Select Page

Tubercle pada pipa cooling water, dapat terjadi karena beberapa faktor, diantaranya adalah lapisan dari oksida logam (iron oxide) dan produk yang berkarat yang terbentuk karena aliran laminer. Mula-mula adanya ion logam yang terbentuk pada sisi anoda. Pada pH tinggi disebabkan oleh adanya ion ion hydroksil atau ion carbonat yang juga ikut membentuk lapisan pada permukaan anoda. Mekanisme yang terjadi secara kontinu, bisa menghasilkan terjadinya pitting corrosion dan metal loss, dan pitting yang tergantikan oleh senyawa oksida yang terbentuk. Sedangkan tubercle pada lingkungan aquatik dapat terbentuk karena tingginya chlorida dan sulfate serta kurangnya passivating oksigen. Turbercle semakin lama semakin membesar dengan adanya aliran yang terus menerus, dengan kapasitas yang makin besar semakin mempercepat pula terjadinya tubercle. Yang akibatnya aliran dapat tersumbat.

Tanya – denaft

Dear all,

Mohon pencerahannya..

Apakah ada yang plant-nya pernah mengalami tumpukan tubercle pada bagian dalam pipa pipa cooling water sehingga aliran cooling water terblok?
Bagaimana tindakan preventive + curative-nya?
Please sharing..

Tanggapan 1 – Liliek

Tubercle pada pipa cooling water, dapat terjadi karena beberapa faktor, diantaranya adalah lapisan dari oksida logam (iron oxide) dan produk yang berkarat yang terbentuk karena aliran laminer. Mula-mula adanya ion logam yang terbentuk pada sisi anoda. Pada pH tinggi disebabkan oleh adanya ion ion hydroksil atau ion carbonat yang juga ikut membentuk lapisan pada permukaan anoda. Mekanisme yang terjadi secara kontinu, bisa menghasilkan terjadinya pitting corrosion dan metal loss, dan pitting yang tergantikan oleh senyawa oksida yang terbentuk. Sedangkan tubercle pada lingkungan aquatik dapat terbentuk karena tingginya chlorida dan sulfate serta kurangnya passivating oksigen. Turbercle semakin lama semakin membesar dengan adanya aliran yang terus menerus, dengan kapasitas yang makin besar semakin mempercepat pula terjadinya tubercle. Yang akibatnya aliran dapat tersumbat.
Dan umumnya type korosi seperti ini tidak dapat ditreatment secara tepat. Tetapi dapat dikurangi dengan menggunakan air yang kualitasnya tidak mengandung Chlorida atau sulfate, dengan ajust pH atau dengan menambahkan bahan pencegah terbentuknya kerak.
Mudah-mudahan bisa ada yang menambahkan atau memberikan koreksi apabila yang saya uraikan kurang tepat.

Tanggapan 2 – mnugrohos

Tubercle itu apa ya?

Tanggapan 3 – Andhi Marjono

Setahu saya tubercle itu adalah tumpukan hasil korosi yang mengendap sehingga dapat menyebabkan sumbatan pada pipa dan sejenisnya dan akibatnya dapat mengurangi flow/aliran.

Tanggapan 4 – Herdana Jaya

Salam Cooling Water,

Boleh aku ikut share sedikit, kalau penyumbatan itu betul karena hasil tumpukan korosi !, pertanyaan saya kenapa koq masih ada chemical yang tidak ekonomis dan masih dipakai sampai saat ini, sedangkan yang saya tahu ada chemical dengan formula baru tanpa meninggalkan pengendapan yang nanti akan menyebabkan penyumbatan, masih dipakai sampai saat ini.
Setahu saya sejak tahun 1983, formula baru itu sudah ditemukan oleh anak bangsa kita sendiri dan sudah di patent kan di dalam dan luar negri. Cobalah kita bangga dengan hasil anak bangsa dan berdasarkan hasil uji lab test, chemical kita jauh lebih baik, ekonomis dari chemical yang datang dari luar sana.

Tanggapan 5 – M. Arkam

Setahu saya, ada chemical untuk mencegah lumut dan karat pada instalasi Cooling Tower, yaitu :

1. APPLIED 3-409 (Biological) – Liquid

2. APPLIED 4-979 (Corrosion) – Liquid

Silahkan hubungi agent Applied terdekat.

Tanggapan 6 – Muchlis Nugroho

Kalau aliran cooling water kan biasanya alirannya deras, apa bisa mengendap di pipa? Biasanya kalau mengendap kan di basin cooling tower?

Setahu saya yang biasanya aliran menyumbat aliran cooling water adalah sisa-sisa kotoran saat TA yang kurang bersih (untuk sistem sweet water), atau sampah-sampah yang nyasar masuk sistem piping ( untuk sistem seawater).

Apakah tubercle sama dengan scale?

Tanggapan 7 – esukardi

Tubercle n. small rounded swelling on the body or in an organ, esp. as characteristic of tuberculosis.  tuberculous adj. [Latin tuberculum, diminutive of *tuber].

Tubercle bacillus n. bacterium causing tuberculosis.

Tubercular adj. of or having tubercles or tuberculosis.

Tanggapan 8 – Liliek

Pak Muchlis Nugroho,

Saya mencoba sedikit memberikan gambaran, dari beberapa faktor yang mungkin bisa menjadi penyebab selain karena proses oksidasi reduksi, juga dengan tumbuhnya berbagai jenis mikroorganisme yang tumbuh di dalam pipa baik saat ada oksigen, maupun tanpa oksigen.

Tubercle biasanya terjadi karena adanya sulfida atau asam-asam. Beberapa microorganisme yang umumnya dapat menyebabkan korosi biologis, seperti :

– Desulfovibrio, pH 4 – 8, range temperatur 10 – 40C, anaerobic, media : iron, steel, stainless steel, aluminum, zinc, copper alloys. Action : reduksi SO4- menjadi S2- dan H2S

– Desulfotomaculum, pH 4 – 8, range temperatur 10 – 40C, anaerobic, media :
iron, steel & stainless steel, Action : reduksi SO4- menjadi S2- dan H2S

– Thiobacillus thiooxidant range pH : 0.5 – 8, range temperatur 10 – 40C, Aerobic, media : Iron, Steel, copper alloys, concrete, action : oksida-oksida sulfur dan sulfida membentuk H2SO4 dapat merusak protective coating, concrete in sewer.

– Thiobacillus ferrooxidant, range pH : 1 – 7, range temperature 10 – 40C, Aerobic, media : Iron & Steel, action : oksida-oksida sulfur dan sulfida membentuk H2SO4 dapat merusak protective coating,

‘iron depositing bacteria initiated the tuberculation attack on steel distribution pipe’ dan ini menyebabkan pitting corrosion.

Penanganan SRB yang sangat cepat berbiak di dalam pipa dan bisa menyebabkan pitting corrosion yang sulit untuk ditangani.

Pada pipa yang mengalami tubercle, (gambar ada di NALCO water Handbook 20.12. Tampak pada gambar bagian dasar pipa berupa cekungan karena potensial oksidasi reduksi mengakibatkan terbentuknya oksida iron. (metal loss), dan pada bagian atasnya cembung karena permukaan carbon steel menjadi porous karena oksidasi dan berupa Fe2O3, dll.

Pak Ardian Nengkoda dan pak Yuda tomo menambahkan informasinya, dan cara penanggulannya, karena umumnya microorganism ini subur pada daerah asam, maka bila pH di adjust kondisi basa diatas 9 dapat mengatasi, atau mengurangi effek. Tapi bila sudah menjadi problem, dimana pipa sudah tersumbat harus di cek terlebih dulu dengan NDT dan bila memungkinkan ( kondisi pipa masih bisa dibersihkan ) di cleaning dengan chemical atau pigging.

Demikian mudah-mudahan apa yang saya sampaikan bisa diterima.

Tanggapan 9 – mnugrohos

Kasus seperti ini kejadiannya pada sweet water, atau seawater cooling system?

Jika penyebabnya adalah mikroba, apakah injeksi biocide atao klorinasi bisa mencegah masalah?

Tanggapan 10 – Liliek

Bisa terjadi di sweet water maupun sea water, tapi lebih banyak di sea water. Injeksi biocide harus dipilih secara tepat, yang tidak menyebabkan korosi, dan kalau chlorinasi bisa menyebabkan korosi.

Tanggapan 11 – mnugrohos

Kalau sea cooling water pakai biocide seperti itu mahal gak, alirannya kan deras sekali dan cuma once trough?
Biasanya kalau air laut pakai clorine yang didapat dari clorinator yang berbahan baku air laut juga.

Share This