Select Page

Geologist ini awalnya hanya mendasarkan dari data yang tersimpan baik berupa batuan, sisa-sisa mahluk hidup (fosil) dan data fisik lainnya. Sedangkan bolongnya luar angkasa tidak secara khsus dilihat oleh ahli geologi. Saya sendiri tidak tahu apakah ada ‘paleo astronomi’ yang mempelajari sisa-sisa atau ‘endapan’ gas luar angkasa yang dapat dipakai untuk mengetahui apakah ada bolong dimasa lampau. Tetapi kalau belajar dari yang terjadi saat ini memang ada yang menyebutkan bahwa bolongnya lapisan ozon ini pernah juga mengecil, yang artinya ada ‘dinamika’ dalam lapisan ozon secara natural yang bukan ulah manusia (non-athrophogenic).

Tanya – x.sulistiyono

Kalau zaman sekarang sekarang, anggapan masyarakat luas khususnya para environmentalist , bolongnya ozon layer yang mulai mengakibatkan mulainya terjadi ‘ perubahan iklim’ dan makin panasnya bumi ini adalah disebabkan oleh emisi gas rumah kaca seperti CFC , CO2 dsb. Konon dizaman dulu , kata para ahli geologi panasnya bumi yang menyebabkan es di kutub mencair juga pernah terjadi beberapa kali. Paling tidak adalah pada zaman kwarter kira kira 2 juta tahun yang lalu, sehingga banyak daratan yang tenggelam. Indonesia Barat yang dulu katanya masuk daratan Asia seluruhnya , sesudah es mencair tesebut berubah bentuknya menjadi pulau2 Jawa, Sumatera Kalimantan.
Mohon pencerahan apakah bolongnya ozon layer pada saat zaman gemiyen/dulu juga oleh gas rumah kaca atau sebab lain. Kalau bukan disebabkan oleh emisi gas rumah kaca , apakah masih valid bahwa berlubangnya ozon layer sekarang ini disebabkan oleh emisi gas rumah kaca ?

Tanggapan 1 – Rovicky Dwi Putrohari

Mas Sulis

Geologist ini awalnya hanya mendasarkan dari data yang tersimpan baik berupa batuan, sisa-sisa mahluk hidup (fosil) dan data fisik lainnya. Sedangkan bolongnya luar angkasa tidak secara khsus dilihat oleh ahli geologi. Saya sendiri ngga tahu apakah ada ‘paleo astronomi’ yang mempelajari sisa-sisa atau ‘endapan’ gas luar angkasa yang dapat dipakai utk mengetahui apakah ada bolong dimasa lampau. Tetapi kalau belajar dari yang terjadi saat ini memang ada yg menyebutkan bahwa bolongnya lapisan ozon ini pernah juga mengecil, menurut saya artinya ada ‘dinamika’ dalam lapisan ozon secara natural yang bukan ulah manusia (non-athrophogenic).

Tanggapan 2 – Satryadi, Lily

Pak Sulis,

Ada dua peristiwa yang tidak terkait, karena berbeda penyebab dan konsekuensinya, yaitu:

1. Pemanasan global

2. Bolongnya ozon layer

Peristiwa no.1 disebabkan oleh emisi gas rumah kaca yang berlebih ke atmosfir, seperti CO2 dan CH4.

Peristiwa no.1 menyebabkan temperatur permukaan bumi naik melebihi rata-rata normalnya (self expanatory 🙂 ). Meskipun demikian gas rumah kaca dalam kadar normal di atm sangat diperlukan utk menjaga kestabilan temperatur permukaan bumi, selain dipergunakan oleh tanaman utk fotosintesis (CO2nya).

Peristiwa no.2 disebabkan oleh emisi gas perusak ozone (O3), seperti CFC.

Peristiwa no.2 menyebabkan radiasi UV yang berlebih menerjang masuk ke permukaan bumi karena filternya (O3) sudah bolong-bolong.

Share This