Select Page

Pigging setelah konstruksi, tujuannya adalah membersihkan pipa (melihat kebersihan dalam pipa) dan untuk meyakinkan bahwa tidak ada bagian pipa yang mengalami deformasi (penyok). Untuk kebersihan pipa tidak ada criteria khusus, tetapi kontraktor harus mengajukan prosedur & konfigurasi dari system piggingnya (tentu tidak 1x pigging) agar tidak merusak internal lining (kalau ada) dan diperoleh kondisi dalam pipa yang cukup bersih. Untuk mengecek apakah ada deformasi, maka pigging harus dilengkapi dengan gauge plate yang terbuat dari aluminium dengan diameter 95% dari internal diameter pipeline. Gauge plate tidak boleh penyok setelah pigging karena ini menandakan deformasi. Loaded and removed of gauge pig biasanya harus dihadiri oleh Company representative.

Tanya – W.Agus Aryawan

Dear all,

Selamat sore,saya pengen tahu nih.
Dalam pigging,bagaimana cara kita melihat prosentase bahwa pipa itu sudah memenuhi kreteria ( bersih dan siap untuk dioperasikan )??
Apakah ditentukan dari berapa kali pig dijalankan atau bagaimana?? Mohon pencerahan dari saudara-saudara sekalian.

Tanggapan 1 – e-Director

Mungkin anda bisa memonitor tahap kebersihan pig tersebut. Pig yang hendak digunakan diperiksa terlebih dahulu. Semoga methode dibawah ini bisa membantu.

Jika pig yang keluar dari pipeline sudah bersih dan tidak mempunyai kesan-kesan kotoran, pipeline itu boleh diketagorikan sebagai bersih dan boleh digunakan. Mungkin juga pigging proses terakhir ini dilakukan sebanyak tiga kali, dan jika ketiga-tiga pigging terakhir menghasilkan result yang memuaskan, ianya dianggap sudah bersih. Di bahagian-bahagian yang bisa diakses secara visual atau secara boroscope, lebih baik jika diboroscope untuk memastikan kebersihan pipeline tersebut. Terimakasih..

Tanggapan 2 – Agus Wardiman

Mas Wayan,

Pigging setelah konstruksi, tujuannya adalah membersihkan pipa (melihat kebersihan dalam pipa) dan untuk meyakinkan bahwa tidak ada bagian pipa yang mengalami deformasi (penyok). Setahu saya untuk kebersihan pipa tidak ada criteria khusus, tetapi kontraktor harus mengajukan prosedur & konfigurasi dari system piggingnya (tentu tidak 1x pigging) agar tidak merusak internal lining (kalau ada) dan diperoleh kondisi dalam pipa yang cukup bersih. Untuk mengecek apakah ada deformasi, maka pigging harus dilengkapi dengan gauge plate yang terbuat dari aluminium dengan diameter 95% dari internal diameter pipeline. Gauge plate tidak boleh penyok setelah pigging karena ini menandakan deformasi. Loaded and removed of gauge pig biasanya harus dihadiri oleh Company representative.

Tanggapan 3 – Autumn Batara

Pak Agus,

Saya mau menanyakan ukuran gauge plate untuk pigging, Apakah ukuran gauge plate itu 95 % dari internal diameter pipa? apakah penentuan ini berdasarkan dari toleransi dent yang tidak boleh melebihi 6% iternal diameter pipa? (ASME B31.4). Soalnya saya pernah melihat perhitungan ukuran diameter gauge plate dari salah satu KPS, mereka menghitung diameter gauge plate itu sebagai berikut:

D = Internal diameter pipa x 98 %

Ukuran Gauge Plate = D x 95 %

Jadi diameter yang diperkalikan dengan 95 % adalah nilai dari 98 % internal diameter pipa.

Tanggapan 4 – Hasanuddin

Pak Agus,

Setahu saya, dalam pigging tidak ada criteria khusus ttg cleanliness.
Yang biasa di check tingkat cleanliness-nya adalah water flushing dan air blowing. Untuk mendapatkan hasil pigging yang memuaskan, bisa dilakukan pigging secara bertahap dengan fase2 sbb:

– fase 1: untuk membersihkan large metallic debris dengan menggunakan bi-directional scraper pigs dan gel plugs.

– fase 2: untuk membersihkan small residual debris dan macam2 scales (dg asumsi bahwa pipeline sudah free dari large debris) dengan menggunakan bi-directional pigs (dg konfigurasi fine brush dg magnetic pig) yang di drive oleh air.

– fase 3: untuk membersihkan final debris yang kemungkinan masih tertinggal pada fase 2 dengan menggunakan bi-directional scraper pigs dengan gel sections.

– fase 4: untuk membersihkan sisa2 gel pada pipe wall sekaligus menginspeksi structure geometry dengan sprayer pigs yang dilengkapi deflectors untuk membersihkan pipe wall secara hydraulic dengan turbulent deflection. Sebaiknya pake juga intelligent pig.

Tanggapan 5 – Ganapati Sjastri Satyani

Pak Hasanuddin,

Ikut nimbrung nih….
Apakah fase 1 juga harus dilakukan untuk pipeline yang digunakan untuk mentransportasikan BBM mengingat produk BBM seperti Premium, Kerosene dan Solar relative lebih ringan dan bersih dibandingkan crude oil.

Tanggapan selengkapnya dari Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia ini dapat dilihat dalam file berikut:

Share This