Select Page

Dari sisi proses mekanikal, pemilihan refrigeran diawali berdasarkan sifat termodinamikanya. Harus dilihat, berapa temperatur ‘heat rejection’ di kondenser yang tersedia, dan berapa temperatur evaporator yang diinginkan (vice versa). Berdasarkan temperatur ini, dipilih refrigeran yang tidak akan memililiki tekanan eksrim untuk mencapainya (terlalu rendah di evap. dan/atau terlalu tinggi di kondenser), dengan kata lain rasio kompresi kompresor tidak terlalu tinggi.

Tanya – E_Sa20 saputra

Dear engineers,<

Mohon dicerahkan dunk,

Bagaimana sih kita memilih refrigerant, faktor apa aj, yang harus dipertimbangkan selain faktor safety n lingkungan tentunya ?

Apakah dengan :

– memperhatikan Q di chiller, kebutuhan power kompresor, Q condensor ?

– memperhatikan refrigerant Q chiller tertentu yang memberikan refrigerant circulation rate yang rendah ?

Apakah perlu dibuat perbandingan data untuk masing2 refrigerant ?

Sebagai gambaran dibawah saya lampirkan simulasi hysys untuk propylene refrigerant untuk re-liquefaction uap ethylene pada ethylene terminal di tempat dulu saya kerja.

Tanggapan – Egi Al Ghifari

Pak Saputra,

Kalau dari sisi proses mekanikal, pemilihan refrigeran diawali berdasarkan sifat termodinamikanya. Harus dilihat, berapa temperatur ‘heat rejection’ di kondenser yang tersedia, dan berapa temperatur evaporator yang diinginkan (vice versa). Berdasarkan temperatur ini, dipilih refrigeran yang tidak akan memililiki tekanan eksrim untuk mencapainya (terlalu rendah di evap. dan/atau terlalu tinggi di kondenser), dengan kata lain rasio kompresi kompresor tidak terlalu tinggi. Jika kondisinya masih tetap ekstrem untuk semua jenis refrigeran, maka harus mempertimbangkan untuk memasang ‘cascade system’.
Selanjutnya, jika ada beberapa refrigeran yang bisa digunakan dari pemilihan di atas, bisa dilihat lebih jauh lagi dari sisi sifat fisik dan kimianya. Dan terakhir dan paling penting, dilihat dari sisi ‘keterbuatan’nya.

Kalau pemilihan refrigeran cuma untuk ‘maen-maen’ di Hysys, tergantung tujuannya apa, kalau tujuannya mencari efisiensi energi, tentunya diambil yg Q di coolernya sesuai dengan kebutuhan pendinginan di proses, dengan power di kompresor paling rendah. Sedangkan kalau tujuannya mencari sistem dengan charge refrigeran yang paling sedikit, tentunya dipilih sistem yg sirkulasinya paling sedikit. Tapi perlu diingat, hasil simulasi ini mungkin tidak ekonomis untuk dibuat.

Share This