Saya mempunyai pertanyaan mengenai PSV. Dalam ASME sect VIII atau API 520, dituliskan bahwa max accumulated pressure (sebagai persentase MAWP) untuk setiap kondisi adalah berbeda2:
-single valve non-fire = 110
-multiple valve = 116
-fire case = 121
Setahu saya max accumulated pressure 110% untuk single valve non-fire adalah berguna untuk mengatasi gaya dorong spring agar PSV dapat popping, itu betul?
Lalu mengapa untuk multiple valve diberi 116% dan fire case 121%?

Berikut adalah tanggapan dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia lainnya yang diambil dari Rangkuman Diskusi bulan Juni 2007

Tanya – adhi r

Halo Bapak/Ibu sekalian,

Saya mempunyai pertanyaan mengenai PSV. Dalam ASME sect VIII atau API 520, dituliskan bahwa max accumulated pressure (sebagai persentase MAWP) untuk setiap kondisi adalah berbeda2:

-single valve non-fire = 110

-multiple valve = 116

-fire case = 121

Setahu saya max accumulated pressure 110% untuk single valve non-fire adalah berguna untuk mengatasi gaya dorong spring agar PSV dapat popping, itu betul?
Lalu mengapa untuk multiple valve diberi 116% dan fire case 121%?

Tanggapan 1 – Wahyu Yuliadi

Mas Adhi,

Maximum accumulated pressure yang anda maksud adalah:

– 110% untuk block discharge

– 121% untuk fire case

Angka tersebut adalah maximum allowable overpressure pada saat PSV sedang popping.
Maksudnya, pada saat PSV terbuka penuh, kan masih ada kemungkinan bahwa pressure di vessel akan terus meningkat. Nah, peningkatan tekanan itu harus dibatasi, maksimum sebesar 110% dari set pressure. Agar overpressure itu dibawah 110%, maka perlu dihitung size PSV-nya dengan tepat. Jangan sampai terlalu kecil.

Contoh :

Jika anda mempunyai PSV (non-fire case) dengan set pressure 100 psig. Maka allowable overpressure-nya 110% dari 100psig, yaitu 110psig.
Untuk membatasi agar overpressure dibawah 110 psig perlu diketahui max flow-nya berapa, dan bisa dihitung optimum PSV size-nya.

Kemudian,

Kenapa untuk fire case distandarkan 121%?

Saya juga tidak menemukan jawabannya baik di API520, 526, maupun di ASME sect VIII. Tapi menurut saya, mungkin karena pada fire case/thermal expansion volume gas yang harus dikeluarkan oleh PSV tidak sebanyak kasus block discharge (sistem overpressure).

Selain overpressure, ada juga angka maximum blowdown.

Blow-down ini terjadi setelah sistem yang over-pressure tekanannya sudah dikeluarkan semua oleh PSV, otomatis pressure di vessel akan turun, namun, PSV tidak langsung menutup total sampai 0% pada set pressure ( pada contoh tadi 100 psig) tapi akan lebih rendah dari itu. Nah, lebih rendahnya berapa kan juga harus dibatasi, jangan sampai vessel terlalu jauh dibawah operating pressure-nya.
ASME8 tidak mendefine angka blowdown ini, tapi menurut API 526 blowdownnya tidak boleh melewati 93% (dari set pressure tentunya).

Semoga membantu,

Rangkuman Diskusi selengkapnya dapat dilihat dalam file berikut :