Select Page

Mengenai Bend yang harus di perhatikan adalah ID nya kalau wallthicknessnya sama dengan dengan line pipe yang lurus maka wallthickness bend tersebut akan mengalami penipisan akibat bend tersebut. Biasanya mother pipe lebih tebal. Kalau kita memesan bend harus fix radius bend nya bisa piggible if required dan ID nya karena OD nya bisa lebih besar dan itu lebih masalah ketimbang ID nya yang berbeda – beda

Tanya – yudi

Rekan milist, Yth

Saya ada beberapa pertanyaan mengenai onshore pipeline, mohon maaf jika yang saya tanyakan kurang berbobot.

1. Dalam pipeline biasanya menggunakan bend dengan radius 5 x OD, apakah pig bisa lewat jika gunakan bend dengan radius 1.5 x OD (OD = 16′) ???

2. Jika kita menggunakan bend 5 x OD, Bend ini harus beli tersendiri atau menggunakan pipa yang ada terus kita bending ??

3.Apakah spiral welded pipe (API 5L Grade B) bisa kita gunakan sebagai bend ??

Tanggapan 1 – Ary Retmono

1. Pignya nggak bisa belok kalau cuman 1.5OD.

2. Bend 5xOD biasanya sih beli tersendiri. Kalau mau bending2 sendiri, ya mustinya bisa saja, tapi kan perlu hydraulic bend yg guede banget & nggak ekonomis kalau punya sendiri mesin itu (kecuali kalau memang pabrik bend).

3. Bisa sih bisa, cuman nggak pernah dilakukan, karena saat fabrikasi untuk melengkungkan spiral weld tsb faktor ‘penyok’-nya lebih mudah ketimbang yg seamless.

Tanggapan 2 – Satio Braskoro

Hallo Mas Yudi,

Mencoba menjawab pertanyaan anda.

1. Sebelum menjawab pertanyaan nomer 1, saya coba terangkan mengenai jenis pigging. Pada umumnya ada dua jenis pigging; Intelligent pigging dan normalpigging.

Inteligent pigging bertujuan untuk mengukur ‘residual wall thickness’. Jika oil atau gas yang akan ditansport mengandung unsur yang bersifat corrosive (contohnya air, H2S, etc) dan pipanya terbuat dari carbon steel, maka intelligent pigging ini mutlak diperlukan. Inteligent pig ini berukuran lebih panjang dari pada normal pig, dikarenakan ada sensor2 untuk mengukur ‘residual wall thickness’. Karena ukurannya yang panjang ini, maka ukuran bend yang diperlukan juga lebih besar, biasanya 5D.

Normal pigging diperlukan untuk membersihkan zat-zat yang tidak diinginkan berada didalam pipa (contohnya air, wax, etc). Ukuran normal pig ini lebih kecil dari pada intelligent pig, bahkan ada pig yang bisa didesign untuk ukuran bend 1.5D. Jadi kalau anda yakin bahwa gas atau oil yang akan ditransport tidak mengandung bahan-bahan yang corrosive, atau pipa anda terbuat dari bahan anti-corrosive, dan memang kondisi memaksa anda untuk mendesign bend 1.5D, maka bisa saja 1.5D diterapkan. Tapi, kasus seperti ini sangatlah jarang, dikarenakan lebih dari 90% oil/gas mengandung bahan yang corrosive dan material pipa yang anti corrosive sangatlah mahal.

Selain itu dari segi stress yang akan dialami pada bend, 1.5D akan menampung stress yang lebih besar dari pada 5D. Oleh karena itu, desainer lebih memilih 5D.

2 & 3. Sama dengan jawabannya Mas Ary Retmono.

Semoga bermanfaat…

Tanggapan 3 – arief agung

Tambahan sedikit, mohon dikoreksi kalau salah.

1. Kalo ga salah, ada beberapa pig yang didesain untuk bekerja di 1.5xD (D=NPS). Umumnya radius minimal untuk line yang pigable adalah 3D – 5D.

2. 5D radius umumnya digunakan hot bend. Perlu dipertimbangkan dengan properties materialnya apakah boleh menggunakan hot working (properties tidak berubah). Umumnya dilaksanakan di workshop.

Tanggapan 4 – Soendoro, Iwandana

Nambahin dikit lagi

Mengenai Bend yang harus di perhatikan adalah ID nya kalau wallthicknessnya sama dengan dengan line pipe yang lurus maka wallthickness bend tersebut akan mengalami penipisan akibat bend tersebut. Biasanya mother pipe lebih tebal.

Kalau kita memesan bend harus fix radius bend nya bisa piggible if required dan ID nya karena OD nya bisa lebih besar dan itu lebih masalah ketimbang ID nya yang berbeda – beda.

Share This