Select Page

Risk Assessment: the process by which the results of a risk analysis are used to make decisions, either through relative ranking of risk reduction strategies or through comparison with risk targets.

Pembahasan – Suryanto, Slamet

Mempelajari risk assessment tidak sesederhana hanya dengan membaca standar karena risk assessment bersifat sangat complicated apalagi yang menyangkut kuantitatif. Kalaupun ada masih bersifat company-based. Shell, sebagai salah satu contoh, perusahaan yang mempunyai Risk Assessment procedure yang bagus. Shell selain membuat prosedur Risk Assessment yang menurut saya bagus, juga membuat beberapa software untuk Consequence Assessment. Namum dalam prakteknya, Shell justru banyak memanfaatkan jasa Lloyd’s Register untuk melakukan Risk Assessment maupun Safety Case. Sampai sekarang belum ada standard risk assessment tetapi requirement mengenai risk assessment sudah mulai ada di regulasi Indonesia, Surat Edaran Menaker No. 140.MEN/PPK-KK/II/ 2004 untuk industri kimia yang mempunyai potensi bahaya besar dan PP mengenai HSE Management untuk industri MIGAS (sekarang masih berupa draft dan mungkin diisu tahun 2004).
Masalahnya bagaimana menentukan bahwa suatu industri mempunyai potensi bahaya besar, bagaimana mengkuantifikasinya dan bagaimana menerapkan risk reduction measures untuk prevention, control dan mitigation (P/C/M)-nya? Apakah manajemen risiko anda ALARP (as low as reasonably practicable)? Teknik CBA (cost-benefit analysis) akan membantu anda dalam membuat keputusan apakah dengan cost yang harus di-spent efektif dengan risiko yang dapat direduksi.
Kami mempunyai program kursus yang akan memperkenalkan sekaligus mempraktekkan teknik risk assessment dari yang kualitatif sampai dengan kuantitatif.
Pelatihan dapat diarange in-house, bahkan dengan Case Study Workshop dengan object dari case study berupa Fasilitas produksi/proses yang ada di perusahaan.
Perusahaan kami juga menyediakan jasa studi Risk Assessment baik untuk industri kimia, petrokimia maupun migas.
> Tertarik? Kami akan mengirimkan training course flyers untuk penjelasan
 lebih detil via japri jika anda minta.

Tanggapan 1 – Ria Rosalin Rochaeli

Halo Mas Selamet,

Setuju dengan Risk Assessmentnya, dan terimakasih informasinya mengenai SE Menaker soal Risk assessment, (punya soft copynya engga, mau dong saya) salut buat Depnaker, sementara Migas masih sibuk workshop dan rapat kanan-kiri membahas PP nya , Depnaker malah sudah mengeluarkan SE Menterinya, walaupun sekedar Surat Edaran tapi paling tidak sudah ada kebijakan terlulis dari regulator mengenai kewajiban ini (acung jempol buat Bu Zul, plus pak Saut dan Pak Pungki tentunya..).

Kalau boleh menambahkan, supaya Hasil Risk dan ALARP assessment kita tidak di buang kelaut sama teman-teman kita di lapangan sana (walaupun di pajang mentereng di meja manajer-manajer kita).

Yang harus lebih ditekankan adalah adalah bagai mana penerapan Risk reduction measuresnya ( baik untuk Prevention, detection. control, mitigation dan EER nya), yaitu pedoman bagi kita mengenai ‘ what to do’ , ‘Who to do ‘, ‘when and how often’, ‘how to do’ and ‘at what out come’.

So buat temen-temen yang mau menerapkan Risk assessment atau jualan risk assessment jangan lupa menyediakan waktu dan effort yang memadai untuk merencanakan penerapan risk reduction measurenya, jangan terlalu berkutat di penentuan nilai resikonya aja, atau juga di ALARP demonstrationnya, itu khan Cuma kira-kira diatas kertas.

Tanggapan 2 – Suryanto, Slamet

Mas Yudi,

Terlampir disampaikan Surat Edaran Menaker Nomor:
SE.140/MEN/PPK-KK/II/2004 tentang Pemenuhan Kewajiban Syarat-Syarat K3 di Industri Kimia dengan Potensi Bahaya Besar.

Sayang sekali surat edaran tersebut secara tegas menyatakan untuk industri kimia. Menurut saya, Depnaker selaku otoritas tertinggi untuk K3 di tanah air seharusnya tidak membatasi diri pada segmentasi jenis industri tertentu.

Menambahkan komentar anda, bahkan informasi terakhir yang didapat draft PP-HSE untuk migas sudah kabur ketentuan adanya risk assessment, khususnya untuk Major Accident Event (MAE) dan lebih mengedepankan ‘hardware inspection’ yang secara praktek selama ini telah dijalankan, jadi secara umum draft terakhir dari PP tersebut hampir tidak ada kemajuan dibandingkan dengan peraturan yang sudah ada (dari Depnaker & MIGAS) plus praktek yang sudah berjalan.

Secara umum, mengomentari kelembagaan K3 di tanah air, saya mengimpikan adanya institusi seperti halnya HSE (Health Safety Executive) di UK yang mempunyai kompetensi teknis yang tinggi selaku regulator dan juga auditor.

Saya setuju dengan masukan anda bahwa RRM (risk reduction measures) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan penting dalam studi Risk Assessment. Namun demikian, mohon dipahami bahwa terkadang suatu studi hanya mencakup Risk Analysis dimana RRM tidak termasuk dalam cakupan Risk Analysis. Mudah-mudahan tidak terjebak dengan beberapa istilah, Risk Analysis, Risk Assessment maupun Risk Management dimana masing-masing tersebut mempunyai batasan dan cakupan. Terlampir pula diagram masing-masing batasan. Penerapan RRM terkait atau tercakup dalam Risk Management.

Menambahkan komentar paragraph anda terakhir ada sedikit ingatan saya ketika membaca buku ‘Against the God’ karya Peter L. Berstein (2002) bahwa terdapat dua kutub dalam menentukan keputusan dalam mengelola risiko. Yang pertama adalah kutub yang secara tegas dalam pengambilan keputusan (ke depan) diperlukan data dan pengalaman masa lampau sedangkan kutub satunya berpendapat bahwa pengambilan keputusan didasarkan pada subyektifitas intuitive. Keduanya sampai sekarang tidak pernah bertemu. Dalam paragraph lain di bukunya dinyatakan bahwa batas jelas antara dunia modern dengan dunia tradisional adalah Manajemen Risiko.

Pertanyaan selanjutnya adalah cenderung berdiri dimanakah kita diantara dua kutub tersebut? Jika anda condong pada kutub pertama, maka pengambilan keputusan anda setidaknya akan menggunakan dasar-dasar Manajemen Risiko dan jika sebaliknya maka intuisi yang menjadi driver.

Tanggapan selengkapnya dari rangkuman disksusi Mailing List Migas Indonesia ini dapat dilihat dalam file berikut:

Share This