Select Page

Fungsi utama LBS adalah sebagai pemutus beban (Load Break Switch) pada sistem tegangan menengah/tinggi. Ada juga yang menyebut DS (Disconnecting Switch) atau IS (Isolating switch) atau PMS (Pemisah) istilah nasionalnya, sedangkan CB (Circuit Breaker/pemutus rangkaian) disebut juga PMT (pemutus tenaga). Perbedaan LBS dan CB terletak pada sistem operasi dan ada/tidaknya media pemadam busur api. Jika background anda electrical, anda bisa membuka kembali buku-buku kuliah tentang Teknik Tenaga Listrik atau Sistem Proteksi.

Tanya 1 – nazula azizah

Saya masih belum begitu paham tentang fungsi dari Load Break Switch (LBS).
Apakah boleh dalam suatu system tegangan menengah protection yang di pasang hanya LBS saja tanpa VCB ? Karena sepengetahuan saya LBS adalah sama seperti switch pada umumnya, hanya digunakan pada tegangan menengah/tinggi, sehingga bila seperti switch akan timbul bunga api ketika operate.
Pemasanga protetive device VCB dan LBS secara bersamaan sebenarnya tujuannya apa ? Mohon informasinya. Terima kasih

Tanya 2 – nazula azizah

Mohon informasi tentang LBS dan VCB

Selamat Pagi,

Saya membutuhkan informasi sebenarnya apa fungsi LBS, dan apa bedanya dengan VCB?
Apakah bisa dalam suatu instalasi sistem tenaga listrik teg menengah (atau tinggi), protective device yang di pasang hanya LBS saja (tanpa VCB),
Dan bila LBS dan VCB dipasang bersamaan (saling memback-up) fungsi masing2 itu apa dan bagaimana dengan letak pemasangannya ?
Mohon penjelasannya, karena hal ini sangat penting bagi saya.
Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Tanggapan – Ajat Sudrajat

Mbak Noor,

Fungsi utama LBS adalah sebagai pemutus beban (Load Break Switch) pada sistem tegangan menengah/tinggi. Ada juga yang menyebut DS (Disconnecting Switch) atau IS (Isolating switch) atau PMS (Pemisah) istilah nasionalnya, sedangkan CB (Circuit Breaker/pemutus rangkaian) disebut juga PMT (pemutus tenaga). Perbedaan LBS dan CB terletak pada sistem operasi dan ada/tidaknya media pemadam busur api. Jika background anda electrical, anda bisa membuka kembali buku-buku kuliah tentang Teknik Tenaga Listrik atau Sistem Proteksi.

LBS hanya dioperasikan secara manual (CLOSE/OPEN) layaknya switch biasanamun pada kondisi tanpa beban, sedangkan CB (VCB, SF6 CB, OCB dll) bias dioperasikan manual (kondisi berbeban maupun tidak). Juga secara otomatis CB akan OPEN atau TRIP jika feeder/saluran yang diproteksi mengalami gangguan misalnya karena overload, ground fault atau short circuit. Prinsip kerja VCB sama dengan MCB yang terpasang di instalasi listrik rumah anda.

Perbedaan lainnya adalah LBS tidak dilengkapi media pemadam busur api, sedangkan CB dilengkapi dengan media tersebut seperti Vacuum (pada VCB) atau gas SF6 (pada SF6 CB). Oleh karena itu tidak diijinkan switching LBS ketika saluran berbeban (apalagi beban besar), karena akan timbul busur api yang beresiko merusak LBS itu sendiri. Jadi dalam hal ini LBS tidak boleh dipasang sendiri, karena main protective device-nya justru VCB.

Pemasangan LBS dan VCB secara bersamaan lebih cenderung untuk memenuhi syarat-syarat safety (anda tentu sudah tahu kalau faktor safety adalah no.1 dalam instalasi listrik). Tujuannya untuk meng-isolate power jika sewaktu-waktu ada pekerjaan maintenance CB (misalkan ganti CB).
Letak pemasangan LBS: Jika type salurannya radial LBS diletakkan antara bus dan CB. Jika type salurannya ring atau ganda maka 2 LBS mengapit CB akan lebih safe.

Maaf kalau terlalu panjang, tapi mudah-mudahan berguna. Mungkin yang lain bisa menambahkan atau koreksi.

Share This