gugus kendali mutu untuk mendiskusikan dan memecahkan masalah dan apa yang dapat dilakukan untuk perbaikan dan peningkatan kualitas.

hingga ‘poke yoke’ dari Shigeo Shingo yang menjadi dasar pengembangan SIX SIGMA.

Semoga dapat memberi wacana baru.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia bulan Juni 2007 dapat dilihat dalam file berikut :