Select Page

Final test pada suatu konstruksi (pressurize equipment)adalah pressure test. Pressure test bisa dengan 2 cara, hydrostatic test (dgn media air) atau pneumatic test (dgn media udara).
Tujuan pressure test, ada untuk performance (ketangguhan equipment) biasanya test pressurenya 1.5 x DP, juga ada untuk leak test, biasanya test pressure nya = operating pressure Istilah water test tdk dikenal dalam standard. Pada pengujian storage tank, biasanya diisi air secara bertahap sampai level yang ditentukan, tanpa diberi pressure. Tujuan test ini untuk melihat settlement tangki (kemampuan pondasi) atau settlement test, yang kemudian kita cek kemiringan, kelurusan, dll. Intinya, pengujian dgn air (water) ada berbagai tujuan (settlement, leak dan performance test).

Tanya – lukman hakim

Dear All,

Mohon penjelasan mengenai perbedaannya antara hydro test dengan water test? Thanks

Tanggapan 1 – Yacob Messakh

Pak Lukman,

Ini ada sedikit yang saya ketahui tentang pertanyaan Bapak. Kalau Hydrotest pakai tekanan mulai 0 sampai berapa PSI sesuai dengan design Test Pressure. Sedangkan kalau Water Test, mungkin tidak perlu tekanan (pressurized) atau yang biasa saya alami di project-project TOTAL E&P Indonesie, disebut Static Test. Artinya, bejana yang mau ditest cukup diisin penuh dengan air kemudian dibiarkan (holding time) sampai beberapa jam. Setelah itu bila tidak ditemukan adanya kebocoran, maka dinyatakan selesai. Saya pernah mengalaminya di project Carbon Black Plant, Grenyang, Merak tahun 1990. Waktu itu yang test adalah Tanki 10000KL dan procedure pelaksanaannyanya seperti itu – diisi air, dibiarkan, setelah itu selesai. Sampai sekarang pun saya masih mengalaminya di project-project TOTAL. Process piping installation di Gathering Testing Satellite (GTS) milik TOTAL, ada line-line yang pengoperasiannya tidak bertekanan (Atmospheric) – dan dilakukan Test seperti itu (Static Test) – unpressurized. Kesimpulannya : Kalau Hydrotest menggunakan Tekanan sedangkan Water Test tidak. Kalau ada salah, mohon koreksi dan saran dari Bapak/Ibu milis yang lebih paham soal ini.

Tanggapan 2 – supriyatno_gatot

Pak Lukman,

Final test pada suatu konstruksi (pressurize equipment)adalah pressure test. Pressure test bisa dengan 2 cara, hydrostatic test (dgn media air) atau pneumatic test (dgn media udara).
Tujuan pressure test, ada untuk performance (ketangguhan equipment) biasanya test pressurenya 1.5 x DP, juga ada untuk leak test, biasanya test pressure nya = operating pressure Istilah water test tdk dikenal dalam standard. Pada pengujian storage tank, biasanya diisi air secara bertahap sampai level yang ditentukan, tanpa diberi pressure. Tujuan test ini untuk melihat settlement tangki (kemampuan pondasi) atau settlement test, yang kemudian kita cek kemiringan, kelurusan, dll Intinya, pengujian dgn air (water) ada berbagai tujuan (settlement, leak dan performance test).

Share This