Select Page

PLTN rencananya akan dibangun di daerah Jepara di sebelah utara G. Muria . Pertimbangannya pemilihan lokasi tsb menurut taksiran kasar saya adalah G. Muria adalah gunung api yang sudah ‘mati’, dekat dengan laut karena tentunya PLTN ini perlu banyak air untuyk prosesnya dan dekat dengan pasar yang membutuhkan listrik (Jawa). Dengan kejadian gempa hebat di Jawa pada tanggal 8 Agustus 2007 yang lalu, dengan sumber gempa dilaut Jawa, lk 75 km di SW Indramayu , dengan kedalaman 280 km , yang penjelasannya juga adalah tumbukan lempeng samudra dengan lempeng Eurasia. Dengan demikian pertanyaannya adalah masih amankah Jepara /lereng utara G. Muria menjadi tempat PLTN dari sudut geologi ? Mungkinkah akan terbentuk gunung api baru diatas 9sebelah utara) tempat tumbukan lempeng tersebut , seperti halnya cerita pembentukan gunung api mulai dari Sumatera , Jawa. Bali dst. ?Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia pembahasan bulan Agustus 2007 dapat dilihat dalam halaman berikut.

Tanya – x.sulistiyono@exxonmobil

PLTN rencananya akan dibangun di daerah Jepara di sebelah utara G. Muria . Pertimbangannya pemilihan lokasi tsb menurut taksiran kasar saya adalah G. Muria adalah gunung api yang sudah ‘mati’, dekat dengan laut karena tentunya PLTN ini perlu banyak air untuyk prosesnya dan dekat dengan pasar yang membutuhkan listrik (Jawa).

Dengan kejadian gempa hebat di Jawa pada tanggal 8 Agustus 2007 yang lalu, dengan sumber gempa dilaut Jawa, lk 75 km di SW Indramayu , dengan kedalaman 280 km , yang penjelasannya juga adalah tumbukan lempeng samudra dengan lempeng Eurasia.

Dengan demikian pertanyaannya adalah masih amankah Jepara /lereng utara G. Muria menjadi tempat PLTN dari sudut geologi ? Mungkinkah akan terbentuk gunung api baru diatas 9sebelah utara) tempat tumbukan lempeng tersebut , seperti halnya cerita pembentukan gunung api mulai dari Sumatera , Jawa. Bali dst. ?
Mohon pencerahan.

Tanggapan 1 – farid marianto

Gempa yang terjadi di Indramayu merupakan diakibatkan oleh pergerakan tektonik lempeng samudera hindia yang menumbuk lempeng eurasia kalau pusat gempa berada di laut jawa pastinya gempa tersebut gempa dalam, untuk masalah pengayaan nuklir di gunung muria masih bisa dkategorikan aman-aman saja..dan G.Muria meruapakan gunung api purba yang masih aktif..untuk pembentukan gunung api emang terjadi akibat proses tumbukan lempeng dan biasanya terjadi didekat batas pertemuan lempeng2 jadi untuk ke arah utara ga mungkin terbentuk gunung api.

Tanggapan 2 – Hamonangan

Sepengetahuan saya, di ajarkan di Kampus ITB Teknik GEOLOGI oleh pakar pakar yang kompeten yang memberikan mata kuliah GEologi Struktur Indonesia bahwa Pulau Jawa itu sendiri disusun dan merupakan puzzle dari beberapa pola struktur sesar utama yang saling memotong, sesar aktif dan tidak aktif, tapi kadang kala action atif lagi (istilahnya reaktivasi).

Sepengetahuan saya, kajian detail struktur ini dikuasai sangat mendalam oleh Prof. Harsono Priggo..(sorry lupa nama lengkapnya), juga oleh Prof. Sujono Martojojo (bapak statigrapher Indonesia) yang hafal lokasi, geometri sesar dan dan tipikal/karakter sesar (Sesar Simenggaris kalo ga salah diperkenalkan oleh Beliau), juga oleh Dr. Djaheni (Sedimentologist Indonesia) yang mendalami stratigrafi semua cekungan di Jawa.

Intinya: Setiap pergerakan lempeng di bawah pulau jawa, dapat dipastikan akan memberikan impact kepada sesar-sesar yang saling memotong di pulau jawa (oleh karena itu dikenal sesar aktif & tidak aktif, tapi oleh pergerakan lempeng akan mengakibatkan yang tidak aktif menjadi aktif).

Pertanyaannya: seberapa besar impact pergerakan lempeng dibawah jawa yang mempengaruhi sesar-sesar tersebut?…nah menurut saya, ini WALLAHUALAM….

Kalo kita sudah bisa memprediksi besar/amplitude dari aktivasi sesar – sesar di jawa, maka kita bisa menebak ALLAH itu mau bikin hukuman dimana, kapan berapa besar kerusakannya, dlll (ini sama dengan dongeng anak teknik kebumian dari salah satu univ. swasta kemiliteran di yogya yang mengatakan gempa bisa di prediksi).

Konseskuensi logis dari sesar ini adalah bahwa setiap pergerakan lempeng di bawah jawa akan ber-impact langsung kepada sesar di atasnya. INGAT Kasus gempa Yogya—-sampai sekarang kesimpulan mengarah kepada re-aktivasi sesar oleh pergerakan lempeng.

Penggagas PLTN mungkin sebaiknya belajar dulu peta struktur aktif indonesia dimana kalimantan sampai detik ini adalah Pulau yang paling aman dari gesekan lempeng….Pak Prof. RP.Koesoema Dinata sudah jauh hari menyimpulkan Jawa ini relatif rawan gempa bahkan hingga ke zona Karimun (kalo ga salah Karimun sendiri adalah hasil pengangkatan/aktivasi yang dikenal tinggian Bawean)…

Tanggapan 3 – Rinaldi Mulyono

Memang secara geologi relatif aman, karena gempa yang mungkin terjadi di sepanjang laut jawa adalah gempa dalam (250-300 km) di subduction zone, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di indramayu. Akan tetapi menurut saya tetap perlu dilakukan pengkajian dan pemodelan ulang, mengingat disekitar daerah tersebut menurut data USGS pernah terjadi gempa yang cukup besar pada tahun 1865 dan 1890, seperti komentar salah seorang ahli gempa LIPI di Tempo 49/XXXV/29(4 Februari 2007).

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia Bulan Agustus 2007 dapat dilihat dalam file berikut:

Share This