Select Page

PSV tidak didesain sebagai primarily safety system, hanya system sekunder/tersier, jadi pada dasarnya hanya bekerja jika terjadi kasus :double jeopardy” jadi jika ketika diharapkan berfungsi (system safety primer “fail”) dan pada saat itu terblocked downstreamnya.

Tanya – ‘Akhmad Sabardi’

Anggota Milis YTH,

Saya mau tanya saja, Kenapa di discharge PSV spesifikasi rating-nya jauh lebih rendah dari inletnya? bukankah lebih aman kalau disamakan saja? Soalnya saya beberapa kali menemukan isolation valve setelah discharge PSV tertutup. Hal ini kan berbahaya sekali seandainya di inlet PSV yang sedang off duty isolation valve-nya mengalami kebocoran. Saya tidak yakin dengan keandalan PSV yang sedang offduty, apabila dalam tempo yang cukup lama tidak mengalami kebocoran. Namanya alat kan bisa saja gagal. Sedangkan pada BDV, rating antara inlet dan outlet sama, padahal BDV jarang sekali yang bekerja berdasarkan over pressure. Itu saja. Mohon pencerahan dari semuanya.

Tanggapan 1- ‘Cahyo Hardo’

Hanya nebeng saja ke Mas Sabardi ini.

ASME memang memperbolehkan antara inlet dan outlet PSV dipasangi valve asalkan di back up oleh lag out/tag out prosedur yang ketat. Semuanya demi safety dan juga kompromi dari operability. Tetapi, sejauh yang saya amati, justru karena prosedural itu, sifatnya jadi lemah sekali (procedural yang berarti masuk kriteria administratif control menurut saya adalah rating terendah dari konsep plant safety), dan dalam rangka mendukung konsep inherently safer, apakah tidak mungkin setelah keluaran PSV rating-nya tetap sama sampai ke block valve-nya.
Ongkos yang akan timbul saya kira tidak setara dengan konsekuensi safety-nya.

Tanggapan 2 – cint4mu@lycos.com

Pak Ahmad,

Lebih rendah karena downstream PSV terhubung dengan sistem Flare/KODrum/Burn Pit Atau mungkin VRU…. jadi jelas aja lebih rendah kelasnya karena umumnya sistem sistem tersebut diatas tekanannya mendekati atmosferik API 520/521 tidak menegaskan perlunya isolation valve, jadi perkara isolation valve ini adalah kepentingan maintenance atau untuk keperluan saat commissioning.

PSV tidak didesain sebagai primarily safety system, dia hanya sistem sekunder/tersier, jadi pada dasarnya hanya bekerja djika terjadi kasus ‘double jeopardY’ so, jika ketika dia dia diharapkan berfungsi (sistem safety primer ‘fail’) dan pada saat itu dia terblocked downstreamnya, wah wassalam juga … dan mungkin seperti terlalu sering dibahas,Bapak perlu sistem safety HIPPS.

BDV memanglah bukan sistem utama untuk mengatasi overpressure, BDV adalah sistem pengamanan untuk sistem proses yang sedang off duty atau sudah shut down. Tidak semua upstream dan downstream BDV berrating sama tergantung ‘tekanan settle’ sistem yang dimaksud, jadi mungkin kebetulan saja pada sistem yang bapak kelola memang rendah (kelas 150#).

Tangapan 3 – sabars@indo.net.id

Tetapi menurut saya isolation valve ini fungsi utamanya untuk kepentingan safety? Apakah kalau kita mau mensertifikasi PSV, harus mem-blowdown sistem? Kalau peroduksi gas hanya 50 MMSCFD, mungkin tidak apa-apa, tapi kalau 500 MMSCFD? Kenapa penurunan rating tidak dilakukan setelah isolation valve? Saya berkeyakinan bahwa kita harus mendesign sebuah sistem yang mampu menghindari dan mengatasi kealahan manusia. API 520/521 memang tidak menegaskan perlunya isolation valve, tapi itu adalah persyaratan minimal. Kekeliruan menutup isolation valve di discharge PSV yang off duty, nampaknya hal yang sepele. Tapi kita harus berpikir ‘the unthinkable’. Dan banyak operator, mungkin di seluruh dunia, yang tidak akan dan tidak pernah melakukan ‘think the unthinkable’. Sifat dari operator adalah melakukan suatu tugas berdasarkan pengalaman dia sendiri, maupun koleganya. Mengenai BDV. Saya belum pernah melihat rating pada downstream BDV ada yang lebih rendah dari upstreamnya. Urutan dari BDV hingga ke flare sistem yang saya ketahui, adalah BDV lalu isolation valve (ada yang 2 valve ada yang 1) kemudian dilanjutkan dengan Restriction orifice. Kalau rating downstream BDV lebih rendah, bagaimana kita akan melakukan pengujian buka tutup terhadap BDV? Apa kita harus kembali memblowdown system dahulu baru melakukan pengujian? Betapa tidak ekonomisnya sistem seperti itu.

Tanggapan selengkapnya :

Share This