Kalau namanya struktur pasti semua sebenarnya bergetar. Tapi kalau getaran agak berlebih itu agak mengkhawatirkan, biasanya kalau getaran agak berlebihan itu dikarenakan bangunan terlalu fleksibel, dalam kata lain natural frekwensi rendah. Pada peraturan bondek ada batasan minimal 4 Hz untuk natural frekwensi, jadi tidak terlalu fleksibel begitu. Jadi kalau terlalu fleksibel itu harus diperkuat agar nilai kekakuan meningkat (stiffness) karena nilai stiffness berbanding lurus dengan natural frekwensi.

Konstruksi Jembatan di Halte Busway Atrium Senen

Tanya – Toalu Famela

Pak Budhi, need your help to forward to milis cos i cant enter the milis. I dont know why thanks a lot.

Mungkin ada yang tahu kekuatan jembatan penghubung busway di Halte Atrium Senen dimana setiap ada 10-20 org lewat per jam kerasa banget ada sedikit goyang, apakah karena aku pusing tapi tadi pagi aku lewat disitu n coba utk sedikit lompat2 ternyata benar ada goyang. Pertanyaanku apakah itu jembatan kuat utk menahan orang yang lalu lalang setiap jam dng kapasitas sekitar 10-20 bhkn bisa lebih org utk transit dng lewat melalui jembatan tersebut and dari prosedur safety maintenance jembatan itu harus berapa kali sehari, minggu or bulan or tahun? kuatir juga sih one day jembatan bisa crack krn tiang penyangga melebihi kapasitas sehingga dia tidak kuat utk menahan beban yang lambat laun bisa mengakibatkan hal2 yang tidak kita inginkan. Itu saja pak budi.
Terima kasih atas bantuannya.

Tanggapan 1 – Nyoman Pribadi

Hal yang sama terjadi juga di jembatan busway di karet sudirman pak.

Tanggapan 2 – uci sanusi

Pa,

Kalau namanya struktur pasti semua sebenarnya bergetar. Tp kalau getaran agak berlebih itu agak mengkhawatirkan, biasanya kalau getaran agak berlebihan itu dikarenakan bangunan terlalu fleksibel, dalam kata lain natural frekwensi rendah. Pada peraturan bondek sih ada batasan minimal 4 Hz untuk natural frekwensi, jadi tidak terlalu fleksibel begitu. Jadi kayaknya kalau terlalu fleksibel itu harus diperkuat agar nilai kekakuan meningkat (stiffness) karena nilai stiffness berbanding lurus dengan natural frekwensi.

Nanti kalau saya ada dapet link yang bagus tentang vibrasi pedestrian bridge akan saya masukkan ke milis.

Tanggapan 3 – Indera Sadikin

Pak Toalu,

Kalau sebuah struktur goyang atau berayun waktu diberi beban operasi normal maka bisa saya pastikan tidak kuat. Tak perlu hitung2 lagi. Halte Busway yang anda maksud harus segera diperkuat. Masalahnya siapa yang harus ngerjain? ๐Ÿ™‚

Tanggapan 4 รขโ‚ฌโ€œ DavidTW

Menurut saya jembatan halte busway di Atrium Senen perlu ditinjau lagi oleh oleh pihak2 yang bertanggung jawab terhadap bangunan tersebut sehingga kecelakaan yang timbul di kemudian hari bisa dihindari. Goyangan yang terjadi bisa diakibatkan oleh : (1) beban bergerak (orang) yang timbul melebihi kapasitas dukung kolom yang didesain, (2) crack pada struktur kolom atau balok akibat kelebihan beban sehingga steel structure mengalami ‘fatigue’, (3) crack yang timbul akibat korosi pada steel structure, (4) crack pada gusset plate & rib akibat kesalahan desain maupun akibat korosi, (5) beberapa baut lepas dari sambungan (joint) karena tightening yang kurang kuat.
Sebagai catatan, tentu kita masih ingat beberapa kejadian jembatan ambruk di tempat2 wisata atau di daerah2 di Indonesia yang menimbulkan banyak korban jiwa. Jangan setelah kejadian baru ditangani.

Tanggapan 5 – Adriansyah Sinaga

Setuju dengan pre-analisis Pak David, dan temuan Pak Toalu.

Sesekali, saya juga memanfaatkan jasa busway – yang sangat membantu untuk menghindari macet, terutama di koridor blok m – kota.

Saya perhatikan, floor plating-nya tidak memenuhi standard keamanan, sebagian floor-nya menggunakan smooth plate – rawan tergelincir karena licin. selain itu, jumlah bolt yang dipasang juga gak sesuai dengan perbandingan luas pelat, pemilihan baut (dimensi) yang di bawah standar keamanan, hanya 10 mm. oke lah… properties flooringnya mengandung alloy aluminium yang banyak (tak mudah terkorosi), tapi bolt (baut)-nya carbon steel. akibatnya, gampang terkorosi dan akhirnya putus – dan hilang.

Selain itu, hilangnya baut bisa juga karena tightening yang kurang, lantai yang bergoyang-goyang bisa menyebabkan baut ini kendor kan? ternyata, flooring ini juga ada yang cuma dipantek dengan nail shot-gun, bukan sistem bolting. ridiculous. berapa sih diameter nail shot gun? gak lebih dari 5 mm.

Perhatikan kolom2nya, jumlah baut yang terpasang ke main girder ke kolom juga tidak memenuhi rasio diameter, bahkan ada lobang baut yang gak dipasangi baut.

siapa yang harus perduli tentang ini?

seharusnya lembaga pemerhati konstruksi. aku yakin, engineering calculation-nya harus di-approve dulu oleh lembaga semacam ini, sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah kota.

setidaknya, mereka ngitung konstruksi ini minimal pake SAP, baru oke.

Tanggapan 6 – Toalu Famela

Thank you Pak David, item nomor 5 itu kemungkinan byk terjadi di jembatan penghubung transit di halte busway senen dan dukuh atas. dengan melihat kemungkinan suatu saat nanti patah atau crack, apakah dari pihak milis ini mungkin ada anggota yang bekerja di transjakarta yang bisa mensurvei kembali konstruksi jembatan tersebut sangat sekali membantu.

Karena ada sebagian baut juga yang lepas di sepanjang jembatan tersebut dan jika kena hujan lama kelamaan akan berkarat ( apabila materialnya tidak 100% bagus kualitasnya ).

Pak uci, terima kasih atas your kindness to find a link about vibrasi pedestrian bridge and your email below: Kalau namanya struktur pasti semua sebenarnya bergetar. Tp kalau getaran agak berlebih itu agak mengkhawatirkan, biasanya kalau getaran agak berlebihan itu dikarenakan bangunan terlalu fleksibel, dalam kata lain natural frekwensi rendah. Pada peraturan bondek sih ada batasan minimal 4 Hz untuk natural frekwensi, jadi tidak terlalu fleksibel begitu. Jadi kayaknya kalau terlalu fleksibel itu harus diperkuat agar nilai kekakuan meningkat (stiffness) karena nilai stiffness berbanding lurus dengan natural frekwensi.
Nanti kalau saya ada dapet link yang bagus tentang vibrasi pedestrian bridge akan saya masukkan ke milis.