Beban dinamis pada perpipaan bisa terjadi karena adanya pembebanan primer yang terjadi frekuentif dan sifatnya transien. Seperti misalnya hammering, ketisakseimbangan momentum akibat hantaman slugging,angin, seismic,vortex aliran (vibrasi), relief system, dsb.

Tanya – Badaruddin

Dear netter..

Mohon bantuanya, perhitungan beban dinamis akibat flow dari pipa gas atau minyak yang ditransfer ke pipe rack?

Tanggapan 1 – Teddy

Pak Badarudin,

Hampir saja e-mail bapak ini tidak sengaja saya hapus kalau tidak sekilas sempat melihat kata-kata beban dinamis dan pipe rack. Mudah-mudahan lain kali subyeknya bisa di-update dulu ya pak.

Saya tidak tahu persis apa yang bapak maksud dengan pipa gas atau minyak yang ditransfer ke pipe rack. Apakah ini line yang sama, tetapi mengalami perubahan routing (elevasi misalnya) menuju ke pipe rack, atau bagaimana?

Tapi prinsipnya begini pak, beban dinamis pada perpipaan bisa terjadi karena adanya pembebanan primer yang terjadi frekuentif dan sifatnya transien. Seperti misalnya hammering, ketisakseimbangan momentum akibat hantaman slugging,angin, seismic,vortex aliran (vibrasi), relief system, dsb.

Kalau yang bapak maksud beban dinamis akibat gaya fluida, maka prinsipnya bisa diterangkan terlebih dahulu dengan mengetahui piping arrangementnya, selama disitu ada double elbow yang terkopel satu sama lain, dan tidak ada perubahan fasa cairan (transfer masa dan panas), maka gaya aksi dan reaksi pada masing-masing elbow dapat dikatakan saling menghilangkan. Jika memang ada slugging, kalau routingnya sederhana, bapak bisa mengasumsikan bahwa pada salah satu elbow akan terjadi ‘kehilangan massa’ maka terjadi ketidak seimbangan momentum disitu. Dengan mekanika fluida sederhana gaya ini bisa dihitung. Dengan mengalikan dengan Dynamic Load Factor (DLF) bapak kemudian bisa mengaplikasikan besarnya gaya ini pada salah satu elbow.

Prinsip seperti ini di dalam pipe stress analysis disebut prinsip quasi statik. Artinya mengerjakan fenomena dinamis dengan menyederhanakannya menjadi persoalan statis, dan masuk dalam kualifikasi beban occasional.

Bapak bisa saja melakukan analisis dinamis dengan menggunakan pipe stress analysis software, tetapi jika tidak membutuhkan hasil yang teliti sekali, dynamic stress analysis biasanya jarang dilakukan, karena tergolong ribet dan cukup advance. Dengan tahap-tahapan pencarian frekuensi pribadi sistem perpipaan, pengecekan linear-dan non linearitas dsb.

Kalau saja bapak bisa menjelaskan lebih informatif, mungkin penjelasannya bisa lebih mengena.

Atas kekurangan dan kekeliruannya mohon diperbaiki oleh yang lain.