Select Page

Sebelum diambil keputusan untuk repair di welding joint material A203 Gr.D. Equipment , sebaiknya dilakukan pemeriksaan yang lebih detil lagi, diantaranya seperti: 1. Pitting corrosionya apakah lokal saja atau pada seluruh pengelasan antara shell dan ring support tsb, kalau lokal saja sifatnya lalu diukur luas area yang mengalami pitting ; 2. Dalam pittingnya berapa?; 3. Pittingnya terjadi pas pada lasnya atau HAZ (Heat Affecting Zone) ; 4. Kalau di daerah HAZ apakah pada shell plate atau ring support plate?

Tanya – Budi Prasetyo budi_prasetyo

Dear all,

Rekan migas, saya mau minta pencerahan mengenai prosedur perbaikan/repair di welding joint material A203 Gr.D. Equipment saya adalah suatu HCl column dengan temperatur operasi antara 70 deg C (Mat’l A516 Gr.70) dan -40 deg C (Mat’l A203 Gr.D), material shell kombinasi antara A516 dari bagian middle ke bawah dan A203 dari bagian middle ke atas. Saat ini saya menemukan pitting di las-lasan antara dinding (shell) dengan ring support untuk tray di bagian material A203. Adakah rekan-rekan yang punya pengalaman mengenai problem tersebut?bagaimanakah cara repairnya?Saya lihat di WPS-nya ada prosedur pre heat nya dan PWHT nya, bagaimanakah teknisnya di lapangan?
Terima kasih atas perhatiannya.

Tanggapan 1 – zukita

Pak Budi,

Sebelum diambil keputusan untuk repair sebaiknya dilakukan pemeriksaan yang lebih detil lagi, diantaranya seperti:

1. Pitting corrosionya apakah lokal saja atau pada seluruh pengelasan antara shell dan ring support tsb, kalau lokal saja sifatnya lalu diukur luas area yang mengalami pitting.

2. Dalam pittingnya berapa?

3. Pittingnya terjadi pas pada lasnya atau HAZ (Heat Affecting Zone)

4. Kalau di daerah HAZ apakah pada shell plate atau ring support plate?

Lalu Bapak teliti juga corrosion allowance (CA) pada gambar desainya. Kalau pitting yang terjadi tidak melebihi CA mungkin tidak perlu direpair dengan pengelasan. Sebaiknya Bapak konsultasi juga dengan bagian Mechanical Design Engineer dan Corrosion Engineer di perusahaan Bapak dengan data data inspeksi tersebut di atas.

Mohon maaf bila info saya ini tidak banyak membantu.

Tanggapan 2 – Budi Prasetyo

Terima kasih Pak Zul,

Pitting yang terjadi tidak merata atau bisa disebut lokal pitting (hanya beberapa titik di sepanjang daerah lasan) dan terjadi di weld metal (area lasan) sampai menembus base metalnya (daerah grove sebelum dilas). Kalo melihat dari spec Corrosion allowance nya, piting yang terjadi sudah melebihi batas yang di syaratkan.
Tebal ring support sekitar 12 mm dan tebal dinding sekitar 19 mm, corr allowance 3 mm.
Sebelumnya juga terjadi pitting tapi masih di bawah Corr Allowance nya dan tidak di repair, sekarang setelah sekitar 1 th operasi, pitting nya semakin dalam dan meluas. Kira-kira apakah penyebab utamanya dan bisakah dihindari?
Terima kasih atas perhatiannya.

Tanggapan 3 – zukita

Pak Budi,

Pertanyaanya semakin menjurus dan sangat sulit bagi saya menjawabnya.
Disamping kita sangat berjauhan sehingga sulit bagi saya melihat langsung kondisi kejadianya untuk bisa menjawab penyebab utamanya. Lagipula ilmu saya mengenai analisa kerusakan seperti ini sangat pas-pasan.

Sebaiknya memang harus dicari penyebab utamanya agar dapat dilakukan pencegahan berkembang. Apalagi kalau saya lihat vessel ini servicenya adalah HCl (asam kuat?) dan vesselnya diharuskan PWHT setelah pengelasan.

Saya sarankan Bapak menghubungi pakar tentang hal ini bisa ke BPPT Serpong, atau Jurusan Mesin ITB (Pak Husaini Ardi atau Pak Slameto atau Pak Arief Basuki), atau mungkin yang lainya.

Share This