Kaidah umum yang dipakai untuk menghindari listrik statis adalah ‘equipotensial bonding’.
Dasar dari teori ini jamak dipakai untuk mengatasi semua permasalahan listrik statis, baik yang kecil arusnya (skala mikro dan mili ampere) maupun skala besar (skala kilo ampere seperti petir).

Tanya – nuklindana.darma

Dear milist-er,

Saya mau tanya2 ttg static electricity yg degenerate oleh tank ber-stirer yg berisi flammable liquid.

Apakah ada guidelene ttg kecepatan stirer yg mulai dpt meng-generate static electric.

Selain grounding kira2 countermeasure apa yg dibutuhkan against static electric pd tangki2 ber-strirer.

Tanggapan 1 – roeddy setiawan

Dear darma,

Sepanjang process di equipment anda nya membentuk double layer say ada interface di antara mixing anda bikin emulsi atau ada air ynag membentu emulsi karena agitasi tsb . Charging akan berlangsung dengan sarat ada tersebut charging berlangsung dengan sarat ada ionic substance di liquid.

Counter measure nya ,logika paling baik yah kurangi interfacial area nya karena ini sisik melik nya tapi kita di bisnis mixing yaah ngak rame dong. usaha yang lain biasanya pake tribology principle. ada juga mengurangi geskan gesekan yang asimetri, say mixer yang dipasang miringd, mengurangi surface resistivity, misanya kalau mixernya indor low humidity karena air conditionaer a surface resistivity meningkat favoring static electricity.

Umumnya consultan yang kiat hire, bisa memberikan recomm untuk counter measure thd resiko static electricity terhadap asset perusahaan.

Secara garis besar hal berikut harus dikenali sebelum membuat program tandingan.

Pemisahan proses pengolahan ,proses induksi bisa meningkatkan resiko naiknya level statik . .adanya material yang bisa terkena charging, dalam proces pengolahan otomatis ada issue statik charge. kalau kiat bisa menghilangkannya tentu masalahnya selesai tapi kalau tidak resiko berikut bisa diramalkan sebelumnya :

a. akumulasi muatan di surface kemungkinan akan terjadi brush or super brush discharge.

b. acumulasi muatan pad bulk material bisa merusakan atap dari silo penimbunan. vsedangkan yang sifatnya capasitance pelepasan muatan bisa alkan memberikamn spark.

Ada banyak contoh contoh yang tadinya aman aman saja tiba tiba tanpa sebab terbakar. misanya ledakan di tangki dyphenil. WYO untuk anda yangbekerja dengan flamable tentunya bukan produk yang diinginkan.

Ledakan pada saat pengisian rutine flaked pet ke reactor. tiba tiba vessel meledak, dugaan pertama ke arah statik eletricity, setelah meneliti operational archive , maintenace record , process recipe kesimpulanya adalah ada pipa yang pernah dipakai ethilene oxide. dulu banget, lalu pipa idle.somehow ethilen oxide ini bisa merayap ke reactor dan bobo disitu. sewaktu pekerja memasukan feed stock. tepatlah sudah, udara, ethilen oxide(fuel) di sambung dg brush discharge dari PET fflake.

Tanggapan 2 Nanang Jamil

Dear experts,

Saya akan urun rembug dari upaya mengisolir listrik statisnya.

Saya mulai dengan pertanyaan……apa sih yang ditakutkan dari listrik statis ? Spark ….ya betul spark..atau loncatan bunga apinya…kan ?
Kalau temen sepakat dengan itu maka penjelasan saya dibawah bisa berguna.

Kaidah umum yang dipakai untuk menghindari listrik statis adalah ‘equipotensial bonding’.
Dasar dari teori ini jamak dipakai untuk mengatasi semua permasalahan listrik statis, baik yang kecil arusnya (skala mikro dan mili ampere) maupun skala besar (skala kilo ampere seperti petir).

EQUIPOTENSIAL BONDING, di lapangan dibagi dua jenis : continuous bonding dan uncontinuous bonding ( sering disebut arester).
note: istilah continuous dan uncontinuous asli rekaan saya pribadi jadi maaf kalau kurang tepat secara bahasa.

Untuk continuous bonding, dipakai pada peralatan yang tanpa arus listrik (unenergized) seperti tangki dll. Untuk uncontinuous bonding (arester) dipakai untuk peralatan yang energized, atau diailiri arus listrik, seperti ATG di tangki, komputer dll.

Prinsip kerja bonding yang pertama sbb :

Dua buah shell atau dua buah lapisan logam, selalu dalam keadaan terhubung secara listrik , sehingga tercipta tegangan nol (equipotensial). Logika listrik menyatakan jika tegangan nol maka arus juga nol, sehingga bahaya spark juga nol.

Prinsip kerja bonding kedua (arester) sbb:

Dua buah kutub muatan terhubung hanya pada saat ada arus lebih atau arus kejut lebih, namun pada saat normal, kedua kutub tersebut tidak terhubung (normally open). Disini fungsi arester adalah untuk mengalirkan arus lebih atau arus kejut lebih ke kabel grounding (pembumian) sehingga arus lebih tidak terjadi, dan spark bisa dihindari. Arester juga berfungsi menghidarkan kerusakan peralatan akibat arus lebih tersebut.

Untuk bonding yang pertama, tekniknya sangat sederhana, hanya menghubungkan kedua lapisan logam yang dikuatirkan akan tercipta listrik statis dengan sebuah konduktor baik (yang memiliki resistansi rendah).

Untuk bonding yang kedua, tekniknya sama sekali beda. Kita harus menghitung dulu (forcasting) berapa besar arus lebih yang kemungkinan akan menghasilkan spark atau merusakkan peralatan. Besaran arus ini akan dipakai untuk mensetting arester, kapan tertutup (on) dan kapan terbuka (off).

Saya sebetulnya mau menjelaskan lebih lanjut tentang arester ini, tapi sungkan sama pak Waskita Indrasuta, wong dia yang ngajari saya arester…
Mungkin pak Waskita bisa menambahkan …..

Kembali ke masalah tanki anda, menurut saya tinggal milih pasang bonding atau arester…..tentu saja setelah dilihat apakah dia energized atau unenergized.