Select Page

Perencanaan dust collector adalah merancang suatu system filtrasi dan separasi.
Dari ilmu dasar filtrasi & separasi – mestinya ada data sekotor apa, jenis polutan, volume, aliran, head pipa, dsb – baru di rancang kapasitas filter/separator, dengan acuan target (cleanliness) output yang ingin di capai.

Tanya – Darwin JS

Pak Andy atau rekan2,

Di salah satu link tsb disebutkan bahwa penggunaan PVC unt ductwork beresiko ledakan bila digunakan unt dust collection.
Adakah yang pernah punya pengalaman/tahu ledakan spt ini ?

Tanggapan 1 – Togu Tua

Pak Indera ,

Berdasarkan pengalaman saya dalam menangani dust collector , yang perlu di perhatikan adalah supaya pasir yang berada di udara karena proses tidak turut terhisap oleh blower. karena pasir ini dapat mengikis ducting( bila ducting mnggunakan steel ) yang dilaluinya . Apalagi kalau sampai ke blower kemungkinan bagian blower juga dapat terkikis.
Untuk menjaga hal ini biasanya blower di pilih dengan tekanan yang tidak besar di samping jarak hood dari area proses juga tidak terlalu dekat . Kalau Dust Collectornya sendiri dapat menggunakan system Pulsejet dan arah negatif dengan memperhatikan kerapatan dan jenis filter sehingga udara yang dibuang lebih bersih.

Kalau Bapak tidak Keberatan mungkin Bapak bisa kirimkan layout proses sand blast Bapak, lewat japri saja Pak.

Nyoman Pribadi nyoman@enerkon.co.id

Sedikit banyak pasir akan ikut tersedot, untuk meminimalisirnya sebaiknya intake ducting (hood) diletakan agak tinggi (diatas posisi kerja) atau bisa juga menggunakan flexsible duct sehingga bisa flexibe peletakannya.untuk ducting yang terkikis oleh pasir, biasanya di bagian elbownya.tinggal menambahkan material tahan aus saja untuk mengurangi kikisannya) untuk masalah kekhawatiran blower yang ikut terkikis, sebaiknya digunakan system negative pressure, peletakan induce fan setelah bag filter (dust collector)sehingga udara yang di sedot fan relative lebih bersih dari debu dan pasir, disarankan untuk menambahkan cyclone sebelum masuk bag filter sehingga pasir (yang relative lebih berat) akan terlebih dahulu jatuh. Untuk material filter clothnya saya rasa menggunakan polyester 50 g/m2 sudah cukup mengingat suhu dalam sand blasting relative rendah (dibawah 70 deg C).

Pemilihan blower sendiri mutlak harus dengan melihat layoutnya sehingga tidak overdesign yg UUD (ujung2nya duwit).

Tanggapan 2 – Andy

Just sharing,

Pemahaman saya perencanaan dust collector adalah merancang suatu system filtrasi dan separasi.
Dari ilmu dasar filtrasi & separasi – mestinya ada data sekotor apa, jenis polutan, volume, aliran, head pipa, dsb – baru di rancang kapasitas filter/separator, dengan acuan target (cleanliness) output yang ingin di capai.

Mhn info apa pihak vendor2 dust collector di sini selalu ngukur data2 di atas sebelum bikin proposal?

Tanggapan 3 – Nyoman Pribadi

Betul sekali apa yang disampaikan oleh mas ibnu dibawah….

Sekotor apa, jenis pollutant, volume, aliran dsbnya akan menentukan sizing dari equipmentnya
Pastinya vendor2 membuat sizing berdasarkan data sheet yang dikeluarkan oleh pihak client, tapi tidak jarang juga yg datanya blank jadi harus diadakan pengukuran sendiri dilapangan….(biasanya klo dengan pengukuran seperti ini quotenya terpisah…..)

Ada banyak cara equipment untuk filtrasi seperti cyclone,bag filter,scrubber, EP dsb…dsb…

Klo tadinya diskusi ke arah bag filter / cyclone ya…karena awal diskusinya untuk sandblasting kan……. menurut pendapat saya itu yg paling cucok diaplikasikan (technically & economically).

Tanggapan 4 – Togu Tua

saya sependapat dengan Pak Nyoman ,

Tapi kallau hanya menggunakan single cyclone kelihatannya belum optimal karena gravity yang di hasilkan belum cukup untuk menekan pasir yang turut tersedot , ada baiknya di pertimbangkan menggunakan multicyclone kalau ruang dan uangnya ada begitu loh ….
Atau dengan kata lain investasinya sebanding tidak ….

Share This