Lean production is a business system for organising and managing product development, operation, suppliers and customer relations that requires less human effort, less spaces, less capital, less material, and less time to make products with fewer defects to precise customer desires, compared with traditional management.

Tanya – Dirman Artib

Lean production is a business system for organising and managing product development, operation, suppliers and customer relations that requires less human effort, less spaces, less capital, less material, and less time to make products with fewer defects to precise customer desires, compared with traditional management.

Adakah rekan-rekan yang mempunyai pengetahuan lebih dari sekedar rangkaian kata-kata dfinis di atas ? Mohon share ya !

Tanggapan 1 – febi arfiyanto

Sekedar share,

Kalo dari sisi implementasi di lapangan, intinya sih melakukan kegiatan operasional dengan mengurangi kegiatan-kegiatan yang tidak perlu dan dapat menimbulkan pemborosan (waste). Bisa dilakukan dengan mereview waktu yang diperlukan dalam suatu kegiatan, menggabungkan aktifitas, menghilangkan aktifitas yang memperpanjang waktu proses atau paling ekstrem dengan melakukan reengineering process (BPR).
Setau saya lebih banyak dilakukan untuk bidang manufaktur dan services, seperti Lean Manufacturing untuk perusahaan otomotif dan manufaktur lainnya. Tapi bisa juga diaplikasikan dalam bidang industri yang lain.

Mungkin rekan-rekan yang lain bisa menambahkan atau mengkoreksi apabila ada yang salah.

Tanggapan 2 – roeddy setiawan

Betulnya saya rindu dengan good old production, dimana human interaction kental banget, dimana kita get benefit dari salesman atau company rep yangmengunjungi kita. entah itu good first hand information dari peer industri yag memenag kita butuhkan ataupun disana pengerjaan berbeda yada yada yada.

Sekarang ini lean production kelhatannya untuk meningkatkan leverage buyer to various suplier, lean production kelihatannya di design bukan oleh local leadership tapi more to analis dari suatu consulting entity yang sengaja disewa, semuanya selalu ditarik ke present value. unit2 yang tidak bisa memenuhi score card di dilute aau di absorb oleh departemen lain yang lagi i, lean operation okay bila operator di lini depan bisa ngundang say sevices yang pendapat saja jalan pikiran analis atau bisnis mgmt kurang cocok di perusahaan seperti di oil and gas, dimana produknya dapat nemu. kita tidak pernah menanam. jadi ujung tombaknya orang yang bisa menemukan dimana sumber sekalian product , rekan rekan yang menekuni job nya sbg geoscientis yang selalu harus mengganti reserve yg hilang . krn sudah di produksikan.
Lean production ahirnya hanya menggemburkan procurement,sepertinyav perusahaan berubah jadi Buying comany humanisme. tiap segment tnggal divari kalau production nya sendiri sepertinya melempemcoronya sudah bewrubah hciptakan procurement group reorganizing juga senjata yang ampuh buat mendepak individu atau grup yang terlalu solid atau menempatkan semua individue pilihan yang merup[akan tulang punggung dari new management.kalao opini saya benar .

Kalau pendapat saya , seharusnya lean operation, itu harus ditujukan untuk mendukung score card production. tiap segment kerbagian/menyumbang sehingga komposit nya score card production. somehoew yang saya lihat sngat berbeda.

Tanggapan 3 – Zein Wijaya

Kalo yg dimaksud dengan Lean Production adalah metode Lean Sigma…
Kebetulan saya punya example case dimana saya dan team pernah melakukan optimisasi di pekerjaan Acidizing Job sewaktu bekerja di CPI..
Kebetulan dari hasil optimisasi ini kita bisa memberikan cost saving kepada perusahaan sebesar 970,000 USD/Year.
Kita menggunakan metode lean (six) sigma untuk mengoptimalkan hasil/target yg kita capai.

Tool yg biasa kita pakai dalam proses lean sigma :

IPO (Input Process Output) Diagram

Fish Bound Diagram

Correlation Plot

t-test and f-test distribution

Flow Process Diagram

Balance Score Card

Adapaun Output atau target yg ingin kita capai dalam lean sigma di bidang production :

– Increase Oil Production

– Decrease Cost/Bbl

– Reduce Cycle Time

Step yg biasa kita lakukan dalam lean sigma :

– Identifikasi semua noise yg ada dalam suatu process

– Identifikasi noise yg mempunyai pengaruh significant thd suatu process (Tool yg biasa kita pakai adalah correlation plot, t test and f test distribution)

– Review current flow process

– Come up with new flow process to reduce noise in the process

Mungkin process yg saya terangkan disini agak sedikit berbeda dengan metode yg dipakai di manufacturing company, karena metode ini disesuaikan dengan environment yg ada di oil gas company..tapi secara prinsip adalah sama untuk mengoptimalkan produksi dan menurunkan cost..

Kalo tertarik mengetahu lebih detail silahkan contact Japri aja ..saya bisa share beberapa example case…
kebetulan juga punya beberapa paper ttg ini..