Select Page

Kadar sulfur sangat berpengaruh terhadap mekanisme dew point corrosion.
Sulfur dalam bahan bakar akan bereaksi dengan oksigen sehingga membentuk gas SO3 dan SO2 (disebut juga SOx) yang bersifat asam. Gas SOx di dalam economizer akan bereaksi dengan uap air sehingga membentuk asam sulfat. Pada kondisi tertentu, asam sulfat dapat terkondensasi pada pipe atau tube di dalam economizer yang berakibat munculnya reaksi oksidasi pada permukaan pipa. Dari pengamatan yang pernah saya lakukan, terdapat lapisan produk korosi berupa FeSO4 di permukaan tube economizer yang bocor.

Tanya – Suparnorahmat/ardiansyah

Kepada Para Milis,

Saya mau bertanya, seberapa besarkan pengaruh kandungan sulfur pada gas buang di boiler terhadap korosi pada pipa economizer. Sebagai informasi, eco saya memakai tube St 38.8 tebal 3,2 mm dan bahan bakar boiler mengandung sulfur antara 0,17 dan 0,18.(bahan bakan boimass). Yang terjadi sekarang adalah, baru sekitar 6 bulan pipa eco sudah jebol.
Tolong dikomentari Bapak-bapak

Tanggapan 1 – farabirazy albiruni

Dear Pak Parno,

Pipa/tube? yang bapak gunakan adalah jenis carbon steel. Hal ini sesuai dengan filosofis fungsi economizer dimana temperatur tidak terlalu tinggi (max. 300 degree C) dibandingkan di superheater.
Umumnya, economizer jarang sekali bermasalah, ya karena itu tadi, temperatur yang bekerja relatif rendah dibandingkan superheater.

Dengan kandungan sulfur dan temperatur operasi yang rendah (0.17-0.18 % wt, 300 degree C), kemungkinan sulfur untuk intrusi ke dalam matriks logam dan membentuk sistem fasa baru (FeS) yang temperatur meltingnya rendah sangat kecil. Ini bisa anda pastikan pada pipa/tube yang gagal tersebut, apakah deposit di permukaan yang kontak dengan flue gas cukup tebal (>0.3 mm)? Kemungkinan yang terbesar adalah adanya cacat fabrikasi pada tube/pipa tersebut sehingga menyebabkan tube/pipa gagal dalam waktu singkat.

Tanggapan 2 – banjar elly

Pak Parno yth,

Dari pengamatan yang pernah saya lakukan terhadap kegagalan fin tube economizer, proses kegagalan material pada tube terjadi akibat adanya mekanisme dew point corrosion. Kadar sulfur jelas sangat berpengaruh terhadap mekanisme dew point corrosion.
Sulfur dalam bahan bakar akan bereaksi dengan oksigen sehingga membentuk gas SO3 dan SO2 (disebut juga SOx) yang bersifat asam. Gas SOx di dalam economizer akan bereaksi dengan uap air sehingga membentuk asam sulfat. Pada kondisi tertentu, asam sulfat dapat terkondensasi pada pipe atau tube di dalam economizer yang berakibat munculnya reaksi oksidasi pada permukaan pipa. Dari pengamatan yang pernah saya lakukan, terdapat lapisan produk korosi berupa FeSO4 di permukaan tube economizer yang bocor.
Hal yang menjadi faktor penyebab dari kegagalan pipa di perusahaan bapak antara lain:
Adanya cold spot
cold spot merupakan tempat di dalam economizer yang memiliki temperature di bawah titik embun H2SO4. Titik embun dari asam sulfat berkisar 100-140 C dan umumnya terletak pada tempat di dekat aliran gas buang atau di sekitar dinding economizer yang bocor. Untuk hal ini bapak harus mengecek distribusi temperatur di dalam economizer.
Kandungan SOx
Gas SOx yang menjadi pangkal dari proses dew point corrosion. Bapak harus mengecek kadar gas SOx pada economizer dan bila perlu bapak menambahkan aditif tertentu pada bahan bakar boiler sehingga kandungan SOx di dalam economizer tetap terkendali dan tidak menimbulkan proses dew point corrosion.
Kualitas pipa Economizer
Kemungkinan cacat fabrikasi tetap ada pada pipa economizer Bapak. Oleh sebab itu ketebalan dari pipa harus sesuai standar yang Bapak terapkan.

Demikian sedikit bantuan dari saya, semoga berguna.

Share This