Select Page

Peraturan Menteri Perindustrian nomor 11/M-IND/PER/3/2006 sudah mewajibkan setiap instansi untuk mancantumkan TKDN sebagai persyaratan Tender.yang seharusnya sudah mulai dilaksanakan mulai 1 januari 2007. Tingkat komponen Dalam negeri (TKDN) adalah besarnya komponen dalam negeri pada barang,jasa,barang dan jasa. Tingkat komponen Dalam negeri gabungan barang dan jasa dihitung berdasarkan perbandingan antara keseluruhan harga komponen dalam negeri barang ditambah keseluruhan harga jasa dalam negeri terhadap seluruh harga barang dan jasa.

Tanya – Amri Santosa

Dear All,

Mohon pencerahan mengenai persyaratan tender yang menggunakan TKDN (tingkat kandungan lokal). Sebab kami sedang kesulitan untuk membuat TKDN sebagai persyaratan tender pengadaan barang untuk salah satu prshn oil n gas.

Tanggapan 1 – anthonius

Peraturan Mentri Perindustrian nomor 11/M-IND/PER/3/2006 sudah mewajibkan setiap instansi
untuk mancantumkan TKDN sebagai persyaratan Tender.yang seharusnya sudah mulai dilaksanakan mulai 1 januari 2007.

Tingkat komponen Dalam negeri (TKDN) adalah besarnya komponen dalam negeri pada barang,jasa,barang dan jasa.

Tingkat komponen Dalam negeri gabungan barang dan jasa dihitung berdasarkan perbandingan antara keseluruhan harga komponen dalam negeri barang ditambah keseluruhan harga jasa dalam negeri terhadap seluruh harga barang dan jasa.

Format dan perhitungan TKDN gabungan barang dan jasa serta contoh komponen komponen biaya biaya dalam perhitungannya bisa dilihat dalam lampiran Peraturan Menteri tersebut.

Untuk lebih jelasnya,silahkan menghubungi Bpk Yeyeh, PT.SUCOFINDO (PERSERO) TELP : 021-7983666 EXT 2346.

Tanggapan 2 – ‘Sketska Naratama’

Pak Amri

TKDN disesuaikan dengan masing2 user, bahkan tiap project sering beda. Inti nya, pihak user dapat menaksir nilai contenct local yg kita submit, baik dari sisi barang ataupun jasa.

Sepengetahuan saya pula, TKDN ini standart nya dari BP Migas. Saya akan beri contoh by japri ya, krn kemaring pernah kerjakan projectnya petrochina int jabung.

Tanggapan 3 – supriyatno_gatot

Pak Amri,

TKDN = Tingkat Kandungan Dalam Negeri atau Local Content

Bapak diminta menghitung berapa percent (%) kandungan lokal barang bapak

Contoh : kalau barang bapak dari luar negeri, FOB nya Rp.100, biaya importnya (transport,bea masuk, dll) Rp.10, bapak jual Rp.110, maka local content nya = Rp.10 : Rp.110 x 100%. Kalau barang bapak dibuat di dalam negeri, maka semua biaya produksi dan material dari dalam negeri dianggap local content. Biasanya pihak oil company menyediakan format TKDN nya, dan bapak bisa isi format tsb. yang penting bapak mampu mengidentifikasi mana material import dan mana yang local, termasuk biaya produksinya Bapak bisa hubungi Surveyor Indonesia, jika ingin mendalami tatacara pengisian format TKDN.

Tanggapan 4 – ‘Dedy Novandi’

Oya Pak,

Apa kalau barangnya Import semua (tidak ada dari local) lalu kita cuma masukan biaya import sebagai TKDN apa pengaruhnya di bidding/tender tsb? Kalau gak salah ada pembagian porsinya apa? di O & G gimana?

Tanggapan 5 – vimala sariputera

Pak DN,

Nilai tkdn berpengaruh terhadap penilaian tender, walaupun harganya lebih tinggi, tapi kalau tkdn nya juga tinggi, setelah dihitung2 dengan rumus yg ada,bisa menjadi pemenang tender dibanding dengan harga yang lebih rendah tapi tkdnnya juga rendah. Untuk rumus perhitungan tkdn yang dikonversikan ke harga penawaran, rumusnya / penjelasannya ada di ptk 007. Kalau dalam tender,kalau tkdnnya dibawah 25% ( kalau nggak salah ), dianggapnya 0%.

Share This