Select Page

Low-carbon steels contain up to 0.30% C. The largest category of this class of steel is flat-rolled products (sheet or strip), usually in the cold-rolled and annealed condition. The carbon content for these high-formability steels is very low, less than 0.10% C, with up to 0.4% Mn. Typical uses are in automobile body panels, tin plate, and wire products.
High-carbon steels contain from 0.60 to 1.00% C with manganese contents ranging from 0.30 to 0.90%. High-carbon steels are used for spring materials and high-strength wires.

Tanya – Sonny Hadi

Dear All,

Mohon penecerahannya :

Batasan perbedaan antara low alloy steel dengan high alloy steel ? (mechanical properties, chemical composition)

Kalo bisa juga diinformasikan standard atau hand book mana yang secara jelas menggolongkan material-material ke dalam klasifikasi tersebut?

Terimakasih untuk bantuannya.

Tanggapan 1 – darmansyah

Setahu saya perbedaannya terletak pada komposisi %weight carbonnya (chem. properties) dan peruntukkannya (mech properties). Standarnya bisa dilihat di ASTM handbook.

Tanggapan 2 – Syahril Dian Purwono

Pak Sonny,

Berikut mengenai perbedaan Low Alloy Steel & High Alloy Steel yg saya dapatkan dari beberapa sumber di internet (masih terkait dengan Tugas Akhir saya dulu, hehehe) semoga bermanfaat, jika kurang detail nanti akan saya coba bantu carikan lagi.

Menurut komposisi kimianya:

a. Baja karbon (carbon steel), dibagi menjadi tiga yaitu;

* Baja karbon rendah (low carbon steel) ==> machine, machinery dan mild steel
-s 0,05 % – 0,30% C.

Sifatnya mudah ditempa dan mudah di mesin. Penggunaannya:

– 0,05 % – 0,20 % C : automobile bodies, buildings, pipes, chains, rivets, screws, nails.

– 0,20 % – 0,30 % C : gears, shafts, bolts, forgings, bridges, buildings.

* Baja karbon menengah (medium carbon steel)

– Kekuatan lebih tinggi daripada baja karbon rendah.

– Sifatnya sulit untuk dibengkokkan, dilas, dipotong. Penggunaan:

– 0,30 % – 0,40 % C : connecting rods, crank pins, axles.

– 0,40 % – 0,50 % C : car axles, crankshafts, rails, boilers, auger bits, screwdrivers.

– 0,50 % – 0,60 % C : hammers dan sledges.

* Baja karbon tinggi (high carbon steel)s ==> tool steel

– Sifatnya sulit dibengkokkan, dilas dan dipotong. Kandungan 0,60 % – 1,50 % C

ss Penggunaan : screw drivers, blacksmiths hummers, tables knives, screws, hammers, vise jaws, knives, drills. tools for turning brass and wood, reamers, tools for turning hard metals, saws for cutting steel, wire drawing dies, fine cutters.

b. Baja paduan (alloy steel)

Tujuan dilakukan penambahan unsur yaitu:

1. Untuk menaikkan sifat mekanik baja (kekerasan, keliatan, kekuatan tarik dan sebagainya)

2. Untuk menaikkan sifat mekanik pada temperatur rendah

3. Untuk meningkatkan daya tahan terhadap reaksi kimia (oksidasi dan reduksi)

Untuk membuat sifat-sifat spesial

Baja paduan yang diklasifikasikan menurut kadar karbonnya dibagi menjadi:

1. Low alloy steel, jika elemen paduannya ~ 2,5 %

2. Medium alloy steel, jika elemen paduannya 2,5 – 10 %

3. High alloy steel, jika elemen paduannya > 10 %

Tanggapan selengkapnya dari Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia pembahasan Bulan Juni 2007 dapat dilihat dalam file berikut:

Share This