Mohon info bagi rekan-rekan yang pernah memasang atau men-design Motion Detector di Remote/Platform mohon dishare pengetahuannya.Kalau bisa vendor apa yang visible, serta perlu di ketahui source power yang tersedia di remote hanya 24VDC, serta akan di kirim melalui RTU ke Central Platform.

Tanya – Ganda

Mohon info bagi rekan-rekan yang pernah memasang atau men-design Motion Detector di Remote/Platform mohon dishare pengetahuannya.Kalau bisa vendor apa yang visible, serta perlu di ketahui source power yang tersedia di remote hanya 24VDC, serta akan di kirim melalui RTU ke Central Platform.
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

Tanggapan 1 – Nugroho Wibisono

Pak Ganda,

Kalau boleh tahu motion detector yang hendak anda install di Remote/Platform (manned/unmanned?) itu untuk mendeteksi apa ya? gerakan equipment, gerakan platform atau keberadaan manusia?
Thanks

Tanggapan 2 – Ganda

Terima Kasih Pa’ Nugroho

Motion Detector akan kami pasang di Cellar Deck ( karena banyak Equipment) dan di Sub Cellar Deck di titik fokus pada Stair Way dan tentunya akan di gunakan di Unmanned Platform, Motion yang akan di detection adalah gerakan manusia, outputnya ‘Motion Detector’ adalah (dalam bentuk Alarm ) dan Video (bentuk gambar), fungsi Video ini tentunya untuk melihat dan memastikan gerakan tersebut, kedua output tersebut akan di Transmmited ke Cental Platform dengan menggunakan RTU (Remote Telemetry Unit) dengan source power yang ada di unmanned platform tersebut adalah 24VDC, karena powernya di ambil dari Solar Cell.
Apakah ada system yang bisa me’sensing’ kedua gerakan tersebut, lalu bagaimana dengan compatibelitasnya pada RTU nya ?
Mohon pencerahannya.

Tanggapan 3 – Romas Djailani

Pak Ganda;

Biasanya aplikasi seperti ini adalah dapat dibagi atas 2 pilihan, untuk kondisi terang dan gelap. Seperti diketahui jika untuk kondisi terang, yang paling umum dilakukan adalah pemasangan kamera CCTY untuk mengetahui adanya gerakan manusia yang kemudian ditransmit dalam bentuk video dan alarm ke CP, yang pernah kita proposed ke salah satu oil company adalah pemasangan Near Infra-red Camera or Infra-red Camera untuk mendeteksi motion di malam hari yang sangat gelap di platform, dengan technology scan temperature akan segera diketahui adanya gerakan manusia di unmanned platform tsb, alarm dapat di set dengan suhu normal manusia atau linearisasi suhu di area yang ada. Transmisi berupa video dapat dilaksanakan. Yang perlu saya check kembali adalah penggunaan media RTU tsb, jika Pak Ganda ada detail manufacturer RTU ini dan specifikasi yang ada sekarang, akan sangat membantu saya untuk mengetahui kompetibilitas dengan IR Camera tsb.

Tanggapan 4 – Ganda

Terima Kasih…

Motion Detector akan kami pasang di Cellar Deck ( karena banyak Equipment) dan di Sub Cellar Deck di titik fokus pada Stair Way dan tentunya akan di gunakan di Unmanned Platform, Motion yang akan di detection adalah gerakan manusia, outputnya ‘Motion Detector’ adalah (dalam bentuk Alarm ) dan Video (bentuk gambar), fungsi Video ini tentunya untuk melihat dan memastikan gerakan tersebut, kedua output tersebut akan di Transmmited ke Cental Platform dengan menggunakan RTU (Remote Telemetry Unit) dengan source power yang ada di unmanned platform tersebut adalah 24VDC, karena powernya di ambil dari Solar Cell.
Apakah ada system yang bisa me’sensing’ kedua gerakan tersebut, lalu bagaimana dengan compatibelitasnya pada RTU nya ?
Mohon pencerahannya.

Tanggapan 5 – Suplintama

Pak Ganda,

Biasanya motion detector tersebut menggunakan infra red dalam radiasi dlm micrometer 8-15 atau dibawah itu tergantung manufacture yang bersangkutan.Ini digunakan untuk lokasi-lokasi yang sangat gelap di unman platform seperti yang bapak sebutkan tersebut, yang dideteksi adalah panas tubuh manusia yang memasuki lokasi dalam jangkauan 8 sampai 10 meter.
Sedangkan untuk video , biasanya digunakan kamera (CCTV) yang memiliki keterbatasan menangkap gambar berupa kegelapan yang terjadi diplatform tersebut, sehingga bila mau mendapatkan kedua-duanya digunakan.Motion detector mengaktifkan lampu bila ada gerakan manusia, kemudian kamera akan mengcapture gambar orang tersebut.

Dan kompatibility dengan RTU,untuk motion detector semestinya tidak ada masalah gunakan digital I/O; dan perlu dicek apakah video input bisa dimasukan via RTU??
Coba ditanyakan ke salah satu expertnya, yang saya kenal pak Agus Sarjono dari PT Duta Instrument.

Tanggapan 6 – Idjal Manitz

Kalau pencahayaan yang dipicu oleh motion detector kurang maka sebaiknya gunakan juga IR camera supaya bisa capture siang malam. Ada yang mengistilahkan IDN CCTV (IDN=Integrated Day and Night).

Dari diskusi yang saya simak motion detector yang dipakai sepertinya secara hardware dengan cara mendeteksi panas tubuh. Gimana kalau yang terdeteksi binatang atau benda panas yang kebetulan jatuh (masuk dalam area scanning)?

Cara lain yang cukup efektif adalah dengan menggunakan software. Teknologi Fuzzy Logic, ANN (Artificial Neural Aetwork), atau AI (Artificial Intelligence) dalam dunia software sudah berkembang walau masih dalam kalangan terbatas.

Gamblangnya gini. Defenisikan dulu apa yang dimaksud dengan intruder object (kapal, perahu, orang, dll). Masing2 object dimodelkan dulu secara software dan dimasukkan dalam library.

CCTV meng-capture situasi dengan frame rate tertentu. Dua frame dibandingkan (sekarang dan sebelumnya). Selama dua pembandingan frame tadi masih relatif sama maka dianggap tidak ada ‘kejadian’ tetapi kalau ada perbedaan baru disimpan gambarnya.

Kok bisa? Karena kita sudah punya model tadi. Dengan teknik image processing bisa didefinisikan secara tepat bahwa HANYA bila ada OBYEK saja yang direkam.

Dengan demikian bisa menghemat storage capacity dan akurat. Tapi diatas segalanya, powerfullnya software based integrated system adalah pada reliability dan flexibilitynya. Reliable karena software tidak kenal usang, tinggal tergantung kameranya sendiri. Flexible karena software bisa manut saja dengan keinginan kita yang macem2, contoh: distributed monitoring and control, reply, storage management system, gabung dengan sistem lain, dll.

Moga bisa ngasih tambahan ya…

Tanggapan 7 – Suplintama

Mas Idjal,

Motion detector tersebut digunakan di platform yang kemungkinan kecil sekali dinaiki binatang, demikian juga untuk benda panas yang jatuh akan berbeda dengan panas tubuh manusia.

Dan melihat yang diutarakan oleh mas tentang IDN CCTV, apakah sudah available di market?Dan dapatkah mendeteksi/mengcapture pergerakan yang ada (perbedaan dari yang disimpan dalam memory) dibedakan dalam arti kabel yang lepas dan bergoyang karena angin, dll.

Serta yang terpenting, kehandalan alat, safety approval, apakah sudah terbukti?

Tanggapan 8 – Idjal Manitz

Tengs Pak Alex.

Untuk availability IDN CCTV bisa Bapak lihat di www.extremeCCTV.com, www.nvti.com, oceanor, hernis, atau produk sony/panasonic (terpaksa saya sebut nih, bagi ya kalo Pak Alex ato ada anggota yang beli produk CCTV anda). Masih banyak lagi Pak, gampangnya bapak search dengan keyword marine type CCTV. Kebetulan saya suka korespondensi dengan mereka. Kalo dari segi keandalan wah pasti mereka bilang handal. Kita bisa klasifikasikan CCTV menjadi 4 : Home type, industrial type, marine/hazard type, military type. Kalo untuk marine type mungkin sudah ada beberapa yang ABS certified atao ISPS Code compliance. Isu ini pernah juga saya singgung dalam satu kesempatan korespondensi dengan mereka.

Balik lagi, justru kalo kita pakai hardware based motion detection system (maaf) salah satu kelemahannya ada pada akurasi motion. Jangan2 karena angin saja bisa disimpulkan adanya gerak, maklum too sensitive.

Setuju Pak, di platform gak ada burung ato mahluk lain menyerupai manusia. Itu contoh ekstrim saja untuk kasus platform yang tadinya saya pikir bakal ada putrid duyung juga :). Kalo dikembangkan untuk aplikasi surrounding platform, nah ini bakal banyak kesulitan. Motion detection biasanya tidak dapat diaplikasikan pada moving camera dan hanya pada fix camera. Gimana mo berfungsi sebagai motion detector lha wong sendirinya juga moving kok.

Nah, pada kasus inilah pemakaian fuzzy logical software cukup ampuh untuk diterapkan. Setiap obyek yang bukan model tidak dianggap sebagai intruder. Sekedar info, bisa juga diaplikasikan sebagai profile identification system. Kalau ada orang yang belum masuk database dan ter-scan camera maka kita bisa tahu. Softwarelah yang membantu melakukan image processing guna keperluan profile identification. Walau Bapak melengos sekitar 30 derajat dari arah camera, he… hati2 Pak masih bisa ke-detek.

Tanggapan 9 – Suplintama

Pak Rizal,

Ma kasih banyak atas informasinya.Saya akan coba pelajari detailnya dari website yang bapak berikan.
Dan kita kembalikan ke mas Ganda untuk itu.