Select Page

Besi cor ulet (ductile iron) dan dalam industri otomotif dikenal sebagai besi cor nodular. Besi cor ini merupakan besi cor yang telah mengalami perlakuan dalam kondisi cair untuk menciptakan karbon bentuk grafit menjadi spheroids atau nodul pada kondisi as-cast. Besi cor nodular mengandung sejumlah kecil magnesium atau logam tanah jarang seperti cerium. Besi cor nodular merupakan besi cor yang paling mudah di las dari seluruh jenis besi cor yang ada. Makin rendah kuat tariknya makin mudah di las.

Tanya – ahmed.sakti

Dear Milister

Adakah rekan yg tahu tentang pengelasan pada bahan DCI ? di plant kami, akan ada perbaikan penstock dari bahan DCI dan kami akan melakukan penambahan support dari bahan DCI ke penstock existing. Mohon pencerahannya.

Tanggapan 1 – ir_winarto

Dear pak Ahmed,

Besi cor secara umum dibedakan atas besi cor putih, besi cor kelabu, besi cor nodular (besi cor ulet) dan besi cor mampu tempa. Proses pengelasan sering digunakan terhadap besi cor umumnya untuk tujuan perbaikan coran, fabrikasi komponen dan penyelamatan komponen yang rusak/aus. Beberapa kelas besi cor mudah di las, beberapa sulit dan lainnya tidak mungkin di las.
Besi cor yang paling populer adalah besi cor kelabu (gray iron) mengandung antara 2,5-5 %C dalam bentuk flake dan Si hingga 3%, memiliki sekitar 14 kelas (grades) yang satu sama lainnya dibedakan atas kuat tarik. Sebelum mencoba mengelas material ini, harus dipertimbangkan kuat tariknya, bentuk dan distribusi grafit dalam strukturmikronya, jenis strukturmikro, jumlah S dan P, dan tingkat restraint yang akan timbul selama pengelasan. Besi cor yang populer kedua adalah besi cor ulet (ductile iron) dan dalam industri otomotif dikenal sebagai besi cor nodular. Besi cor ini merupakan besi cor yang telah mengalami perlakuan dalam kondisi cair untuk menciptakan karbon bentuk grafit menjadi spheroids atau nodul pada kondisi as-cast. Besi cor nodular mengandung sejumlah kecil magnesium atau logam tanah jarang seperti cerium.

Besi cor nodular merupakan besi cor yang paling mudah di las dari seluruh jenis besi cor yang ada. Makin rendah kuat tariknya makin mudah di las.

Las busur listrik seperti SMAW, FCAW dan MIG (GMAW) dapat digunakan untuk mengelas jenis besi cor nodular (ductile CI). Kawat las yang paling banyak dipakai sejak 30 tahun yang lalu adalah jenis kawat las yang mengandung nikel, tembaga-nikel (Ni-Cu) atau besi-nikel (Ni-Fe) dimana di AWS mengkodekannya dengan AWS Ni-CI dan ENi-Fe-CI . Elektroda tersebut menghasilkan kandungan Nikel yang tinggi di daerah fusi (fusion zone) yang memiliki sifat lunak dan mudah dibubut (machinability) tetapi dengan kekuatan yang cukup tinggi, ulet dan memiliki kekuatan fatik yang cukup tinggi. Proses pemanasan awal (preheating) diperlukan bila struktur matriknya adalah perlit dimana kekuatan besi tuang nodular mencapai lebih dari 400 MPa (jenis FCD 400 keatas) atau ketebalan material lebih dari 20 mm atau sekitar 1 inchi meskipun kekuatan material tsb rendah (dibawah FCD 400). Temperatur preheating umumnya antara 100 – 300 derajat selsius. Untuk melakukan preheating perlu melihat kembali spesifikasi material dari DCI yang akan di las.

Sumber : http://www.ductile.org/didata/Section8/8intro.htm

Demikian semoga penjelasan tersebut dapat membantu Bapak.

Share This