White Iron termasuk salah satu jenis material BESI TUANG PUTIH ( WHITE CAST IRON ). Sifat dari material ini sendiri mempunyai nilai ketahanan terhadap kekerasan dan ketahanan terhadap keausan yang sangat baik. White iron ini juga dialloykan dengan stabilisator Crom (Cr), Molybdenum (Mo) dan Vanadium ( V ). Mikrostrukturnya sendiri terdiri dari Karbida yang terdistribusi dalam matriks MARTENSITIC atau PEARLITE. Karbida inilah yang mempunyai sifat amat KERAS dan RAPUH. Karbida ini juga yang menyebabkan material tersebut berwarna PUTIH sehingga disebut WHITE IRON, hal ini disebabkan oleh pendinginan yang secara cepat. Oleh karena itu jenis material ini dapat digolongkan sebagai salah satu material yang SULIT untuk dilakukan PENGELASAN ( UNWELDABLE ). Untuk penyambungan material jenis ini TIDAK DIANJURKAN menggunakan metode PENGELASAN ( WELDING .

Tanya – Palal – kpc

Dear All,

Sebelumnya perkenalkan, saya member baru disini. Mohon ma’af meskipun saya tidak bekerja di Oil&Gas Comp. (melainkan di coal mining comp.) tapi subscribe disini.

Background & problem :

Di tempat saya ada VOLUTE LINER utk pompa (buatan Warmann dengan kode A05). Materialnya adalah WHITE IRON dengan kandungan Cr 27%. Karena sering mengalami abrasi lokal (saking lokalnya sehingga lebih mirip sebagai luka akibat di bor dibanding sebagai luka akibat abrasi). Utk mengatasi hal ini, ada ide untuk dilakukan penambalan dengan cara mengelas. Sejauh ini sudah mencoba memakai Cigweld Cast Craft 55, Castcraft 100 tetapi selalu lepas/retak.

Pertanyaan : Dengan electrode apa material ini bisa di las secara lebih baik ?

Tanggapan 1 – dirman.artib

Pak,

Apakah anda mengelas dengan WPS/PQR ? Karena info ini sangat penting bagi rekan-rekan Bidang Keahlian welding. Apakah anda sudah menjalani sesuai WPS/PQR tsb? Atau anda menyimpang ?

Tanggapan 2 – anwar.ritonga – siemens

Pak Palal,

Kita punya bad experience ketika mengelas white iron yang mengandung Cr.
Setelah selesai melakukan pengelasan, ditemukan pada area root pass dan base materialnya terjadi crack.
Setelah kita analisys ternyata layer untuk root pass-nya sendiri terlalu tipis sehingga pada saat terjadinya proses pendinginan rott passnya crack dan merembet ke base materialnya.Mungkin yang perlu diperhatikan adalah apakah proses pengelasan tersebut sudah dilakukan sesuai prosedur yang tercantum pada WPS-nya.Yang harus diperhatikan juga apakah pre heat dan interpass temperaturnya sudah benar-benar dijaga sesuai WPS-nya.Mungkin bisa membantu.

Tanggapan 3 – qaqcptmeco

Salam Pak Palal

Dari Bidang Keahlian Welding (Pengelasan) akan coba membantu problem yang P. Palal hadapi.
Perlu diketahui material ini termasuk salah satu jenis material BESI TUANG PUTIH ( WHITE CAST IRON ). Sifat dari material ini sendiri mempunyai nilai ketahanan terhadap kekerasan dan ketahanan terhadap keausan yang sangat baik. White iron ini juga dialloykan dengan stabilisator Crom (Cr), Molybdenum (Mo) dan Vanadium ( V ). Mikrostrukturnya sendiri terdiri dari Karbida yang terdistribusi dalam matriks MARTENSITIC atau PEARLITE. Karbida inilah yang mempunyai sifat amat KERAS dan RAPUH. Karbida ini juga yang menyebabkan material tersebut berwarna PUTIH sehingga disebut WHITE IRON, hal ini disebabkan oleh pendinginan yang secara cepat. Oleh karena itu jenis material ini dapat digolongkan sebagai salah satu material yang SULIT untuk dilakukan PENGELASAN ( UNWELDABLE ). Untuk penyambungan material jenis ini TIDAK DIANJURKAN menggunakan metode PENGELASAN ( WELDING ).

Bagaimana dengan KONDISI REPAIR ?

Metode pengelasan dapat direkomendasikan untuk pekerjaan repair. Proses welding yang paling baik adalah dengan PROSES GAS WELDING, karena dapat meminimalkan terjadinya KERETAKAN. Sedangkan untuk PROSES SHIELD METAL ARC WELDING (SMAW) juga diperbolehkan. Filler metal yang digunakan adalah dengan AWS No : E 310 atau ER. 310 jenis Stainless steel ( dengan komposisi 25% Cr & 20% Ni ). Jika menggunakan filler metal jenis ini tidak tahan terhadapABRASIVE. Oleh karena itu untuk mengembalikan sifat seperti semula perlu dilakukan pelapisan dengan filler metal jenis ER. 70S – 6 supaya tahan terhadap ABRASIVE. Filler metal yang berbahan dasar NICKEL dapat digunakan juga dengan jenis filler metal AWS No : Ni – CI dan Ni Fe – CI. Kedua jenis filler metal dapat digunakan dengan melakukan atau tanpa preheat dan PWHT.

Saya nggak tahu berapa AWS No dari CIGWELD CAST CRAFT 55 & CAST CRAFT 100 ?

PROSEDUR WELDING.

1. Lakukan pembersihan pada permukaan yang akan diwelding dari kotoran dan minyak. Jika masih ada minyak yang sulit dihilangkan secara kimiawi lakukan pemanasan pada temperature 400° – 500° C untuk membakar habis minyak tersebut.

2. Gunakan ampere pengelasan yang rendah dan diameter kawat yang kecil, tujuan untuk menekan heat input yang besar.

3. Metode buttering harus dilakukan lebih -lebih filler metal yang berbasis NICKEL ( jangan langsung akan menimbulkan keretakan dan tidak senyawanya antara base metal dan weld metal / mengelupas)

4. Bead welding yang didepositkan adalah bead welding pendek (jangan menggunakan metode weaving akan memperbesar heat input).

5 Peening yaitu memukul permukaan deposite metal dengan ujung pemukul yang tumpul pada saat deposite metal masih merah

6. Temperature antara deposite dengan deposite yang dilakukan harus dipertahankan dibawah 100°C

Demikian pencerahan yang bisa kami sampaikan semoga berhasil.

Pembahasan selengkapnya dapat dilihat dalam file berikut :