Select Page

Karat dilihat dari kacamata kimia adalah merupakan senyawa oksida logam atau logam yang bereaksi dengan oksigen menjadi oksidanya. Dalam hal ini pipa besi yang unsur atau bahan utamanya adalah besi [ namanya juga pipa besi.. 🙂 ] maka karatnya adalah FeO dan Fe2O3. sementara itu yang namanya mercuri, keberadaannya dalam gas alam dalam beberapa bilangan oksidasi (valensi).

Tanya – Jaja Mujahid

Dear All,

Pada kesempatan kali ini saya ingin menanyakan pengaruh keberadaan kandungan Hg (mercury) terhadap fenomena corrosion..apa kandungan Hg tersebut ber-efect secara langsung ke corrosion? seingat saya mercury akan bereaksi dgn logam lain (kecuali : steel dan gold) membentuk senyawa amalgam..nah apakah dengan keberadaan senyawa tersebut akan meyebabkan corrosion??? jikalau memang benar, kategori corrosion seperti apa, apakah pitting, crevice, galvanic, atau apa?
Saya sempet menanyakan ke org yang berkecimpung di dunia LNG, kata mereka concern masalah mercury lebih ke kebersihan kandungan gas yg diminta ama buyer (acceptance criteria buyer akan kebersihan gas)+senyawa amalagam, bukan ke corrosion..
Atas masukan dan saran rekan-rekan semua, saya ucapkan terima kasih.

Tanggapan 1 – Gustiyanto

Betul Pak. Saya sependapat, yang saya ketahui, kandungan Hg dalam gas itu lebih akan berdampak terhadap lingkungan, tetapi kalau untuk corrosive saya belum mengetahui, tk.
Ok, thank you for your respond.

Tanggapan 2 – roeddy setiawan

Dear pak Jaya,

Sebetulnya mercury, ‘corrosion’ bisa dibilang masalah yang agak ruwet/complex. Tapi yang penting saya kira kalau kita ingat ingat daftar berkala adalah electronegativity, electron afinity , ionization energy.

Electronegativity ~ deret volta. kebanyakan equipment design menggunakan carbon steel sebagai favorite material di LNG memakai aluminum untk HX jadi karena antara merkuri dg logam lain berbeda sekali electronegativity nya contact mercury dg parent metal akan spontan menjadi galvanic cell , parent metal teroxidasi timbul pit dan seterusnya. disamping galvanic cell, mercury juga bisa berperan sebagai solvent, jadi parent metal nya larut kedalam mercury. kalau process nya berlangsung terus, umur say alluminum brazed yang dipakai LNG exchanger habis masa pakainya dalam waktu singkat.

Kalau tidak terdeteksi , explosion accident serta fatality bisa dipastikan. kalau engak salah tahun 85-86 ?? terjadi explosion di LNG HX, investigation after the fact di ketahui bahwa mercury di gas yang didinginkan jadi penyebab.

Tanggapan 3 – EG Giwangkara S

dh,

Saya ingin sedikit menambahkan berdasarkan kacamata kimia, dan tolong koreksi kalau saya salah. Jadi, yang namanya karat dari kacamata kimia adalah merupakan senyawa oksida logam atau logam yang bereaksi dengan oksigen menjadi oksidanya. dalam hal ini pipa besi yang unsur atau bahan utamanya adalah besi [ namanya juga pipa besi.. 🙂 ] maka karatnya adalah FeO dan Fe2O3. sementara itu yang namanya mercuri, keberadaannya dalam gas alam dalam beberapa bilangan oksidasi (valensi), yaitu :

1. sebagai Hg bebas atau valensi 0 [ Hg° ]

2. sebagai Hg valensi 1 [ Hg(i-CH3H7) dan/atau Hg(n-CH3H7) ]

3. sebagai Hg valensi 2 [ Hg(CH3)2 dan/atau Hg(C4H9)2 ]

Hg valensi 0 dan 2 relatif stabil yang dalam keadaan normal tidak akan bereaksi / berinteraksi dengan logam lain. sedangkan Hg valensi 1 sangat tidak stabil dan merupakan reduktor logam yang kuat dan akan berusaha mencapai keadaan stabilnya dengan mengambil satu elektron lain dari lingkungan sekitarnya, bisa dari gugus hidrokarbon lain atau dari logam pipa. Hg valensi 1 ini ketika dalam aliran pipa tentunya akan bersinggungan dengan logam pipa (misal besi, Fe). ketika Hg ini bersinggungan atau menempel pada besi maka dia akan mengambil satu elektron dari Fe sehingga Hg tersebut menjadi stabil. akibatnya, Fe yang sudah dihampiri Hg tersebut akan menjadi bermuatan positif karena kekurangan satu elektron.

Fe yang sudah kehilangan satu elektron tersebut dengan sendirinya akan berusaha membentuk senyawa stabilnya dengan mengikat oksigen yang memang ada dalam gas alam tesbut sehingga membentuk FeO dan/atau Fe2O3 yang merupakan karat besi.

Jadi pada dasarnya Hg ini tidak menyebabkan karat secara langsung, tapi merupakan trigger atau katalis pada reaksi oksidasi / pengkaratan besi, disamping memang pada gas emisinya merupakan gas yang berbahaya.

Begitu kira2 gambaran sederhananya, pak jaya.

Tanggapan 4 – Gustiyanto

Memang Ciamiikk Mas Giwang dalam penjelasannya,,, jadi awalnya Cuma pengen dapat 1, sekarang malah dapat 5, hehehe,,, terima kasih..

Ok, thank you for your respond

Tanggapan 5 – Jaja Mujahid

Terima kasih pak atas penjelasan Bapak dari sudut pandang Kimia (Electrochemistry View).

Tetapi kalau kita bahas dari aspek kinetika reaksinya, pada komposisi berapa dia berekasi terhadap steel (Fe-based). Secara kualittatif, saya menemukan penjelasan dari Corrosion data survey bahwa semua material (Al, CS, SS, maupun Titanium) terkena pengaruh mercury corrosion, tp sayang sekali dalam buku itu tidak dijelaskan pada komposisi mercury berapa terjadi reaksinya? dalam buku itu hanya dijelaskan pressure saja .

Atas penjelasan rekan semua, saya ucapkan terima kasih.

Share This