Apabila ingin menyimpulkan aman atau tidaknya suatu proses/kondisi itu perlu systematika, salah satunya bisa dengan melakukan HIRAC (Hazard Identification, Risk Assessment & Control).
Karena itu perlu dilakukan identifikasi terlebih dahulu dengan mendeskripsikan sejelas mungkin lokasi, proses, sikon di lokasi painting tsb. Sehingga paling tidak secara Qualitative kita bisa brain-storming atau diskusi untuk meng-identifikasi. Barulah kemudian melangkah ke-assessment (mengetahui tingkat resikonya) & mengontrol resiko2nya (if required).

Tanya – raharjo_wida

Mohon pencerahannya …

Amankah penggunaan HP atau HT di lokasi painting baik kondisi
hanya ‘on’ maupun ‘terpakai untuk bicara’
Terimakasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – Akh. Munawir

Pak Raharjo,

Wah sulit pak klo mo bilang bahaya atau tidaknya…

Klo mo menyimpulkan aman atau tidaknya suatu proses/kondisi itu perlu systematika, salah satunya bisa dengan melakukan HIRAC (Hazard Identification, Risk Assessment & Control).
Karena itu perlu dilakukan identifikasi terlebih dahulu dengan mendeskripsikan sejelas mungkin lokasi, proses, sikon di lokasi painting tsb.
Sehingga paling tidak secara Qualitative kita bisa brain-storming atau diskusi untuk meng-identifikasi.
Barulah kemudian melangkah ke-assessment (mengetahui tingkat resikonya) & mengontrol resiko2nya (if required)

Btw klo boleh tau, ada apa sih pak kok nanya’in ini?

Tanggapan 2 – Nanang Jamil

Mas Rahardjo,

Untuk menentukan apakah HP/HT aman dipakai di suatu tempat, kita harus tahu dulu klasifikasi area dari tempat tersebut.

Untuk referensi coba lihat :

– British Standard Institution – BS EN 60079 part 101.- ‘Area Classification’

– American Petroleum Institute – API 500A – ‘Classifications for electrical installations in petroleum refineries’.

– National Fire Protection Association – NFPA 70 – ‘National Electrical Code’.

– Australian Standard Association – AS 2430 – ‘Classification of Hazardous Area’.

– British Gas – BGS/PS/SHA 1 – ‘ Hazardous Area Classification for Natural Gas’.

(Lihat juga buku ‘Classification of Hazardous Locations’, by AW Cox, terbitan ICHEME.)

Secara sederhana, Klasifikasi Area Berbahaya dibagi menjadi beberapa zone :

– Zone 0 , daerah dimana ‘selalu’ terdapat uap yg mudah terbakar..

– Zone 1, dimana ‘kadang kadang (tidak selalu)’ terdapat uap yang mudah terbakar

– Zone 2, dimana ‘pada saat abnormal operasi’ terdapat uap mudah terbakar.

Atau ada juga yang mengunakan kode sbb :

– Class 1 Div.1

– Class 1 Div.2

– Class 1 Div 3

Atau ada juga yang mengunakan kode sbb :

– Class 2 Div.1

>p>- Class 2 Div 2

– Class 2 DIv.3

(keterangan : Class 1 — mewakili uap/gas mudah terbakar, Class 2 — debu mudah terbakar) (keterangan : Div 1—continue, Div. 2— intermitten, dan Div.3 — on emergency)

Dari standard diatas itu mas, anda tentukan dulu area painting yang anda maksud itu masuk Zone berapa ( kalau anda pakai zoning) atau Class berapa Div berapa (kalau anda pakai classing).

Setelah area klasifikasi diperoleh, baru anda lihat apakah HT / HP anda sesuai dengan area nya atu tidak ?

Kalau sesuai —> berarti aman., contoh : Pertamina menggunakan HT yang berkode Ex. Class 1 Div 2 untuk penggunaan di area kilang.
Kalau ndak sesuai —> berarti berbahaya. contoh : anda pakai HT non Ex untuk digunakan di kilang minyak.

Coba cek apakah tempat anda sudah memiliki Hazardous Area Classification tersebut ?

Note : Kebetulan saya pernah memimpin tim untuk menentukan dan mereview area klasifikasi untuk Kilang Pertamina Balikpapan, sebagai dasar penggunaan alat listrik (termasuk HP/HT) secara aman.

Hasil dari tim adalah peta kilang yang diberi arsir sesuai zone-nya.

Just Remaining,

Pembahasan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia Bulan Juni 2007 ini dapat dilihat dalam file berikut: