Select Page

Secara basic dari perspektif HSE, pekerjaan logging mengikuti standard yang baku untuk semua pekerjaan oilfield di rig/platform (drilling, cementing, pressure testing, running casing, running completions, dsb.). Hal khusus yg membedakan pekerjaan logging dgn lainnya adalah ketika menggunakan berbagai hazardous materials: (1) radioactive source, (2) explosives (utk perforating) & (3) corrosive chemicals (misal chemical cutter utk merusak/memotong/melubangi tubular sumur). Setiap logging company sudah mempunyai prosedur baku & standard yg relatif sama semuanya.

Tanya – gary

Slamat pagi rekan2 semua.

Pada kesempatan ini saya ingin meminta pencerahan dari rekan2 mengenai QSMS dari pekerjaan Well Logging… Saya tidak familiar mengenai aturan HSE dan QSMS pad pekerjaan Well Logging. Apakah HSE & QSMS yang dipakai sama dengan pekerjaan WO & Drilling?? Karena pada pekerjaan Well Logging setau saya memakai bahan yang beradiasi sepert Uranium….
>Mohon pencerahan dari rekan2 milis… Sebelumnya saya ucapkan trima kasih atas infonya yg berharga.

Tanggapan 1 – Doddy samperuru

Dear Pak Gary,

Secara basik dari perspektif HSE, pekerjaan logging mengikuti standard yg baku untuk semua pekerjaan oilfield di rig/platform (drilling, cementing, pressure testing, running casing, running completions, dsb.). Hal khusus yg membedakan pekerjaan logging dgn lainnya adalah ketika menggunakan berbagai hazardous materials: (1) radioactive source, (2) explosives (utk perforating) & (3) corrosive chemicals (misal chemical cutter utk merusak/memotong/melubangi tubular sumur). Setiap logging company sudah mempunyai prosedur baku & standard yg relatif sama semuanya. Saya coba sebutkan beberapa contoh common practices:

1. Pada saat memasukan & mengeluarkan RA source ke dalam & dari logging tool, (a) diusahakan seminimal mungkin jumlah personel di sekitarnya, (b) hanya personel yg berkualifikasi yg boleh melakukannya, umumnya si logging engineer saja, (c) proper PPE & memakai RA badge, (d) mempraktekkan teori meminimalkan radiasi RA (time-distance-shield).

2. Pada saat merangkai eksplosive ke perforating gun & memasang detonatornya di permukaan: (a) meminimalkan jumlah personel, (b) hanya qualified personel yg boleh melakukannya, (c) semua rangkaian selalu di-ground-kan setiap saat, (d) tidak disambungkan ke main circuit di logging unit & main circuitnya dimatikan & kuncinya dikantungi oleh si personel yg sedang merangkai gun, dsb.

3. Mematikan radio-komunikasi pada saat pekerjaan perforating.

4. MSDS chemical cutter harus selalu tersedia..

5. BOP hampir selalu dlm posisi terbuka pada saat logging. Di sini prosedur standard rig dipraktekkan utk mencegah blow out, terutama jika sumurnya open hole (belum dipasang casing).
6. Selalu QA/QC logging tool di daerah blank casing, sebelum terus masuk ke interval sumur yg dituju.

7. dll.

Di kami, RA source yg umum dipakai adalah: Cs-137 & Co-60 (utk gamma ray) serta Am-Be-241 & Cf-252 (utk neutron). Tidak ada yg pakai uranium (bahan baku utama bom atom).

Selain safety di lapangan seperti yg disebutkan di atas, juga pada saat storing & shipping dari berbagai hazardous materials tsb sudah diatur oleh :

(1) standard perusahaan, (2) peraturan otoritas lokal dan/atau (3) badan otoritas internasional.

Ada beberapa logging engineer dari perusahaan yg berbeda ikutan milis ini, silahkan lebih detilnya atau koreksinya…

Tanggapan 2 – ardiann

Ijinkan Ikutan share Pak.

Betul Biasanya penggunaan bahan kimia radioaktif dlm well logging ataupun well tracker yg Pak Doddy sebutkan ada FORM CHEKLIST QSMS -nya. Dalam hal ini BATAN juga memberikan lisensinya.

Setahu saya, Cheklist mencantumkan:

1). Nama material radioaktif: Misalnya Cesium-137 atau Iodine-131

2). Material Sealed: Misalnya Sodium Iodide atau Methyl Iodide etc.

3). Batas Penggunaan Ekspos:

4). Maksud penggunaan material: -sebagai komponen well logging. –tracer

5). Tanda tangan dan nama Radiation Safety Officer (yg tersertifikasi) dan Users

6). Availability Radiation Detection Instruments (seperti probe atau ion chamber).

7). Data kalibrasi alat

8). Personnel Monitoring(ini uji dan monitoring u/ personnen logging, radiation safety officer)

9) Diagram singkat/alur penggunaan, pemindahan dan penyimpanan bahan

10). Program Radiation Safety, umumnya berisikan:

Management (Organizational chart, Audits, including what areas are covered)

Commitment to maintaining exposures as low as reasonably achievable. Training, Instructions to Personnel Transportation Procedures (Security while in transport, Department of Transportation-approved shipping containers etc) Leak Test Procedures Emergency Procedures (misalkan jika ada: Losses down hole or ruptured sources, personnel contamination or overexposures) Notification call list, berisi: Effluent and Environmental Monitoring Waste Disposal

Sekian, kurang lebihnya mohon maaf.

Tanggapan 3 – dai_ir

Boleh nambahin dikit?

Biasanya radioaktif mempunyai range untuk pancaran radiasinya, jadi saat memasang zat radioaktif ke probe diusahakan mendapatkan efek yang seminimal mungkin dari pengaruh radiasinya,hindari pancaran radiasi yang maksimum berhadapan langsung dengan tubuh kita. Biasanya kalau crew yang memasang kita harus memberikan instruksi cara pemasangan alat dan memastikan mereka melakukan instruksi dengan benar. Selain itu film badge untuk memantau radiasi selalu diperiksa secara berkala sebulan atau 3 bulan sekali ke BATAN, biasanya ada training khusus dari BATAN ttg radiasi.

Share This