Wait and Weight Method (Engineer Method) dinamakan demikian karena ketika terjadi kick dan kru bor mematikan sumur, mereka harus menunggu (wait) Killing Mud (KM) dipersiapkan dan kemudian sirkulasikan lumpur pemberat baru (weight) ke dalam sumur. Lumpur baru dipompakan lalu OM (Original Mud, lumpur awal) dan infux dikeluarkan melalui choke line.

Tanya – ‘dy_miners’

Dear All,

Mohon Pencerahan tentang Penanganan Well Kick dengan menggunakan metode ‘Wait and Weight Methode’ dan tentang lumpur barite sebagai bahan pemberatnya. Literatur yang saya punya sangan sedikit….
Mohon bantuannya….

Tanggapan 1 – Rio Budiman

Buat Candy. Berikut informasi yg saya tahu ttg pertanyaan anda. Mungkin yg lain bisa menambahkan.

Wait and Weight Method (Engineer Method) dinamakan demikian karena ketika terjadi kick dan kru bor mematikan sumur, mereka harus menunggu (wait) Killing Mud (KM) dipersiapkan dan kemudian sirkulasikan lumpur pemberat baru (weight) ke dalam sumur. Lumpur baru dipompakan lalu OM (Original Mud, lumpur awal)dan infux dikeluarkan melalui choke line.

Atau secara sederhana : Siapkan Killing Mud dan Sirkulasikan keluar influx dengan Killing Mud.

Prosedurnya adalah sbb:

1. Ketika terjadi Kick, tutup sumur.

2. Isi Kill Sheet dan naikkan berat lumpur.

3. Ketika lumpur baru siap, buka choke dan perlahan naikkan tekanan pompa naik ke Kill Rate Pressure (KRP) sambil mempertahankan tekanan casing (SICP) konstan, diatur dengan menggunakan choke. Ketika tekanan pompa naik ke KRP amati tekanan drill pipe (SIDP).

4. Sambil mempertahankan tekanan pompa konstan secara kontinyu pompakan lumpur baru melalui drill pipe. SIDP akan turun ketika lumpur baru dimasukkan ke drill pipe. Penurunan tekanan SIDP dapat dimonitor di kill sheet graph. Choke diatur buka atau tutup untuk mengoreksi fluktuasinya.

5. Ketika KM mencapai bit pertahankan Final Circulation Pressure (FCP) dan jaga stroke pompa konstan hingga lumpur baru mencapai permukaan.

6. Stop pompa, tutup sumur dan periksa aliran.

Keuntungan:

1. Hanya sekali sirkulasi, sekaligus mematikan kick.

2. Tidak terjadi kick susulan.

Kerugian:

1. Memerlukan waktu untuk membuat lumpur berat.

2. Hanya bisa dilakukan bila waktu pembuatan lumpur tidak lama.

3. Bila waktu menunggu lama, influx gas akan mengembang (ekspansi) dan berbahaya.

Semoga bisa membantu.