Select Page

Steam yang tidak kering memungkinkan terjadinya gelembung uap air (diameter orde ribuan micron). Pada proses tumbukan dengan tekanan tinggi, gelembung ini akan pecah dan menghasilkan energi besar untuk menghantam blade. Energi inilah yang bisa mengakibatkan pitting dan kerusakan lain akibat ketidak seimbangan antar blade. Pada HE, steam yang tidak kering ini bisa mengakibatkan vibrasi pada tube dan leaking. Phenomena ini pernah terjadi di salah satu nuclear power station di Jepang sehingga terjadi kebocoran nuklir dan penutupan instalasi tsb. Oleh sebab itu, hingga taraf tertentu harus diusahakan tingkat kekeringan steam yang digunakan, mis. dengan melewatkan mist eliminator. Demikian juga hal ini harus dijaga untuk steam dengan tekanan lebih rendah, meskipun mungkin tidak separah pada tekanan tinggi karena energinya sudah semakin rendah. Untuk itu, barangkali fungsi mist eliminator mungkin perlu dicek untuk mengatasi masalah ini.

Tanya – yeri.kurniawan

Steam turbine yang dipaksakan beroperasi dengan kualitas steam yang rendah akan menyebabkan pitting dan erosion baik pada Diaphragmanya ataupun Moving Blade-nya. Kalau saya pikir-pikir, kualitas steam dari stage ke-1 sampai stage yang terakhir akan semakin rendah bukan? Sehingga tingkat erosi pada last stage akan makin parah, karena (ekstremnya) si steam turbine akan berubah menjadi turbine air sehingga si blade akan lebih banyak menumbuk air daripada steam. Pada kenyataannya yang saya temui, tingkat erosi dan pitting di stage-stage yang terakhir kok semakin rendah. Adakah rekan-rekan yang mempunyai alasan logisnya kenapa?

Menurut perkiraan saya sementara ini, si Diaphragma pada stage-stage awal justru telah menjadi scrubber sehingga kuantitas fraksi air yang lewat ke stage-stage yang terakhir akan semakin sedikit.

Adakah rekan-rekan punya idea lain atau punya pengalaman yang relevan dengan kasus saya ini?

Tanggapan 1 – dirman.artib

Yang paling dasar sekali penyebab pitting mungkin bukan kualitas steam yang rendah, tetapi steam dengan energy yang rendah. Representasi-nya dalam adalah enegi dalam U yang juga di dalamnya ada kualitas steam.

Mungkin rekan-rekan lain ada yang bisa melanjutkan tinjauan termodinamika-nya.

Tetapi menurut saya, pitting pada blade first stage disebabkan oleh fenomena KAVITASI.

Tanggapan 2 – budi_e

Berdasarkan kejadian itu menurut saya memang sejumlah fasa cair akan terbentuk jika steam yang menumbuk blade pada stage terakhir telah berada dalam fasa uap-cair tetapi perlu diingat juga tekanannya juga turun sehingga tumbukan yang terjadi tidak sebesar pada stage pertama.

Tanggapan 3 – pratopo

Urun pendapat:

Steam yang tidak kering memungkinkan terjadinya gelembung uap air (diameter orde ribuan micron). Pada proses tumbukan dengan tekanan tinggi, gelembung ini akan pecah dan menghasilkan energi besar untuk menghantam blade. Energi inilah yang bisa mengakibatkan pitting dan kerusakan lain akibat ketidak seimbangan antar blade. Pada HE, steam yang tidak kering ini bisa mengakibatkan vibrasi pada tube dan leaking. Phenomena ini pernah terjadi di salah satu nuclear power station di Jepang sehingga terjadi kebocoran nuklir dan penutupan instalasi tsb. Oleh sebab itu, hingga taraf tertentu harus diusahakan tingkat kekeringan steam yang digunakan, mis. dengan melewatkan mist eliminator. Demikian juga hal ini harus dijaga untuk steam dgn tekanan lebih rendah, meskipun mungkin tidak separah pada tekanan tinggi karena energinya sudah semakin rendah. Untuk itu, barangkali fungsi mist eliminator mungkin perlu dicek untuk mengatasi masalah ini.

Selain itu, ada kalanya, chemical yang ditambahkan untuk BFW bisa menimbulkan buih. Hal ini juga memungkinkan terjadinya ‘kavitasi’ (spt fenomena di atas) pada waktu terjadi perubahan kondisi saat tumbukan dengan blade. Oleh sebab itu, barangkali perlu juga dicek chemical yang digunakan.

Mudah-mudahan ada manfaatnya.

Share This