Select Page

CO2 dan H2S Removal plant adalah area yang sangat2 korosif . Untuk menentukan material apa yang akan dipakai harus concern dengan acid gas corrosion (metal wastage, thinning), amine SCC / stress corrosion cracking dan erosion / corrosion pada amine circuit-nya (baik rich maupun lean amine circuit).

Tanya – haris kurnianto

Mohon informasi:

Spec material untuk CO2 & H2S removal plant kira-2 spt apa??? Apa ada alternatif material selain metal???
Selain NACE, apa ada code/standard yg lain??? Apakah percentage C02 & H2S, berpengaruh
significant???
Pak Budhi, kalau ada topik ini saya pingin dapat copy-nya, maaf sebelumnya.
Terimakasih.

Tanggapan – Hasanuddin

Pak Haris,

CO2 dan H2S Removal plant adalah area yang sangat2 korosif . Untuk menentukan material apa yang akan dipake harus concern dengan acid gas corrosion (metal wastage, thinning), amine SCC / stress corrosion cracking dan erosion / corrosion pada amine circuit-nya (baik rich maupun lean amine circuit).

Karena tingginya tingkat CO2 dari feed gas stream pada CO2 removal yang kadang bareng dengan air, material baja karbon akan mengalami proses korosi (pitting dan metal lost) karena formasi asam karbonik. Faktor turbulensi dan kecepatan alir fluida mempercepat laju korosinya sehingga dapat memperparah kondisi material.

Material2 yang umum dipake pada CO2/H2S removal adalah TP 304 dan 316 SS. Untuk mengcover amine SCC yang bersentuhan langsung dengan aminesolvent (rich/lean), semua sambungan las pada pressure part biasanya di PWHT disesuaikan dengan hardness-nya. Kalo bisa jangan mengunakan threaded connection pada stream amine-nya.

Sebaiknya di install juga corrosion probes berikut corrosion coupons-nya pada lokasi2 tertentu spt outlet line/inlet nozzle absorber untuk rich amine line, outlet rich/lean exchanger (pada sisi rich amine), outlet regenerator, liquid outlet amine flash drum, dsb.

Alternatif material selain metal saya kira mungkin saja ada, tapi saya tidak mengetahui dengan jelas. Selain NACE (MR0175), referensi lainnya mungkin bias dibuka seperti Norsok M-001, DNV RP B401, AS 2885.1, API 5L, ASME II, dsb.

Prosentase CO2 dan H2S (apakah ini maksudnya % mol dan nilai ppm-nya??) bisa jadi berpengaruh tetapi masalah significant atau tidaknya bergantung juga dengan temperature, pressure dan ferrous ion saturation. Faktor2 yang bisa me-mitigate spt scaling, fugacity, condensation rate, pH adjustment, dll juga mesti dipertimbangkan lho pak. Dari MDEA-nya process licensor, semestinya bisa diketahui/dipelajari lebih detail untuk mencari solusinya.

Share This