Gas Chromatograph dirancang untuk menganalisa kualitatif maupun kuantitatif komposisi ‘gas’. Untuk Online Gas Chromatograph sering disebut dengan istilah PGC (Process Gas Chromatograph). PGC banyak dipergunakan untuk analisa komposisi natural gas dari C1 ~ C6, dengan mengambil sample secara online dalam perioda tertentu. Analisa memerlukan sekitar 10 menit, jadi perioda pengambilan sample dilakukan lebih lama dari analysis time (umumnya diambil sekitar 15 menit sekali). Sample harus dikondisi dahulu dengan sample conditioner.

Tanya – Bambang Hutomo W.

DH,

Mohon informasi rekan-2 milis yg mempunyai experience mengenai pemakaian on line Gas Chromatograph Analyzer yang mampu menganalisa Hydrocarbon Liquid (1) dengan 25 commponent berikut :

C6 , Methyl-cyclopentane , Cyclohexane , Benzene , 2,2 Dimethyl-pentane, 2,4 Dimethyl-pentane, 2,2,3 Trimethyl-butane, 3,3 Dimethyl-pentane, 2,3 Dimethyl pentane , 2 Methyl-hexane , 3-Methyl-hexane , 3 Ethyl-pentane , N Heptane , 1,1 Dimethylcyclopentane, Methyl-cyclohexane, Ethyl cyclopentane, Toluene , C8 Branched Paraffins , C8 Normal Paraffins , 5&6 Carbon Ring C8 , C8 Aromatics , C9 Branched paraffins , C9 Normal paraffins , 5&6 Carbon Ring C9 Naphthenes , C10 + (include C9 Aromatics).

Dan/atau menganalisa Hydrocarbon liquid-(2) yg lain dengan 9 components sbb :

NO COMPONENT

1 2,2 Dimethylbutane

2 2,3 Dymethyl butane

3 2-Methylpentane

4 3-Methylpentane

5 N-Hexane

6 Methylcyclopentane

7 Cyclohexane

8 2 Methylhexane

9 2,2 Dimethyl-pentane

Apakah GC analyzer tersebut mampu mengukur konsentrasi ke 25 component dan 9 components di atas ataukah ada keterbatasan kemampuan dan sensitivitas kolom analyzer sehingga hanya sebagian component teranalisa ( misalkan hanya mengindikasi 20 output Component , dimana beberapa outputnya merupakan gabungan dari 5 component lainnya ).

Mohon info Branch analyzer yg mampu melakukan analisa kedua type proses fluida Hydrocarbon di atas.

Terima kasih.

Tanggapan 1 – Liliek

Pak Bambang,

Kalau on line gas chromatograph, saya kurang faham, yang pernah saya lakukan adalah analisa yang dilakukan di laboratorium.
Analisa dengan gas Chromatography dilakukan secara kualitatip terlebih dulu dengan mengidentifikasi unsur-unsur hydrocarbon yang dianalisa, dengan menggunakan Standard Reference Material (dulu namanya SRM yang berubah menjadi NIST) ada beberapa senyawa hydrokarbon standard di brosurnya NIST bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan., mudah-mudahan sekarang ada agen supplier bahan kimia yang memiliki bahan tsb. Misalnya standard minyak bumi dengan nomor NIST tertentu, Gas Alam cair dengan nomor NIST tertentu.

Yang saya tahu NIST standardnya sangat bermacam-macam, bahkan seperti standard PCB (polychlorinated biphenyl) dalam lube oil pun juga ada. . Demikian juga standard untuk mengetest performance analytical instrument, seperti AAS, GC, FT IR, GCMS, ICP dll. juga ada. Dimana dulu, Puslitbang Kalibrasi Instrumentasi dan Metrologi LIPI pernah memilikinya, untuk intercomparasi antar laboratororium, dimana alat mana yang sensitivitynya bagus, liniaritynya masih memenuhi specifikasi alat pada waktu beli, dll. dapat dilakukan pengecekan, sehingga bila alat terlalu sering digunakan tanpa di cek akibatnya kita tidak tahu, apakah masih sensitiv, masih akurat atau tidak. dan hasil analisanya apakah bisa dipertanggung jawabkan atau tidak, siapa yang tahu ???.

Gas tersebut merupakan standard yang sudah dianalisa komposisinya oleh NIST dengan dilengkapi sertifikat. Selanjutnya Gas Standard diinjeksikan ke dalam alat GC dengan jenis kolom yang direkomedasi oleh NIST, setelah semua parameter yang diinjeksikan keluar (terrecord), barulah kita injeksikan sample yang akan dianalisa ke colom Gas Chromatogtaphy, dengan memilih jenis kolom yang direkomendasi oleh standard NIST tersebut, sampai semua parameter yang ada bisa ter record. Dari kedua hasil tersebut dapat diketahui secara kualitatip, parameter apa saja yang ada dalam sample kita. Setelah parameter dalam sample diketahui, barulah dilakukan analisa secara kuantitatip, untuk analisa secara kuantitatip ini diperlukan pemisahan-pemisahan, tidak semua hydrokarbon bisa langsung terrecord, bisa dilakukan pemisahan untuk C 1 s/d C5, selanjutnya C5 s/d C10 dst. Pemisahan, kalau jaman saya kuliah dulu, menggunakan thin layer chromatography mungkin ada lagi metoda yang lebih baru, mohon informasi yang lebih memahami masalah ini. Setelah dipisahkan baru diinjeksikan ke kolom chromatografi lagi dan dianalisa secara kuantitatip berdasarkan luas area sample yang dianalisa dibandingkan dengan luas area standard yang konsentrasinya diketahui pada waktu retensi tertentu untuk unsur tertentu (waktu retensinya akan sama untuk unsur yang sama).

Atau gunakan alat yang lebih canggih dari pada GC, yaitu GC MS ( Gas Chromatography Mass Spectrophotometer), akan tetapi metoda inipun memerlukan standard, kemampuan untuk mengidentifikasi fraksi-fraksi ion berdasarkan masa atomnya dll.

Mudah-mudahan hal ini bisa diterima.

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia dapat dilihat dalam file berikut :