Select Page

Secara umum fabric expansion join terdiri dari beberapa susunan layer yang konfigurasinya berbeda untuk masing2 aplikasi. Untuk layer yang paling luar biasanya memang didesain sebagai pelindung dari lingkungan, biasanya terbuat dari material teflon atau sejenisnya, yang hanya tahan sampai temperatur maks. sekitar 180 – 260 deg C (tergantung material yang digunakan). Akibat adanya insulasi di sisi luar, panas yang mengalir dari dalam tertahan pada layer terluar expansion joint, sehingga akhirnya terakumulasi menjadi ‘hotspot’ yang temperatur nya mendekati atau bahkan melebihi temp. maks. untuk layer tersebut, yang menyebabkan terjadinya degradasi dan akhirnya akan sobek.

Tanya – ales’indro’ nesta

Salam kenal…

Sebelumnya mohon bantuan bila ada yang mempunyai pengalaman dengan fabric expansion joint.

Ada kasus tentang kegagalan pada fabric expansion joint. kasus ini terjadi pada sistem duct dari boiler ke bagian stack-nya…. kondisi media alirnya berupa gas hasil pembakaran bahan bahan bakar gas yang dipakai. temperatur keluarannya sekitar 250 C dan medium pressure…

Pada pemasangannya, fabric expansion joint ini dikenakan insulasi, agar panas yag terbuang tidak terlalu besar, karena panas flue gas ini akan digunakan pada economizer pada sistem boiler dan melindungi fabric dari gangguan luar… tapi kenyataannya adalah material fabric yang dipakai mengalami degradasi (berubah warna menjadi putih dari warna awalnya hitam)…..

Kira-kira mengapa hal ini terjadi, dan ada saran mengenai bagai mana solusinya agar bagian fabric yang terpakai tetap terlindungi dari gangguan luar tanpa mengalami degradasi?

Terima kasih.

Tanggapan 1 – Stephen Rahmat (FGM)

Mas Indro,

Karena tidak disebutkan bahan expansion joint tersebut, maka dengan suhu operasi sekitar 250 C saya asumsikan bahannya berupa woven fibre glass yang bisa tahan sampai suhu 290 C. Pengalaman saya, terlepas apakah expansion joint tersebut diisolasi ataupun tidak, maka dengan suhu operasi yang tinggi dan adanya oksidasi dari flue gas tersebut, bahan fabric nya akan berubah warna, namun kekuatannya tidaklah berkurang. Hanya saja, perlu digaris bawahi bahwa umur fabric expansion joint tidaklah sepanjang metal expansion joint, apalagi bila kadar sulfur dari bahan bakar yang dipakai cukup tinggi, maka dapat dipastikan bahwa umurnya akan lebih pendek.

Saya pikir jika umurnya sekitar 12 – 18 bulan sudah termasuk normal (dengan anggapan single layer fabric).

Tanggapan 2 – Amri Santosa

Salam Kenal Juga,

Kebetulan kami adalah salah satu manufaktur untuk fabric expansion joint, akan mencoba menganalisa permasalah ini.

– Secara umum fabric expansion join terdiri dari beberapa susunan layer yang konfigurasinya berbeda untuk masing2 aplikasi.
untuk layer yang paling luar biasanya memang didesain sebagai pelindung dari lingkungan, biasanya terbuat dari material teflon atau sejenisnya, yang hanya tahan sampai temperatur maks. sekitar 180 – 260 deg C (tergantung material yang digunakan).

– Akibat adanya insulasi di sisi luar, panas yang mengalir dari dalam tertahan pada layer terluar expansion joint, sehingga akhirnya terakumulasi menjadi ‘hotspot’ yang temperatur nya mendekati atau bahkan melebihi temp. maks. untuk layer tersebut, yang menyebabkan terjadinya degradasi dan akhirnya akan sobek.

– Sebaiknya jangan diberikan insulasi pada lapisan luar exp. join fabric, agar panas dpt terbuang dan tidak terakumulasi pada layer terluar.

– Untuk mencegah panas yang terbuang (‘heat loss’), sebaiknya insulasi diletakkan pada sisi dalam fabric exp. joint, yaitu berupa bolster/pillow.

Demikianlah analisa singkat dari kami, jika ada pertanyaan lebih lanjut bisa bapak kirim email ke saya via japri.

Tanggapan 3 – indro baskoro

Terimakasih atas sarannya….

Boleh saya bertanya lagi?

Mohon maaf saya tidak menyebutkan merek dagangnya di milis ini (untuk spec dari materialnya, saya sendiri belum dapat, agak sulit, tapi untuk kondisi proses-nya sudah diketahui), ditakutkan topik ini hanya terbuka untuk yang berkenaan saja, topik ini terbuka untuk siapa saja yang bersedia membagi pengetahuannya mengenai fabric expansion joint.

Berlanjut, kalau saya baca pada literatur mengenai polimer, selain dari efek temperatur efek waktu dan penggunaan juga mempengaruhi waktu hidup material tersebut, dan memang benar bila diberikan insulasi akan terjadi penumpukan panas pada lapisan paling luar tersebut yang bisa menyebabkan kegagalan. Tapi apakah tidak berbahaya, bila bagian fabric-nya terekspos begitu saja ke lingkungan luar….dan saya baca pada manual installation yang ada, pemasangan expansion joint membutuhkan suatu pelindung pada bagian fabric-nya (bila fabric exp joint), dan bellows (bila pada metallic exp joint)?!

Sekedar informasi, flue gas yang jadi media alir pada flue gas duct sistem yang dipasangkan fabric expansion joint, tersebut, komposisinya CO2 9.4 %mol , O2 5.0%mol, dan humidity 87 %Rh .

Tanggapan 4 – Amri Santosa

Pak Indro,

Lapisan terluar fabric exp. joint memang didesain utk lingkungan luar (kecuali utk kondisi khusus : panas yang berlebih, percikan api, chemical dll……… perlu pelindung khusus).

Sedangkan maksud dari ‘pelindung’ pada manual installation adalah untuk melindungi bellows saat instalasi (akibat percikan api las, gerinda, atau benda tajam lainnya……).

Media flue gas pada umumnya tidak menjadi masalah pada fabric exp. joint, parameter utama yang perlu diperhatikan dalam desain adalah temperatur.

Share This