Select Page

Beda FIT- LOT dengan CBL secara garis besar adalah FIT-LOT umumnya dilakukan pada saat dilakukan pemboran/fracturing job. Tujuannya untuk mentest kekuatan cement di sekitar shoe setelah setting casing dan aproximasi fracture gradient. Caranya dengan menutup sumur dan kemudian memompakan fluid ke wellbore dengan menaikkan pressure secara bertahap, sampai pressure mencapai tekanan rekah formasi. Umumnya FIT dan LOT dilakukan di open hole section interval (below casing shoe) atau di sekitar lubang perforasi (apabila dilakukan fractruing job pada cased hole compeltion). Sedang CBL atau bahasa kerennya Cement Bond Log, tujuannya untuk mengevaluasi kualitas cement bonding dibelakang casing setelah dilakukan cementing job. CBL sendiri pada prinsipnya merupakan salah satu logging tool jenis accoustic yg dirun di dalam lubang yg sudah dicasing. Krn merupakan accoustic tool (sonic log), alat ini dilengkapi transmitter dan receiver (untuk memancarkan dan menerima amplitude signal).

Tanya – Marannu

Di dalam drilling, Formation Integrity Test (FIT) dan Leak Off Test (LOT), adalah dua metode untuk mengetahui:

1. kekuatan cement disekitar shoe setelah setting casing.

2. Mengaproksimasi fracture gradient

3. Untuk menentukan MAASP saat well control event.

Yang saya tanyakan apa perbedaan kedua metode diatas dengan Cement Bond Lob (CBL)?

Terimakasih atas perhatiannya…

Tanggapan 1 – Zein Wijaya

Pak Maranu,

Kalau boleh share sedikit, Beda FIT- LOT dengan CBL secara garis besar adalah sbb :

– FIT-LOT umumnya dilakukan pada saat dilakukan pemboran/fracturing job.

Tujuannya spt yg sudah disebutkan oleh pak Maranu dibawah untuk mentest kekuatan cement di sekitar shoe setelah setting casing dan aproximasi fracture gradient. Caranya dengan menutup sumur dan kemudian memompakan fluid ke wellbore dengan menaikkan pressure secara bertahap, sampai pressure mencapai tekanan rekah formasi. Umumnya FIT dan LOT dilakukan di open hole section interval (below casing shoe) atau di sekitar lubang perforasi (apabila dilakukan fractruing job pada cased hole compeltion).

– Sedang CBL atau bahasa kerennya Cement Bond Log, tujuannya untuk mengevaluasi kualitas cement bonding dibelakang casing setelah dilakukan cementing job. CBL sendiri pada prinsipnya merupakan salah satu logging tool jenis accoustic yg dirun di dalam lubang yg sudah dicasing. Krn merupakan accoustic tool (sonic log), alat ini dilengkapi transmitter dan receiver (untuk memancarkan dan menerima amplitude signal). Dengan CBL, kita akan bisa mendeteksi apakah cement dibelakang casing , bonding (ikatan) cukup bagus atau tidak. Hal ini penting sekali untuk diketahui guna mencegah komunikasi antara interval formasi yg satu dengan interval formasi yg lain dan mencegah fluid flow dibelakang casing.

Pengalaman di Duri dulu, kita banyak melakukan CBL di sumur sumur yg sudah lama berproduksi di Rindu formation (Shallow Well) untuk meyakinkan kualitas cement di belakang casing masih cukup bagus untuk menahan supaya steam yg diinjeksikan tidak lari ke permukaan dan mengakibatkan steam eruption / bubbling.

Advance Technology dari CBL saat ini bahkan sudah bisa dipakai untuk mengidentifikasi korosi atau kerusakaan pada casing.. Advance CBL di Schlumberger dikenal dengan nama USIT, dan di Hallco dikenal dengan nama Cast-V.

Kalo interest untuk mengetahu lebih detail ttg CBL, bisa menghubungi rekan rekan di completion well work Duri. Mereka mempunyai document lengkap ttg CBL ini.

Mudah mudahan informasi ini bisa menjawab pertanyaan Pak Maranu.

Tanggapan 2 – dodi prasetya

Salam Kenal,

Sekalian saya mau tanya singkatan CST untuk logging itu apa ya?Jika ada descriptiannya untuk apa?

Tanggapan 3 – Zein Wijaya

Pak Dodi,

CST Log adalah singkatan dari Capillary Suction Tester

Please find little brief description about CST log :

The Capillary Suction Testing (CST) equipment is used to measure the propensity of a clay to swell once it is introduced to fresh water. A slurry consisting of a portion of the core catcher with distilled water is prepared. This slurry is placed in the small stainless steel beaker.

A piece of blotting paper is located underneath the beaker and below the clear plastic frame, which includes two electrodes. The slurry makes contact with the blotting paper and a ‘liquid front’ moves outward from the beaker. The liquid front passes the first electrode and starts a timer (the black box seen in the picture). The liquid front passes the second electrode and stops the timer.

The recorded time is directly related to the sample’s swelling potential — the greater the time, the higher the swelling potential is. This time can be reduced by adding KCl to the slurry. In samples where the clays are predicted to swell, KCl may be added to the drilling fluid in a percentage determined by the CST to inhibit swelling. The Operations Superintendent may ask the logger to conduct a CST on several samples to determine the likelihood of encountering a swelling clay during logging.

Tanggapan 4 – Bambang Satya Murti

Seingat saya, kalau kaitannya dengan logging, CST adalah brand dari Schlumberger, untuk Chronological Sample Taker, itu sama dengan percussion sidewall core.

Share This