Kalibrasi peralatan bisa dilakukan sendiri (kalibrasi internal) dengan catatan perusahaan harus mempunyai personel yang kompeten untuk melakukan kalibrasi tersebut. Untuk memenuhi hal ini bias dibuktikan dengan sertifikat pelatihan kalibrasi dari personel yang melakukan kalibrasi tersebut. Kedua, perusahaan harus mempunyai standar (kalibrator) yang telah dikalibrasi oleh metrologi atau laboratorium kalibrasi terakreditasi lain yang mampu mengkalibrasi standar tsb. Yang terakhir yaitu tentunya perusahaan harus mempunyai SOP kalibrasi tersebut. Contoh sederhana jika kita ingin mengkalibrasi timbangan maka harus mempunyai anak timbangan yang sudah dikalibrasi laboratorium kalibrasi, mempunyai SOP nya dan mengirimkan personel untuk mengikuti pelatihan kalibrasi timbangan. Jika ketiga parameter tersebut sudah dipenuhi maka sudah mempunyai kekuatan hukum (tertelusur ke SI). Hal ini juga sering dilakukan terhadap instrumen-2 tertentu dimana tidak ada satupun laboratorium kalibrasi di Indonesia yang mampu mengkalibrasi instrumen2 tsb karena berbagai keterbatasan.

Tanya – BKC1385@cc.m-kagaku.co.jp

Rekans

Mohon pencerahan.

Bisa tidak kalibrasi dan sertifikasi peralatan instrument (timbangan, flowmeter,dll) yang biasanya dikerjakan dan dikeluarkan Metrologi, dikerjakan sendiri. Atau bisa tidak kita sertifikasi personel dan standart-nya, sehingga bias dikerjakan sendiri kalibrasi dan penerbitan sertifikatnya.
Thanks

Tanggapan 1 – Dirman Artib

Rekan Afta,

Saya akan response berdasarkan pendekatan, persyaratan ISO 9001:2000 section 7.6 Control of monitoring and measuring devices (Pegendalian terhadap peralatan untuk pemantauan dan pengukuran)

Para 2 :

Organisasi harus merencanakan ‘establish’ proses untuk memastikan bahwa pemantauan dan pengukuran bisa dilakukan dan dilakukan dengan cara yang konsisten terhadap persyaratan pemantauan dan pengukuran yang ditetapkan.

Para 3

Jika perlu untuk memastikan hasil yang sah, maka peralatan ukur harus :

a. Dikalibrasi atau diverifikasi pada interval tertentu dalam hal penggunaan, dan mampu telusur terhadap standard atau standard pengukuran National atau International

b. Jika diperlukan disesuaikan ‘adjusted’ atau disesuaikan kembali ‘re-adjusted’

Nah, masalah apakah anda akan mengerjakan sendiri proses kalibrasi atau dikerjakan oleh supplier anda/subcontractor anda /pihak lain maka terserah kepada peraturan Nasional yang ada atau persyaratan yang ditentukan oleh pelanggan anda .

Tanggapan 2 – BKC1385@cc.m-kagaku.co.jp

Pak Dirman,

Kita sudah mengerjakan kegiatan kalibrasi sesuai klausul ISO, seperti yang telah anda jelaskan. yang saya lebih concern adalah persoalan sertifikasi oleh metrologi.

Apakah ada, selain metrologi yang berhak atau bisa menerbitkan sertifikat kalibrasi alat ukur, yang memiliki kekuatan (hukum) yang sama dengan yang dikeluarkan metrologi?

Kalau kita sudah punya standart yang bersertifikat (mampu telusur ke standart Nasional / Internasional), bisakah kita menerbitkan sendiri sertifikat (pengganti metrologi) tersebut?

sepengetahuan saya, beberapa negara mensyaratkan selain standart ukur, orang / personal yang melakukan kalibrasi yang harus juga bersertifikat agar dapat menerbitkan sendiri sertifikat alat.

Kesulitan yang kita hadapi untuk persoalan sertifikasi metrologi ini adalah waktu. Karena mungkin load kerjanya banyak, seringkali sertifikasi metrologi, untuk weight scale (truck, floor, dan portable) dan juga tank gauge memakan waktu sampai 6 bulan, apalagi kalau ada komplain customer, kegiatan sertifikasi butuh dikerjalan lebih sering.

Tanggapan 3 – Dirman Artib

Pak, mohon dilihat pearaturan yang ada dari pemerintah yang berkenaan dengan masalah alat ukur dan metode ukur. Jelas ISO mereferensi kepada hal ini. ISO tidak mentolerir pelanggaran thd peraturan dan otoritas sebuah pemerintahan yang sah dalam suatu Negara. Ini adalah prinsip.

Kemudian, saya menyangsikan bahwa peraturan pemerintah atau perundang-undangan mewajibkan secara umum bahwa sertifikat alat kalibrasi harus dilakukan oleh metrologi (mohon diberi pencerahan dari teman-teman yang biasa menggunakan ISO 17025), tetapi saya yakin bahwa untuk alat-alat ukur tertentu yang sifatnya melayani publik secara langsung spt. Ukuran liter untuk SPBU/pompa bensin maka pasti kepentingan public dilindungi dengan perundang-undangan atau peraturan. Apakah alat ukur anda fungsinya sama spt hal ini ?

Well,
Sewaktu masih di lapangan, saya punya pengalaman bahwa yang penting alat ukur tsb. dikalibrasi oleh perusahaan yang merupakan anggota dalam organisasi professional JNK (Jaringan Kalibrasi Nasional) , prinsipnya sama, yaitu perusahaan yang tergabung dalam JNK mampu telusur kepada standard nasional. Yang termasuk dalam JNK adalah seperti PINDAD, B4T, Laboratorium ITI di serpong (mohon response dari teman-teman yang berkarya di sini).

Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia selengkapnya: