Terlampir adalah Paper No. 15 Jurnal KMI Volume II Tahun 2006 “Management of Change: Case Study of Relief Header Redesign during Project Construction Phase” yang ditulis oleh Sdr. Darmawan Ahmad Mukharror – President IIPS.

Pembahasan – Budhi, Swastioko (Singgar Mulia)

Migas Indonesia,

Terlampir adalah Paper No. 15 Jurnal KMI Volume II Tahun 2006 “Management of Change: Case Study of Relief Header Redesign during Project Construction Phase” yang ditulis oleh Sdr. Darmawan Ahmad Mukharror – President IIPS. Silahkan bila ada yang ingin ditanyakan langsung diajukan ke milis karena beliau juga memonitor Milis Migas Indonesia secara aktif. Apabila anda ingin memiliki Jurnal KMI Volume I – 2004 dan Volume II – 2006, silahkan mendownloadnya dari situs www.migas-indonesia.net halaman “download”. Jurnal KMI Volume III – 2007 akan kita luncurkan pada Bulan Juli 2007.

In many cases, Management of Change (MOC) programs are overly burdensome and could be ineffective. The application of MOC at the early stage of process design is simpler and easier compare to at later design stages. MOC methodology should be applied to engineering design deviations and variances, as well as to preplanned changes. An improper relief header design can lead to outcomes that pose a significant threat to the operators and the equipments in the immediate vicinity of the failure location.

This paper highlights the application of MOC during engineering design and construction, the use of available technology to support MOC, and how MOC application helps to execute the revised design. The improper design of relief header is also presented as the case study.

Attachment : Management of Change – Darmawan A. Mukharor.pdf

Tanggapan 1 – Cahyo Hardo

Darmawan.

Artikel anda sederhana namun highly practicable. So, the truth is out there ……is correct.

PSR adalah salah satu gate untuk mendeteksi safety dari desain, selain banyak model lainnya. Hanya penasaran saja, kenapa ini terdeteksi justru ketika ada PSR. Kalau lihat gambarnya, itu memang sangat jelas desainnya tidak robust. Apakah mechanical engineernya tidak mendeteksi ketika merancang pipa keluaran PSV yang umumnya reaction forces adalah salah satu yang utama untuk di check? It is good having tool check like PSR, tetapi safe engineering design shall detects this in first instance.

Masalah ongkos perbaikannya terlihat peanut dari sisi total cost, tetapi yang jadi pertanyaan adalah apakah ada indikasi lack of engineering capability or overload work dari si mechanical engineer? Atau construction engineernya tidak paham tentang installasi perpipaan? Apakah hanya kasus ini cuma ditemui di proyek ini saja ? Apakah tidak ada pengecekan untuk proyek2 yang lain mengingat Vico pasti banyak proyeknya? Dan yang terakhir, apakah root cause dari kejadian ini sehingga kita bisa memperbaiki proses selanjutnya? Maaf, jika pertanyaan saya ini terlihat mengejar, karena kemungkinan ini adalah tanda dari indikasi gunung es ….