Polymer concrete (PC) is a composite material in which the binder consists entirely of a synthetic organic polymer. It is variously known as synthetic resin concrete, plastic resin concrete or simply resin concrete. Because the use of a polymer instead of Portland cement represents a substantial increase in cost, polymers should be used only in applications in which the higher cost can be justified by superior properties, low labor cost or low energy requirements during processing and handling. It is therefore important that architects and engineers have some knowledge of the capabilities and limitations of PC materials in order to select the most appropriate and economic product for a specific application. A previous Digest (CBD 241)1 dealt with polymer modified concrete composites such as polymer impregnated concrete and polymer cement concrete. This Digest describes briefly the general nature, properties and applications of the most popular PC materials.

Tanya Kajuputra Elpianto

Rekan2 Migas,

Apakah ada yang tahu manfaat dan kegunaan serta kelebihan dan kekurangan dari Polymer Concrete?

Tanggapan 1 – Yusa Krisnanto

Pak Alex, sedikit mengenai beton polimer, semoga bermanfaat….

Beton polimer…., kebetulan beberapa teman dulu mengambil research tentang beton polimer ini.

Beberapa aplikasi polimer pada beton yang pernah saya tahu yaitu untuk pekerjaan perbaikan dan perkuatan struktur beton, sebagai campuran beton dan sebagai pengganti semen (dengan persentase tertentu <3%).

Pak Alex, mungkin yang dimaksud oleh Pak Alex ada pada aplikasi polimer diatas ….adakah ?

Untuk perbaikan struktur ataupun perkuatan biasanya pertimbangannya adalah setting time /waktu pengerasan dari polimer yang jauh lebih cepat dari pasta semen. Disamping itu pada saat pengerjaan/grouting akan sangat mudah menggunakan polimer karena lebih ‘ workable’ sebab bentuk polimer yang digunakan adalah cair. Kelebihan polimer yang lain adalah bidang pertemuan (interface) antara polimer dan beton lama mempunyai daya rekat yang jauh lebih baik dari pasta semen/beton baru dan beton lama. Daerah yang diperbaiki dengan grouting polimer pun lebih sulit yaitu hingga retak rambut, hal ini dimungkinkan oleh tekanan tinggi pada saat pemompaan polimer dan bentuk polimer tsb yang workable.

Aplikasi sebagai bahan pengganti semen atau biasa disebut polimer cement concrete (PCC), saya belum begitu mengetahuinya tapi berita terakhir yang pernah saya dengar di Indonesia akan ada proyek jembatan sungai Kaoga Mimika menggunakan bahan ini dimodifikasi dengan tailing. Proyek ini kalau tidak salah kerjasama Freeport-LAPI ITB dan Pemda Timika….. adakah yang tahu sampai dimana perkembangannya ?

Demikian terima kasih, mohon koreksinya..

Tanggapan selengkapnya :