Pada prinsipnya FF power conditioner atau disebut pula sebagai Fieldbus Power Supply Impedance (PSI), dilengkapi dengan induktor untuk mencegah diabsopsinya sinyal fieldbs dikabel oleh power supply agar signal fieldbus tidak diserap oleh Power Supply yang umumnya mempunyai impedansi rendah. PSI bisa berupa inductor, active impedance atau lainnya yang pada prinsipnya menyisipkan ‘impedansi’ agar signal fieldbus tidak diserap oleh power supply.

Tanya – setyohadi

Dear Netter,

Dipasaran ada beberapa merk untuk FF Power Condisioner, MTL, Stonel, InterlinkBT, P&F, dll. Apa yg membedakan FF Power Condisioner ini dengan Power Supply biasa? parameter apa saja yg diregulate? Dalam pemilihan Power Condisioner untuk FF Segment ini, hal-hal apakah yg harus diconsider? Beberapa merk menyebutkan maximum current 350 mA dan memiliki kemampuan redundant, fault alarm (overload, short circuit, low voltage), built in terminator, dll.
Mohon pencerahannya.

Tanggapan 1 – Wkundono

Pak Setyohadi,

Dari yang saya baca, pada prinsipnya FF power conditioner dilengkapi dengan induktor untuk mencegah diabsopsinya sinyal fieldbus dikabel oleh power supply. Walaupun saya belum pernah terlibat project ber-FF, saya sarankan anda membaca ‘FF System Engineering Guidelines’. Menurut saya document ini bagus sekali sebagai guidelines untuk mendesign FF system. Sebagai tambahan, document ‘Wiring & Installation 31.25 kbit/s, Voltage Mode, Wire Medium – FF Application Guide’ juga bagus sebagai reference. Kedua documents ini bias didownload di
http://www.fieldbus.org/about/foundationtech/resources/

Tanggapan 2 – setyohadi

Selain mencegah absorbsi sinyal oleh power supply, juga memiliki kemampuan untuk fault alarm.

Saya mendapatkan spec yg mirip dari 2 brand yg berbeda, tapi harganya jauh berda, jadi penasaran pengen tahu kerja power conditionernya sebenarnya gimana?

Keduanya juga menyatakan complience dgn document FF-816, IEC 611582:1993, mungkin bisa memberikan masukan yg pernah membacanya.

,b>Tanggapan 3 – waskita

FF power conditioner atau disebut pula sebagai Fieldbus Power Supply Impedance (PSI), seperti yang dijelaskan Mas Warih dibawah adalah agar signal fieldbus tidak diserap oleh Power Supply yang umumnya mempunyai impedansi rendah. PSI bisa berupa inductor, active impedance atau lainnya yang pada prinsipnya menyisipkan ‘impedansi’ agar signal fieldbus tidak diserap oleh power supply. Kedua referensi dibawah menjelaskan secara rinci.

Power Supply 12VDC~35VDC (sebaiknya regulated power supply) tetap diperlukan untuk memberikan catu daya kepada FF Devices pada FF-H1 melalui PSI. Kapasitas Power Supply dirancang sesuai kebutuhan beban plus safety factor.

Dalam merancang PSI dan FF-H1 cable, perlu kita perhitungkan beban dari semua device pada FF-H1 yang bersangkutan dan melakukan kalkulasi voltage drop, sedemikian rupa sehingga tegangan DC pada terminal field device harus >9VDC. Karena signal fieldbus adalah digital pada bit rate 31.25KHz, capacitance akan mempengaruhi kualitas signal. Jadi capacitance dari (terutama) cable juga harus kita perhatikan.

Karena pada fieldbus beberapa device dihubungkan pada FF-H1 yang sama, orang merasa perlu untuk mempunyai redundant Power Supply dan redundant PSI. FF Device hanya bisa menuju ‘fail-safe state’ selama power supply masih ada, maka orang mulai memikirkan untuk memberikan catu daya selain dari control room, juga dari lapangan. Jadi redundant power supply & PSI juga bias dilakukan secara geografis (dari control room dan di lapangan).

Geographically redundant power supply lebih menjamin FF Device untuk bias menuju ‘fail-safe state’ apabila terjadi kegagalan, akan tetapi apabila ada short circuit pada FF-H1, maka semua device akan kehilangan catu dayanya. Untuk mencegah hal ini beberapa vendor membuat ‘active junction box’ agar short circuit pada spur tidak membunuh power supply untuk device lainnya. Disinilah peran fitur short circuit dan overload protection, sedangkan fitur low voltage alarm berguna untuk memastikan bahwa device dipasok dengan tegangan >9VDC.

Untuk instalasi Intrinsically Safe (IS), PSI digantikan dengan Fieldbus IS Barrier yang selain berfungsi sebagai PSI, juga berfungsi sebagai IS Barrier. Beberapa vendor seperti P&F membuat Field IS Barrier yang multiguna. Field IS Barrier ini, selain sebagai IS Barrier juga punya fasilitas short circuit & overload protection, low voltage alarm, redundant field power supply, dsb.

Signal fieldbus ditransmisikan melalui FF-H1 dengan arus (current) yang di-swing dengan amplituda 15~20mAp-p bersama-sama dengan power (2-wire). Device sendiri mengambil signal fieldbus dalam bentuk tegangan. Untuk ini signal dari arus 15~20mAp-p dirubah menjadi tegangan 0.75~1.0Vp-p melalui dua buah ‘bus terminator’ (equivalent tahanan 100 Ohm) pada kedua ujung FF-H1. Ujung yang satu pasti ada pada sisi PSI (atau Fieldbus IS Barrier). Untuk itu, beberapa Vendor melengkapi PSI/IS-Barrier dengan built-in terminator yang bisa di enable/disable sesuai kebutuhan instalasi.

Mudah-mudahan bisa memberikan pencerahan bagi Mas Setyohadi dan rekan-rekan lainnya.