Seorang yang pernah menggunakan suatu software (misal: FEM software seperti ABAQUS) memerlukan waktu yang lebih singkat dalam mempelajari software (FEM) lain (seperti ANSYS, MSC.Nastran dll). Ini karena ia terbiasa dengan prosedur pengerjaannya. Ini know-how. Yang lebih penting menurut adalah memahami fenomena fisik dan melakukan komputasi dengan bantuan software. Software ini membantu visualisasi dan membantu perhitungan skala besar. Namun at the end of the day validasi, common sense, knowledge, experience, experiments, semua turut berperan dalam pengambilan kesimpulan. In other words, knowledge will help you to understand and to give hints how to solve a problem, whilst software is a tool to calculate/visualize/simulate your problem. Dua-duanya penting. Engineering problem jaman sekarang biasanya ingin dipecahkan sedetil-detilnya supaya kita bisa menangkap insight dari suatu fenomena. Untungnya perkembangan komputer/superkomputer juga demikian pesat, jadi sebagian problem bisa dipecahkan. Namun demikian, tidak semua problem bisa dipecahkan dengan software; jadi kadang perlu resort ke theoretical calculations atau semi-empirical methods.

Tanya – athur queen

Dear All,

Apakah penguasaan software untuk freshgraduate (misal: geologist ato geophysicist)menjadi suatu hal yang mutlak berhubung di dunia kerja, hampir semua pekerjaan menggunakan software sebagai alat bantu? Kalau ya, bagaimana caranya menentukan target software yang harus dikuasai yang kelak akan menjadi modal dalam pekerjaan nantinya?
Bagaimana dengan mahasiswa yang di kampusnya tidak memiliki fasilitas software (workstation) tersebut bisa mengejar ketertinggalannya? Apakah dengan basic knowledge saja tanpa penguasaan software apapun bisa bersaing di dunia kerja? Apakah di perusahaan juga diadakan kursus atau training software yang digunakan?
Mohon pencerahannya.
Terima kasih.

Tanggapan 1 – roeddy setiawan

Dear Pak Arthur,

Opini saya tentunya kalau ada dua orang candidate yang satu ngaku bisa mengoperasikan berbagai computer assisted tools, the other bilang ngak pernah menggunakan tools , tapi dia bilang saya trampil dg hand calculation. saya kira common sense akan memilih yang pertama.
tentu saja candidate yang punya additional skill dibanding candidate yang hanya ikut menyelesaikan sylabus punya advantage, saya kira sebagai cendekiawan ???/ scholar kalau situasinya seperti yang bapak ceritakan , yah dirubah, start dari diri kita sendiri, mana yang didahulukan, mana yang bisa dicapai, mana yang bisa jadi stretch goal. tapi kalau pengalaman saya kasak kusuk mulai di operation, project,engineering, mgmt yang jadi tools handalan adalah common sense. tools yang lain yah kita pakai juga buat assesment, verifikasi ,testing untuk screen out atau sebalikanya .

Tanggapan 2 – athur queen

Dear pak Roeddy,

Terima kasih atas responnya pak! Saya pribadi setuju klo penguasaan software menjadi nilai tambah seseorang sehingga terlihat lebih dibanding kandidat lainnya. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana kita memfokuskan keahlian penguasaan software (wajib) yang tepat bila di dunia kerja ada begitu banyak software yang berseliweran. Tentu saja, dengan menguasai banyak software semakin besar nilai tambahnya.
Bagaimana pula seandainya software yang wajib dikuasai tersebut non PC base (misal:harus dirunning di workstation)? Tidak semua kampus bisa memiliki workstation kan di Indonesia di samping nilai beli software yang mahal untuk konsumsi mahasiswa pribadi umumnya? Bagaimana mahasiswa yang tidak punya fasilitas tersebut bisa mempelajarinya? Apakah di perusahaan juga di adakan training untuk para pengguna software pemula?
Monggo pak, ditunggu respon selanjutnya.
Terima kasih.

Tanggapan 3 – roeddy setiawan

Dear Arthur,.

Menurut saya apa yang anda paparkan mungkin benar kalau anda tidak sampai ke tahapan one on one interview atau kadang kadang one to many interviewer. anda akan dilihat dari resume yang anda tulis as it is. tetapi kalau calon employer itu serius mau mencari good employee mereka umumnya ingin berhadapan dengan sipelamar secara langsung. ada banyak skill yang mungkin sebenarnya tidak anda sadari sudah melekat misalnya saja dan skill ini yang dicari employer misalnya basic academic skill dalam writing reading and computation. excell communication skill, kemampuan mendengarkan dan berbicara yang baik, kemampuan dalam mengurai lalu tackling basic problem satu persatu atau di bagi bagikan biar segera selesai. kemampuan dan kesediaan buat sharing dan transfer the knowledge. Punya interpersonal skill bisa bernegosiasi good team player, leadership, skill yang ini saya kira tidak didapat dari university tapi mungkin anda sudah memakai dan exersizing skill tsb sejak lama . Menurut saya skill tersebut yang dicari oleh si calon employer, memang very specific job related skill seperti yang anda paparkan dalam email itu benar juga diconsider oleh calon employer. Tapi employer juga tahu bahwa bisa menjalankan geocad, convolusi deconv,reprocess data tidak berarti competent. Learning curve, exposure ke berbagai varian serta jam terbang nya belum cukup untuk building skill dan kompetensi sebagai basis dari good common sense penting sekali kenali your strength apply strength tersebut pada saat perencanaan mau kemana anda, sama penting nya anda mengenali kelemahan anda, dengan bantuan teman bisa saja kelemahan itu jadi strenght dan merupakan arsenal baru untuk berhadapan dengan pesaing he he he kayaknya gampang banget yah dalam pencarian ideal employer, good salesmanship perlu sekali untuk sampai berhadapan dg si interviewer. selanjutnya kan show your interest, bicara yang okey, dengerin juga okey,research si employer , match your self skill untuk tackling employer problem, less cost, faster execution, more customer, less reject ,percaya diri/mister sure dan banyak hal yang anda bisa tunjukan bahwa anda lebih oke dari yang lain hampir lupa jangan punya habit yang annoying, misalnya gigit2 kuku, melintir lintir rambut, awalan ah, uh dan teman nya ada terus sepanjang interview.
happy hunting

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia pembahasan bulan Juli 2007 dapat dilihat dalam file berikut :