APL adalah pressure loss (rugi2 tekanan) pada sistem sirkulasi di surface (stand pipe, kelly hose) dan bottom surface (Dp,Dc,Nozzle bit dan annulus).

Pembahasan – Rio Budiman

Salam kenal tuk rekan2 milis. Tolong bantuannya tuk menjelaskan beberapa pertanyaan seputar pemboran.

1. Apakah Annulus Pressure Loss (APL) itu?

Pengetahuan yang saya pahami antara lain.

Pada kondisi statis

Bottom Hole Pressure BHP=HP=0.052xMW(ppg)xTVD(ft)

Pada kondisi dinamis

BHP=HP+APL

Misal MW=10 ppg, TVD=8,000 ft dan APL = 200 psi.

Pada saat statis BHP=0.052x10x8,000=4160 psi

Pada saat dinamis (sirkulasi) BHP=0.052x10x8,000+200=4360 psi

Equivalent Circulating Density (ECD) pada kondisi dinamis ini=4360:(0.052×8,000)=10.48 ppg

Setahu saya APL adalah pressure loss (rugi2 tekanan) pada sistem sirkulasi di surface (stand pipe, kelly hose) dan bottom surface (Dp,Dc,Nozzle bit dan annulus). Bagaiman APL itu bisa timbul disini, dimana indikatornya bisa dilihat?. Apakah APL itu sama dengan tekanan pompa karena tekanan pompa khan harus bisa mengatasi rugi2 tekanan dan untuk sirkulasi? Cuma yang jelas APL ini menyebabkan ketika pada kondisi dinamis MW akan lebih berat daripada saat statis atau ECD (ada penambahan berat lumpur).

2. Terkait pertanyaan No.1. Pada kedalaman 8,000 ft gradient pressurenya adalah 4160 psi/8,000 ft = 0.52 psi/ft. Misal Pengeboran masuk ke lithology dengan gradient pressure katakanlah 0.53 psi/ft.
Saat dinamis gradient pressurenya 4360 psi/8,000=0.545 psi/ft. Apakah pada kondisi dinamis itu dapat menyebabkan loss karena > tekanan formasi? Sebaliknya jika saat diam (statis, misalnya nyambung Dp) apakah bisa mengakibatkan kick karena < tekanan formasi. Soalnya khan kadang pengeboran masuk ke lithology yang gradient pressurenya berbeda jauh dengan formasi sebelumnya.

3. Saat terjadi kick dalam perhitungan Killing Mud Weight (KMW)apakah disesuaikan dengan kondisi statis atau dinamis ya? Sepengetahuan saya dalam perhitungan KMW ini dibatasi oleh tekanan rekah formasi dan burst pressure casing.

Mohon dibantu penjelasannya agar dilema loss-kick ini bisa saya pahami dengan benar. Terima kasih atas bantuannya.

Tanggapan 1 – Rovicky Dwi Putrohari

Rio Aku ini geologist bukan driller, jadi aku ragu menjawab pertanyaan ttg drilling (pemboran)
Aku fw ke Migas Indonesia saja. Saya yakin lebih banyak yg pengalaman ttg drilling di milist ini.

Tanggapan 2 – Nurrochmat Sawolo

Pak Rio,

Terima kasih pak Rovicky, mohon maaf pak Harry E saya akan coba bantu pak Rio.

Saya seorang driller yang baru saja join Milis ini; marilah kita berbagi beberapa pengalaman pribadi.

Pressure Loss:

1. Mud Pressure loss secara garis besar ada tiga

a. Surface pressure loss, termasuk disini loss dari pompa, valves, lines, stand pipes, kelly hose, etc.

b. Inside Drill String loss termasuk friction dengan drill string, tekanan untuk memutar down hole motor, bit nozzle loss, dan restriction lainnya.

c. Annulus losses, karena geometry termasuk flow regime dari lobang dan (collar, HWDP dan DP), kondisi dari hole sendiri, banyaknya suspended cutting dll.

d. Tentunya ketiga losses ini hanya terjadi pada kondisi dynamic

2. Yang penting bagi drillers adalah Annulus losses karena ini ‘dilihat’ oleh formasi (ECD). Tugas kita adalah untuk memperkecil pressure loss ini, seperti membersihkan cutting dari annulus, dll.

3. Cara menghitungnya bagaimana? Secara teori dapat dihitung pressure loss across tiap flow regime tersebut. Tetapi ini sangat tidak akurat. Cara lain adalah dengan memakai sub untuk pressure while drilling. Tool ini banyak dipakai dimana frac gradient dan pore pressure dekat, sehingga terlalu banyak concurrent kick and loss problem.

Mud Weight yang lebih tinggi dari Pore Pressure apakah menyebabkan loss.

1. Bisa ya bisa tidak. Tergantung pada quality dari mud

2. Pada good quality mud, wall cake terbentuk cepat dengan quality yang baik. Sehingga mud loss terhenti.

3. Contohnya bagaimana driller dapat mengebor dengan MW sekitar 9.6 ppg untuk daerah yang sudah depleted sampai dibawah 4 ppg

Kill Weight Mud

1. Biasanya perhitungannya yang dipakai disini memakai static pressure

2. Tentu pressure limitation seperti frac gradient dan Leak Off Test sangat diperhatikan.

3. Pengecualiannya adalah kalau kita memakai Dynamic Killing dimana geometry sangat mempengaruhi Friction yang sengaja dipakai untuk membunuh sumur tersebut.

Casing Depth determination

1. Ini sebenarnya salah satu tugas drilling engineer yang utama diwaktu melakukan Well Design. Note: Well Design tidak sama dengan Casing Design.

2. Engineer mempelajari offset wells dan belajar dari mereka.

3. Engineer juga memperhitungkan Safety dari well memakai grafik pore/frac gradient. Perkembangan baru memakai ‘Kick Tolerance’ sebagai tambahan safety.

4. Selain dari pressure (yang didalam domain drilling engineer) kita juga harus memperhatikan geology secara formasi (micro) maupun regionally.

Bagaimana dengan Banjar Panji Well Design

1. Rencana untuk set casing setelah masuk ke formasi Kujung adalah benar berdasarkan offset wells dan pengalaman operator lain yang bergerak di Kujung

2. Dari segi Engineering, well design serta actual casing placement dapat dipertanggung jawabkan.

3. Kalau kita mencari jawaban Banjar Panji dari segi Drilling
Engineering atau dari Well Design mungkin bukan pada tempatnya. Ini adalah personal opinion saya sebagai professional driller

4. Lebih elegan apabila mencari jawaban tersebut dari kolega kita dari G&G karena ini keahlian mereka (Mud Volcano, Tectonic induced Fault liquefaction, dll)

Pak Rio, semoga dapat membantu dan bukan menambah bingung.

Tanggapan 3 – Harry Eddyarso

Muantap Pak Rocky and thanks so much.! 🙂

Maaf nih, saya lagi sibuk ngejar setoran sehingga belum sempat response sama sekali. Senang sekali saya sekarang punya sparring partners di milis ini, khususnya untuk soal2 drilling. Harapan saya, makin banyak orang yang tertarik untuk belajar drilling, karena drilling itu memang asyik sih ..!:-)

Buat rekan2 milis,

Pak Rocky Sawolo ini adalah senior saya di tahun 1980an, sewaktu beliau menjabat sebagai Drilling Manager di Unocal, Balikpapan.

Silakan dilanjut Pak !