Select Page

HSE adalah singkatan dari Health, Safety, Environment.
HSE merupakan salah satu bagian dari manajemen sebuah perusahaan.
Ada manejemen keuangan, manajemen sdm, dan juga ada Manajemen HSE.
Di perusahaan, manajemen HSE biasanya dipimpin oleh seorang manajer HSE, yang bertugas untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan seluruh program HSE.
Program HSE disesuaikan dengan tingkat resiko dari masing-masing bidang pekerjaan.
Misal HSE Konstruksi akan beda dengan HSE Pertambangan dan akan beda pula dengan HSE Migas.

Pembahasan – Administrator Migas

Bermula dari pertanyaan Sdr. Andri Jaswin (non-member) kepada Administrator Milis mengenai HSE. Saya jawab secara singkat kemudian di-cc-kan ke Moderator KBK HSE dan QMS untuk penjelasan yang lebih detail. Karena yang menjawab via japri adalah Moderator KBK, maka tentu sayang kalau dilewatkan oleh anggota milis semuanya. Untuk itu saya forward ke Milis Migas Indonesia. Selain itu, keanggotaan Sdr. Andry telah saya setujui sehingga diskusi bisa berlanjut di Milis Migas Indonesia, tidak melalui email pribadi lagi.

Happy discussion.

Tanggapan 1 – Nanang Jamil

Pak Andry,

Ijin kan saya menjelaskan pelan pelan.

1. Apa yang dimaksud dengan HSE dalm istilah migas?

jawab :

HSE adalah singkatan dari Health, Safety, Environment.
HSE merupakan salah satu bagian dari manajemen sebuah perusahaan.
Ada manejemen keuangan, manajemen sdm, dan juga ada Manajemen HSE.
Di perusahaan, manajemen HSE biasanya dipimpin oleh seorang manajer HSE, yang bertugas untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan seluruh program HSE.
Program HSE disesuaikan dengan tingkat resiko dari masing-masing bidang pekerjaan.
Misal HSE Konstruksi akan beda dengan HSE Pertambangan dan akan beda pula dengan HSE Migas.

Apa ini salah satu standart dlm migas atau apa?

jawab :

HSE bukan merupakan suatu standard. Namun dalam menerapkan HSE kita perlu mengadopsi beberapa standard.
Untuk MIGAS, beberapa standard tentang HSE yang dapat dipakai adalah :

API RP 750, tentang Process Safety Management

OSHA CPR 119.10. 110, tentang Process Safety Management

OHSAS 18001, tentang Occupational Health and Safety

Kepmenaker tentang SMK3

NFPA, National Fire Protection Association

NEC, National Electrical Code

LSC, Life Safety Code

dan lain lain masih banyak lagi standard yang berkaitan dengan masing masing jenis bahaya.

2. Apa pak moderator punya training module untuk ini? Bisa diforwardkan ke saya pak? via japri aja.
Saya punya banyak bahan tentang HSE ini.
Sebelum saya kirim, saya pingin tahu dulu, bidang pekerjaan mas ANDRY ?
Nanti saya kirim bahan-bahan sesuai dengan bidang pekerjaan mas andry tersebut. Soalnya kalau semua saya kirim, ndak bakalan muat.

Apa yang disampaikan mas Budhi benar sekarang HSE , di beberapa perusahaan telah berkembang, menjadi HSES (dengan S=security) dan ada juga yang menjadi QHSE (dengan Q=quality) dan ada juga yang QHSES (dengan Q=quality dan S=security).

Tanggapan 2 – Dirman Artib

HSE : Health Safety and Environment.

HSE distrukturkan secara sistematis sebagai sebuah sistem manajemen sebuah organisasi untuk mencapai tujuan, sasaran dan visinya dalam aspek Keselamatan dan Kesehatan kerja serta Lingkungan. Sebagai sebuah sistem, maka ini adalah panduan dan aturan main bagi semua jajaran baik team manajemen maupun pekerja dan sub lini organisasi yang ada dalam organisasi/perusahaan.

Beberapa perusahaan mengintegrasikan sistem manajemen HSE ini dengan Sistem Manajemen Sekuriti (Security) dan/atau Mutu (Quality). Bahkan ada yang mengintegrasikan dengan semua aspek, spt. HR, Finance, Marketing dll, sehingga terkadang nama sebuah sistem tidak lah terlalu penting, karena yang essential adalah refleksi dari sistem itu sendiri dalam implementasinya.

Sebagai sebuah sistem manajemen modern, maka dokumentasi untuk panduan dan pengimplementasian harus disusun dan disahkan untuk digunakan. Jenis dan tipe dokumen-dokumen tersebut tergantung dari ukuran organisasi, jenis usaha, kompleksitas proses yg terlibat dalam organisasi tersebut, tetapi paling tidak secara umum dokumen-dokumen tersebut adalah :

1. Kebijakan HSE dan/atau Sekuriti dan/atau Mutu

2. Proses-proses yang diperlukan untuk operasional perusahaan dan pengendaliannya.

3. Prosedur-prosedur yang dibutuhkan untuk mendukung point 2

4. Panduan/guideline

5. Form-form isian yang berguna untuk kerangka pencatatan sebuah aktifitas atau bukti pencapaian sebuah proses tertentu.

Untuk hal di atas, sudah ada standard-standard International/National HSE spt.

ISO 14001 untuk Sisten Manajemen Environment

OHSAS 18001 untuk Occupational Health and Safety.

OSHA untuk Occupational Health and Safety

K3 untuk Occupational Health and Safety (standard Depnaker – Indonesia)

ISM – untuk Occupational Heath and Safety

Semua standar di atas mempunyai program sertifikasi, yaitu pengakuan dari badan/pihak ke 3 yang independent. Jadi perusahaan boleh secara sukarela mendemonstrasikan kesesuaian nya dengan standard tertentu dengan cara diaudit oleh lembaga sertifikasi. Apabila telah memenuhi syarat, maka diberi sertifikat dan akan kembali diaudit setiap 6 bulan atau 1 tahun sekali.

Sebagai sebuah sistem, training-training seputar HSE bisa bermacam-macam, mulai dari Pengenalan, Prinsip dan Fundamental sampai kepada topik-topik khusus.

Misalkan saja, jika HSE adalah sebuah Sistem Tata Negara, maka yang pertama kali untuk pengenalan adalah anda harus tahu Dasar Negara, Struktur perundang-undangan negara mulai dari UUD 45, UU/PP, s/d peraturan daerah, kemudian bentuk pemerintahan (presidensial/parlementer).

Kemudian baru lah ada topik-topik khusus dalam sistem yang membuat tata negara itu berjalan efektif, misalnya proses pemilu, proses pilkada, proses pemberdayaan ekonomi, proses manajemen keuangan negara dan daerah, evaluasi dan rapat tahunan DPR/MPR, dll. Dan seterusnya adalah kasus-kasus khusus misalnya real terjadi sebagai sebuah fakta, misalnya insiden-insiden, kasus korupsi, mark up nilai project, bencana lumpur lapindo, krisis keuangan, BUMN, reshufle kabinet dan lain-lain.

Jadi kalau kasus khusus akan tergantung anda butuh yang mana ?

Tanggapan 3 – Edyson Simorangkir

Kalau bisa nambah, di beberapa Perusahaan besar dan Perusahaan2 Oil & Gas, fungsi HSE ditempatkan ( kotak ) di- leher Direktur atau Dir.Utama, tujuannya agar HSE tidak memihak ke-salah satu fungsi dalam suatu organisasi / independent .

Tanggapan 4 – Dirman Artib

Pak Edyson,

Yang dimaksud sebagai HSE dalam perspective penjelasan saya adalah HSE dipandang sebagai sebagai sebuah sistem, jadi bukan Departemen HSE atau personnel HSE. Jika anda menambahkan bahwa struktur Departemen HSE itu ada pada kotak/posisi tertentu , itu kan yang dimaksud adalah HSE dipandang dari perspective organisasi/Departemen/Function HSE, bukan ?

Pemikiran saya, Dept./ HSE hal ini akan bergantung sekali kepada tujuan khusus dan strategy yang spesifik pada masing-masing perusahaan dalam kebutuhan organisasi HSE yang di dalamnya ada personel HSE yang professional. Jadi kurang tepat juga jika didiktate bahwa kotak Dept. HSE harus di bawah Dirut/Direktur,toh akan dilihat dulu racikan untuk menjawab kebutuhan, style of management, organisation & personnel competency, corporate culture, dll. Misanya seorang competent HSE Engineer yang memainkan peranan teknis, tentunya tidak harus berada dalam Dept. HSE yg kotaknya ada di bawah Dirut, tapi akan lebih efektif jika dia bersama-sama dengan profesional engineer lainnya di Dept. Engineering, karena memang pada akhirnya keseharian aktivitasnya lebih banyak berinteraksi/berinterrelasi dengan informasi teknis e.g. analysis,kalkulasi,gambar, safety philosophy, dll. Seorang HSE Inspector juga tidak harus berada dalam kotak HSE dimaksud di atas, karena keseharian nya beraktivitas melakukan inspeksi dan observasi terhadap produk, lingkungan,manusia dalam proses merealisasikan produk/layanan, apakah sudah sesuai dengan rencana/standard tertulis yang ditetapkan untuk spec. produk, kondisi lingkungan,prilaku manusia dalam aktivitas itu.

Bahkan saya penganut paham ekstrim bahwa idealnya Dept. HSE itu tak perlu ada, jika perusahaan tersebut mampu mengintegrasikan semua proses-proses, aktivitas-aktivitas operasional dan pengendalian bisnisnya dengan aspek HSE. Sama dengan ide dan pemikiran untuk meniadakan Dept. agama dalam tata pemerintahan, karena seharusnya agama terintegrasi dalam proses dan aktivitas umatnya. Mungkin yg perlu dibentuk adalah fungsi-fungsi teknis spt. adanya komisi-komisi spt. HSE Audit, HSE Inspection, group Integrity Management, group HSE Improvement, dll.

Maunya sih mau menulis lebih tapi ………………….resource waktu sangat terbatas. Di lain waktu akan ditambahkan,Insya Allah.

Share This